<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403</id><updated>2011-12-12T13:08:33.626+07:00</updated><category term='Media Massa'/><category term='OOT'/><category term='Lingkungan Kerja'/><category term='masyarakat umum'/><category term='Seni dan Sastra'/><category term='Diri sendiri'/><category term='Keluarga'/><category term='Agama (Islam)'/><title type='text'>Die Ehrlichkeit</title><subtitle type='html'>Di negara yang dikenal beragama, kejujuran ternyata sangat mahal harganya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>63</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-4229775986729086199</id><published>2011-12-10T09:13:00.006+07:00</published><updated>2011-12-10T10:26:38.343+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Kerja'/><title type='text'>Kebohongan Ilmiah: Pencatutan Nama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Dalam penulisan karya ilmiah, yang sering terjadi adalah pengutipan perkataan orang lain tanpa menyebutkan sumbernya. Penulis karya tersebut bisa dikategorikan sebagai plagiator (penjiplak) walaupun kadang-kadang hal ini disebabkan karena ketidak-sengajaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Namun, pernah juga terjadi pengutipan perkataan seseorang padahal orang tersebut tidak pernah mengatakannya. Sebenarnya hal ini adalah sesuatu yang tidak mungkin dalam penulisan karya ilmiah. Plagiasi pada kasus pertama adalah mengakui perkataan orang lain sebagai perkataan penulis. Tetapi pada kasus kedua ini, justeru perkataan penulis yang diakukan sebagai perkatan orang lain. Namun hal ini benar-benar terjadi. Salah satu motivasi yang mungkin melandasinya adalah ingin mengambil keuntungan dari nama besar orang yang dikutip perkataannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Pada kasus pertama, masih mungkin terjadi karena ketidak-sengajaan. Namun pada kasus kedua, bisa dipastikan karena kesengajaan, apalagi jika hal itu menyangkut nama besar seseorang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Hadits palsu bisa dikategorikan dalam kebohongan ini. Karena resikonya bisa menyesatkan orang lain, hukumannya berat yaitu neraka. Bahkan tempat duduk untuk pelakunya sudah disediakan. Sungguh heran kalau ada orang yang menyepelekan hal ini, yang contohnya adalah berani mengutip hadits yang belum diketahui keshahihannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Kasus yang akan saya kutip ini adalah contoh yang lain. Kebohongan yang sangat memalukan. Penulisnya sendiri mengaku bahwa bukunya ditulis dengan mengikuti kaidah ilmiah. Untungnya, orang yang dikutip masih hidup sehingga bisa dikonfirmasi. Namun perlu dipertanyakan kejujuran penulis, "kepada orang yang masih hidup saja, dia berani berdusta atas namanya. Apalagi kepada orang yang sudah mati?"&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebohongan Syaikh Idahram atas Nama Arifin Ilham&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmaanirrahiim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kebiasaan orang Syiah dalam karya-karya mereka adalah BERBOHONG. Ini seperti sudah menjadi tabi’at yang melekat. Bagi mereka “membohongi Ahlus Sunnah” dianggap “amalan shalih”. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masya Allah&lt;/span&gt;. Ya maklum ya, mereka hidup tidak merasa diawasi oleh Allah. Tanggung-jawab hanya ke imam-imamnya saja. Meskipun di hadapan Allah salah, kalau hal itu diperintah oleh imam-imamnya, ya mereka lakukan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dalam buku “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” (SBSSW) karya Idahram, dan buku-buku lain. Disana dicantumkan kalimat endorsement dari tokoh-tokoh Muslim, salah satunya Ustadz Arifin Ilham. Karena ada dukungan seperti itu, jelas buku tersebut laku keras di tengah masyarakat. Belakangan ketika ada yang melakukan klarifikasi, Arifin Ilham merasa DICATUT. Katanya, dia tidak pernah membaca isi buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini, tak lepas dari peranan salah seorang saudara kita, Al Akh Irres Ponorogo. Dia coba melakukan klarifikasi kepada Arifin Ilham via media facebook untuk mengetahui komentar Arifin Ilham terkait endorsement yang diberikan di buku-buku Idahram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irres Ponorogo menyampaikan pertanyaan kepada Ustadz Arifin Ilham: &lt;blockquote&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ustadz Arifin Ilham, buku berjudul ‘Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi’ (SBSSW) yang dikarang oleh seorang yang mengaku bernama Syaikh Idahram. Buku tersebut berisi gugatan dan caci-maki terhadap apa yang disebut dengan ‘Gerakan Salafi Wahabi’. Dukungan ustad M Arifin Ilham pada buku tersebut menimbulkan kontroversi. Afwan, kiranya ustadz mau introspeksi terhadap hal ini. Tolong dikaji lagi pernyataan ustadz pada buku tersebut!&lt;/span&gt;"&lt;/blockquote&gt;Kemudian pernyataan di atas mendapat tanggapan sebagai berikut oleh Ustadz Arifin Ilham: &lt;blockquote&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanallah, sebaiknya Akhy Fillah tahu, bahwa prakata di buka itu tanpa seizin saya Muhammad Arifin Ilham, dan sudah saya sampaikan protes saya. Membacanya pun saya belum pernah.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;(FB Ustadz Arifin Ilham 2. Tanggal 3 Desember pukul 12:57).&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Kemudian Saudara Irres Ponorogo, menyampaikan pernyataan berikutnya  masih via facebook ke laman FB Ustadz Arifin Ilham 2, pada tanggal 5  Desember 2011, jam 15.59. Isi pernyataannya, berikut:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tolong Ustadz Arifin diminta klarifikasi secara terbuka  mengenai buku ‘Sejarah Sekte Salafy Wahaby’ dari ustadz Abu Muhammad  Waskito:  ‘Ya mestinya berani melakukan klarifikasi dong. Masak untuk  publikasi buku sehebat itu, klarifikasinya hanya melalui email personal.  Ayo lakukan klarifikasi terbuka. Cabut pernyataan itu, kalau perlu  lakukan bantahan terhadap penulisnya. Kalau ada klarifikasi ke blog ini,  resmi dari Arifin Ilham, insya Allah akan dimuat.’&lt;/span&gt;"&lt;/blockquote&gt;Lalu mendapat jawaban dari Ustadz Arifin Ilham sebagai berikut: &lt;blockquote&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanallah, cukup Dewan Syariat Majlis (Adz Dzikra) &amp;amp; pihak terkait (misalnya MUI), kami tidak ingin menjadi PUBLIKASI bagi mereka yang berkepentingan lain… Biarlah umat menilainya.&lt;/span&gt;"&lt;/blockquote&gt;Dari pernyataan ini, dapat disimpulkan bahwa Syaikh Idahram, Said Aqil Siradj, Pustaka Pesantren, dan para pendukung gerakan buku-buku propaganda itu; mereka telah mencatut nama Ustadz Arifin Ilham dan membuat-buat kalimat palsu sesuka hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah disana, bahwa orang-orang itu terbiasa berbohong, makan kebohongan, bergelut dengan dunia dusta, serta menikmati tetes-tetes air dari jalan keculasan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masya Allah&lt;/span&gt;, seiring waktu berjalan, mereka akan “ditelanjangi” di panggung sejarah, atas ijin dan perkernan Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al ‘Aziz&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Syukran jazakallah khair&lt;/span&gt; kepada Saudara Irres Ponorogo atas keterlibatannya dalam meluruskan masalah yang ada. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wal ‘aqibatu lil muttaqiin&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/kebohongan-syaikh-idahram-atas-nama-arifin-ilham.htm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-4229775986729086199?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/4229775986729086199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=4229775986729086199' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/4229775986729086199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/4229775986729086199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2011/12/kebohongan-ilmiah-pencatutan-nama.html' title='Kebohongan Ilmiah: Pencatutan Nama'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-7678349220521662385</id><published>2011-05-23T01:47:00.004+07:00</published><updated>2011-05-23T02:09:36.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media Massa'/><title type='text'>Fatwa MUI pun Dipalsukan</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Apakah dipikir dengan memalsukan fatwa ulama, Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;subhanahu wa ta'ala &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;juga bisa mereka tipu? Mungkin mereka bisa menipu manusia, tetapi pasti tidak bisa menipu Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;Inilah Fatwa MUI Palsu yang Menyatakan Faham Syi'ah Tak Sesat&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;BEKASI (voa-islam.com) – &lt;/strong&gt;Di  lokasi pengajian, preman bayaran menyebarkan brosur Fatwa MUI yang  menyatakan Syi'ah sebagai mazhab Islam yang tidak sesat. Padahal fatwa  MUI yang asli dan sah menyatakan ada lima kesesatan utama Syi'ah dalam  hal akidah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Empat  orang preman bayaran tertangkap  basah menyebarkan fatwa MUI palsu kepada jamaah tabligh akbar  "Membongkar Kekufuran Syi'ah" di Masjid Jami’ Amar Ma’ruf Bulak Kapal,  Bekasi Timur, Ahad (22/5/2011).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selebaran bertajuk “Fatwa Ketua MUI  (Majelis Ulama Indonesia): Syi’ah Sah Sebagai Mazhab Islam." Brosur yang   dicetak di atas kertas HVS putih dengan tinta hitam ini dibagikan  kepada jamaah bersamaan dengan dipasangnya spanduk sponsor Majelis  Ukhuwah Sunni-Syi’ah (MUHSIN) di seberang masjid.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam uraiannya, selebaran yang  mengatasnamakan MUI Pusat ini menyebutkan bahwa MUI Pusat memfatwakan  Sunni dan Syi’ah itu bersaudara sesama Muslim. Selebaran ini juga  menyebut orang yang membeda-bedakan Sunni dan Syi’ah sebagai perbuatan  yang menentang Allah SWT. “Sunni-Syi’ah bersaudara, sama-sama umat  Islam. Jika  ada yang  memperselisihkan dan menabrakkan keduanya, mereka  adalah penghasut &amp;amp; pemecah-belah umat. Mereka  berhadapan dengan  Allah SWT yang  menghendaki umat ini bersatu,” tulis selebaran itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Inilah kutipan lengkap fatwa palsu yang mengatasnamakan MUI Pusat itu:&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Fatwa Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia): Syi’ah Sah Sebagai Mazhab Islam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Sunni-Syi’ah  bersaudara, sama-sama umat Islam. Itulah  prinsip yang  dipegang oleh  MUI. Jika  ada yang  memperselisihkan dan menabrakkan keduanya, mereka  adalah penghasut &amp;amp; pemecah-belah umat. Mereka  berhadapan dengan  Allah SWT yang  menghendaki umat ini bersatu.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Di   tengah gencarnya isu yang  menyudutkan Syi’ah sebagai mazhab sesat dan  dinilai bukan dari islam, ketua majelis ulama indonesia menyatakan  Syi’ah sebagai mazhab yang sah san benar dalam islam.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Selengkapnya baca di http://www.tin####.com/3kzb2&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Mohon  informasi ini disebarluaskan agar umat islam tidak termakan oleh  isu-isu yang dirancang Zionis, Amerika Serikat dan para propaganda yang  menghendaki perpecahan umat islam. Semoga  informasi ini bermanfaat.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Prof KH Umar Shihab MA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketua  MUI&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/05/22/14862/syiah-sewa-preman-sebar-brosur-fatwa-mui-palsu-di-pengajian-islam/"&gt;&lt;img style="float: left;" src="http://voa-islam.com/photos2/Azka/Fatwa-MUI-Palsu-ttg-Syiah.jpg" alt="" height="308" width="230" /&gt;&lt;/a&gt;Fatwa  dalam selebaran yang mengatasnamakan MUI Pusat ini sangat aneh dan  kurang layak disebut sebagai fatwa. Biasanya, setiap fatwa MUI diawali  dengan basmalah dan disertai logo MUI, lalu di aakhiri dengan tanda  tangan dan stempel resmi MUI. Selain itu, tidak mencantumkannnya tanggal  dan alamat menambah daftar kepalsuan fatwa yang menjustifikasi  keabsahan Syiah itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di samping itu, secara defacto maupun  dejure, fatwa pendukung Syi’ah yang dinisbatkan kepada MUI itu  bertentangan dengan Fatwa MUI yang resmi dikeluarkan pada tahun 1984.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Inilah fatwa asli dan resmi MUI Pusat yang menyatakan kesesatan Syi’ah:&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;em&gt;FATWA MUI TENTANG SYI’AH&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;em&gt;Majelis  Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404  H/Maret 1984 M merekomendasikan tentang faham Syi’ah sebagai berikut:&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;em&gt;Faham  Syi’ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam  mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah  Wal Jama’ah) yang dianut oleh Umat Islam Indonesia.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;em&gt;Perbedaan itu di antaranya :&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;em&gt;1.  Syi’ah menolak hadits yang tidak diriwayatkan oleh Ahlul Bait,  sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak membeda-bedakan asalkan hadits  itu memenuhi syarat ilmu musthalah hadits.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;em&gt;2.  Syi’ah memandang “Imam” itu ma ‘sum (orang suci), sedangkan Ahlus  Sunnah wal Jama’ah memandangnya sebagai manusia biasa yang tidak luput  dari kekhilafan (kesalahan).&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;em&gt;3.  Syi’ah tidak mengakui Ijma’ tanpa adanya “Imam”, sedangkan Ahlus Sunnah  wal Jama’ ah mengakui Ijma’ tanpa mensyaratkan ikut sertanya “Imam”.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;em&gt;4.  Syi’ah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan/pemerintahan (imamah)  adalah termasuk rukun agama, sedangkan Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama’ah)  memandang dari segi kemaslahatan umum dengan tujuan keimamahan adalah  untuk menjamin dan melindungi dakwah dan kepentingan umat.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;em&gt;5.Syi’ah  pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar As-Shiddiq, Umar  Ibnul Khatthab, dan Usman bin Affan, sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah  mengakui keempat Khulafa’ Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali bin  Abi Thalib).&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;em&gt;Mengingat  perbedaan-perbedaan pokok antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah  seperti tersebut di atas, terutama mengenai perbedaan tentang “Imamah”  (pemerintahan)”, Majelis Ulama Indonesia mengimbau kepada umat Islam  Indonesia yang berfaham Ahlus Sunnah wal Jama’ah agar meningkatkan  kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas  ajaran Syi’ah.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;em&gt;Ditetapkan: Jakarta, 7 Maret 1984 M (4 Jumadil Akhir 1404 H)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="padding-left: 30px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Prof. K.H. Ibrahim Hosen, LML&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;H. Musytari Yusuf, LA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejak dirilis tahun 1984 hingga saat  ini, Fatwa MUI tentang kesesatan Syi’ah itu belum pernah diamandemen  apalagi dicabut. Tiba-tiba tahun bulan Mei 2011 muncul selebaran fatwa  palsu yang substansinya menghapus fatwa resmi. Mungkinkah fatwa palsu  menghapus (menasakh) fatwa yang asli dan legal? Hanya orang kurang waras  yang menyatakan mungkin! [taz]&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;/span&gt;Sumber: http://voa-islam.com/news/indonesiana/2011/05/22/14863/inilah-fatwa-mui-palsu-yang-menyatakan-faham-syiah-tak-sesat/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-7678349220521662385?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/7678349220521662385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=7678349220521662385' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/7678349220521662385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/7678349220521662385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2011/05/fatwa-mui-pun-dipalsukan.html' title='Fatwa MUI pun Dipalsukan'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-6561990812965165424</id><published>2011-02-10T15:42:00.006+07:00</published><updated>2011-02-10T16:12:16.842+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media Massa'/><title type='text'>Meninggal Dunia Saat Menunggu Anaknya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Nenek ini sangat mempercayai anaknya. Anaknya telah mengatakan kepadanya bahwa dia akan menjemput nenek itu dan telah memberi nomor telepon yang bisa dihubungi, yang ditulis di atas secarik kertas. Namun semuanya hanyalah dusta. Anaknya tidak pernah menjemputnya dan yang ditulis di atas kertas itu bukan nomor telepon.&lt;br /&gt;Atas kehendak Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;subhanahu wa ta'ala, k&lt;/span&gt;epercayaan kepada anaknya ini mengantarkannya ke akhir hidupnya. Mungkin anaknya juga tidak menyangka bahwa ibunya itu begitu mempercayainya dan tidak memiliki prasangka buruk terhadapnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah yang sangat memilukan dan mengharukan. Benar-benar kisah yang memilukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, ada dua pemuda pergi ke laut untuk bersantai di pantai sambil membawa makanan untuk makan malam. Sewaktu mereka duduk sambil menyantap makan malam, tiba-tiba mereka dihampiri oleh seorang nenek yang sudah renta. Nenek itu duduk sambil memungut makanan yang tercecer di tanah dan memakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika melihatnya, mereka langsung menghampirinya dan bertanya,”Engkau lapar, nek?” Dia menjawab,”Aku di sini sejak pagi dan belum makan apa-apa. Anakku membawaku kesini sejak Subuh tadi. Dia pergi meninggalkanku dan mengatakan kepadaku bahwa dia akan datang dan mengambilku sebentar lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, mereka memberinya makanan dan nenek itu pun makan malam bersama mereka. Setelah malam makin larut, mereka mengemasi barang-barang mereka. Para pemuda itu merasa bahwa waktu sudah larut dan cuaca makin dingin. Sementara mereka tidak tega meninggalkan nenek tersebut di tepi pantai dalam kondisi seperti itu dimalam hari. Salah satu dari mereka menghampirinya dan bertanya,”Engkau punya nomor telepon anakmu yang bisa kami hubungi agar dia datang menjemputmu?” Nenek itu menjawab,”Oh ya, aku ada nomor teleponnya di kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala kertas itu dibaca, ternyata tertulis: “Siapa saja yang menemukan wanita ini harap membawanya ke panti jompo.” Para pemuda itu tersentak kaget melihat tulisan tersebut. Mereka duduk sesaat untuk merayu nenek itu mau pergi bersama mereka. Mereka berusaha agar nenek itu mau pergi bersama mereka ke tempat yang diinginkannya. Tentu saja nenek itu tidak mau pergi bersama mereka, karena anaknya berjanji padanya akan datang untuk menjemputnya. Nenek itu bersikeras untuk menunggu kedatangan anaknya. Dia mengatakan, “Anakku akan datang menjemputku dan aku akan menunggunya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek malang itu tidak tahu bahwa anaknya mengelabuhinya dan membuangnya pada saat dia sangat membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemuda itu pun meninggalkannya dengan harapan bahwa si anak akan datang menjemputnya sesuai dengan janjinya. Salah seorang pemuda dari mereka merasa tidak bisa tidur karena memikirkan nasib nenek malang itu. Pemuda itu pun bangun, berganti baju dan mengendarai mobilnya menuju pantai. Setibanya disana dia melihat ambulans, polisi dan orang-orang berkerumun. Dia masuk di sela-sela mereka dan melihat nenek itu sudah meninggal dunia. Ketika dia bertanya kepada mereka tentang sebab kematiannya, mereka menjawab.”Tekanan darahnya naik dan ia meninggal dunia.” Dia meninggal dunia karena kecemasannya terhadap anaknya; jangan-jangan anaknya mengalami sesuatu sehingga tidak datang menjemputnya. Dia meninggal dunia saat menunggu kedatangan anaknya yang berjanji akan menjemputnya. Dia meninggal dunia saat jauh dari keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Alloh melimpahkan rahmat-Nya kepadanya dan memasukkannya kedalam surga-Nya melalu pintu yang paling lebar. Amin. Saya berharap agar semua orang yang membaca kisah ini mau menyebarluaskannya supaya menjadi peringatan bagi setiap anak yang durhaka kepada orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Terjemahan : Kisah-Kisah Mengharukan yang Penuh Pelajaran Keimanan dan Pelembut Hati&lt;br /&gt;Penulis : Ahmad Salim Baduwailan&lt;br /&gt;Penerjemah : Najib Junaidi, Lc.&lt;br /&gt;Penerbit : Pustaka Elba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://sunnahkami.blogspot.com/2011/01/duka-seorang-ibu.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-6561990812965165424?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='text/html' href='http://sunnahkami.blogspot.com/2011/01/duka-seorang-ibu.html' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/6561990812965165424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=6561990812965165424' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6561990812965165424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6561990812965165424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2011/02/meninggal-dunia-saat-menunggu-anaknya.html' title='Meninggal Dunia Saat Menunggu Anaknya'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-4524316636113182009</id><published>2010-07-27T19:55:00.004+07:00</published><updated>2010-07-28T18:43:17.764+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Bohong Antar Suami-Isteri Berefek ke Orang Lain</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadang-kadang orang menyangka bahwa jika ia berbohong di sebuah lingkungan, tidak akan berpengaruh terhadap orang-orang di luar lingkungan. Sangkaan ini tidak tepat. Yang benar adalah sebaliknya, yaitu bisa berpengaruh. Kisah yang akan saya tulis ini adalah contohnya, bahwa kebohongan suami-isteri bisa berpengaruh terhadap hubungan dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di sebuah kota yang penduduk mayoritasnya adalah non-muslim, hiduplah 2 keluarga muslim. Sebut saja keluarga pak AI dan pak AN. Isteri pak AI (bu AI) bercadar dengan jilbab besar dan bersarung tangan kalau bepergian ke luar rumah. Sedangkan isteri pak AN  (bu AN) menutup kepala dan menutup yang lain dengan pakaiannya kecuali telapak tangan dan wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak AI dan pak AN ini sering bertemu di masjid. Kadang-kadang mereka mengobrol tentang apa saja. Tentu saja bahan obrolan mereka yang utama adalah tentang Al-Quran dan Al-Hadits. Buat pak AI, pak AN ini termasuk yang dia hormati karena pak AN adalah salah satu imam sholat. Sehingga obrolan yang timbul di antara mereka berawal dari pertanyaan pak AI ke pak AN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat isteri mereka berdua bertemu. Setelah mengobrol hal lain, pembicaraan mengarah ke perbedaan di antara mereka, yaitu masalah cadar. Bu AN mengatakan bahwa cadar bukanlah ajaran Islam sehingga tidak perlu dipakai di negara dengan mayoritas non-muslim itu karena  akan sulit. Apalagi sampai menggunakan sarung tangan.  Bu AI membela keyakinannya bahwa Islam mewajibkan cadar. Dia juga menambahkan bahwa semua isteri Rasulullah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sholallahu 'alaihi wa salam&lt;/span&gt; bercadar. Sudah selayaknya kalau setiap wanita meniru isteri-isteri &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasulullah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sholallahu 'alaihi wa salam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu AN juga mengatakan bahwa dia sudah bilang ke suaminya agar memberi tahu tentang cadar ini ke pak AI. Dan bu AN berkata, "katanya pak AN sudah menyampaikan ke pak AI. Apakah belum disampaikan ke bu AI?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertemu suaminya, bu AI menanyakan hal tersebut ke pak AI. Pak AI tidak merasa pernah mendengar hal itu dari pak AN. Bahkan pak AN tidak pernah menyinggung-nyinggung tentang cadar. Berarti, di antara pak AN dan bu AN ada yang bohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, selama hampir 2 minggu ada perubahan sikap pak AN terhadap pak AI. Sepertinya bukan karena pak AN ataupun pak AI marah. Hanya terlihat ada sedikit penghalang antara mereka berdua. Pak AI sendiri terlihat santai menghadapi perubahan sikap tersebut. Mungkin karena pak AI merasa tidak punya masalah dan beliau juga siap seandainya diajak pak AN untuk berdiskusi tentang cadar. Buat pak AI, senang saja diajak berdiskusi asalkan dengan tujuan mencari kebenaran, bukan untuk mencari menang atau kalah. Pak AI juga yakin mereka berdua mempunyai standar kebenaran yang sama, yaitu Al-Qur'an dan Al-Hadits, sehingga lebih mudah untuk berdiskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah itu adalah contoh bahwa efek dari berbohong tidak hanya mengenai orang yang berbohong dan orang yang dibohongi. Orang lain yang tidak tahu apa-apa bisa terkena imbas. Untung saja, mereka berdua hanyalah orang-orang kecil. Bagaimana kalau mereka orang besar? Efeknya akan luar biasa dan bisa menimbulkan korban nyawa. Banyak kisah masa lalu maupun masa sekarang yang bisa menjadi bukti.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-4524316636113182009?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/4524316636113182009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=4524316636113182009' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/4524316636113182009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/4524316636113182009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2010/07/bohong-antar-suami-isteri-berefek-ke.html' title='Bohong Antar Suami-Isteri Berefek ke Orang Lain'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-4438460739193006209</id><published>2010-06-29T21:55:00.010+07:00</published><updated>2010-06-30T14:56:45.506+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Kerja'/><title type='text'>Teori Evolusi (Bagian 3) : Penipuan Fosil si "Missing Link"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh tidak bisa dipercaya, para pendukung Teori Evolusi masih percaya dengan teori ini padahal beberapa hal yang memegang kunci penting dalam Teori Evolusi merupakan hasil penipuan. Mungkin mereka berdalih bahwa itu hanya sebagian kecil saja. Masalahnya, akses terhadap fosil hanya dikuasai oleh pendukung Teori Evolusi. Mungkin kalau mereka membuka akses untuk penelitian lebih mendalam tentang fosil tersebut, akan banyak membongkar penipuan-penipuan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, penipuan terang-terangan di dunia ilmiah sangat tidak bisa diterima. Tidak tanggung-tanggung, pelakunya bukan saintis kelas teri, tetapi menyandang posisi professor dengan gelar doktor penuh. Dan anehnya, dengan terbongkarnya penipuan ini, tidak membuat buku-buku teks tentang teori evolusi mengalami revisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terilhami tulisan di Hidayatullah.com, saya mencoba mencari sumber yang dirujuk oleh tulisan itu. Hasilnya, ada beberapa penipuan fosil milik si Missing Link, si makhluk-antara yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Missing Link antara Homo Neanderthal dan Manusia Modern&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa fosil ditemukan oleh Prof. Protsch di wilayah Jerman. Fosil-fosil tersebut dinyatakan berusia antara 10.000 - 30.000 tahun. Dengan usia ini, diyakini bahwa fosil-fosil tersebut milik Missing Link antara Homo Neanderthal dan Manusia Modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata, usia tersebut sangat jauh dari usia sebenarnya. Karena reputasi professor tersebut dan selisih perhitungan usia yang sangat jauh, tidak mungkin itu terjadi karena kesalahan yang tidak disengaja. Kesalahan tersebut dilakukan dengan sengaja sehingga dianggap sebagai penipuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh adalah fosil wanita yang dia temukan. Wanita tersebut ternyata hidup sekitar tahun 1.300 SM. Jauh dari perhitungan dia yang memperkirakan hidupnya sekitar 21.300 tahun lalu. Yang lebih mencengangkan adalah kesalahan usia fosil manusia Paderborn-Sande. Menurutnya, manusia tersebut hidup sekitar 27.400 SM. Dan ternyata, manusia tersebut hidup pada tahun 1750 M. Bagaimana mungkin belulang yang baru berusia tidak lebih dari 300 tahun itu disebut fosil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesalahan penentuan usia ini, gugurlah adanya missing-link antara Homo Neanderthal dan Manusia Modern di Jerman. Kalau usia fosil (yang bisa diukur)  saja dimanipulasi, apalagi hal-hal lain yang tidak bisa diukur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manusia Piltdown&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1912 ditemukan fosil berupa tengkorak dan rahang. Dengan menggabungkan kedua bagian tersebut, bentuknya menunjukkan bahwa fosil tersebut adalah missing-link antara manusia dan primata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, tahun 1953 saintis menyimpulkan bahwa usia tengkoraknya hanya 600 tahun yang lalu. Pemalsuan yang tidak bisa diterima oleh akal. Bagaimana mungkin sebuah tengkorak berusia 600 tahun salah diidentifikasi sebagai fosil yang berusia ribuan tahun? Tidak hanya itu pemalsuannya. Rahang yang ditemukan bersama tengkorak tersebut ternyata milik orang-utan, bukan milik manusia yang sama dengan pemilik tengkorak tersebut. Bahkan di artikel tersebut dinyatakan bahwa "fosil" tersebut adalah hasil penanaman sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kalkun Piltdown&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fosil tentang kalkun ini tidak kalah hebat tentang penipuannya. Fosil ini diperkirakan milik binatang yang disebut Archaeoraptor, missing-link antara burung dan dinosaurus. Penemuannya dipublikasikan di majalah National Geographic pada tahun 1999. Archaeoraptor ini tampak seperti burung berbulu sangat besar dan berekor seperti dinosaurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata fosil tersebut adalah hasil penipuan. Fosil tersebut adalah gabungan antara 2 fosil yang disatukan dengan lem yang sangat kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Sumber: http://www.guardian.co.uk/science/2005/feb/19/science.sciencenews&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-4438460739193006209?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/4438460739193006209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=4438460739193006209' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/4438460739193006209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/4438460739193006209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2010/06/teori-evolusi-bagian-3-penipuan-fossil.html' title='Teori Evolusi (Bagian 3) : Penipuan Fosil si &quot;Missing Link&quot;'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-5812988028873138607</id><published>2010-04-30T14:06:00.004+07:00</published><updated>2010-05-03T14:19:29.490+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media Massa'/><title type='text'>Antivirus Bervirus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perilaku tidak jujur tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di luar Indonesia. Salah satu contohnya adalah penipuan di bawah ini. Hebatnya, penipuan ini tentu saja hanya bisa dilakukan oleh orang yang pandai terutama di bidang komputer/teknologi informasi. Sangat disayangkan sekali, kepandaian mereka digunakan untuk menipu orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Waspadalah, Banyak Anti-virus yang Ternyata Bervirus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piranti lunak anti-virus palsu yang menginfeksi komputer pribadi menjadi ancaman makin besar dalam dunia maya, demikian sebuah penelitian yang dilakukan Google. Google menganalisa 240 juta halaman internet selama 13 bulan dan mendapati bahwa program anti-virus palsu menyumbang sekitar 15 persen dari semua program virus di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scammers menipu dengan cara meyakinkan pengguna agar mengunduh program anti-virus karena komputer mereka terkena virus. Begitu di install, piranti lunak tadi mungkin akan mencuri data atau memaksa yang bersangkutan membayar produk-produk palsu tadi. ''Yang mengejutkan, banyak pengguna termakan tipuan ini dan kemudian membeli anti-virus palsu tadi,'' sebut penelitian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih celaka lagi, anti-virus palsu tadi seringkali ditunggangi virus komputer yang sesungguhnya yang akan bersarang di komputer. "Tak peduli pembayaran sudah dilakukan atau belum.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang hasilnya dipaparkan di sebuah Lokakarya Usenix di Kalifornia dan membahas ancaman dan penipuan dalam skala besar di dunia maya, menganalisa situs internet antara Januari 2009 hingga Februari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menemukan 11 ribu domain internet yang terlibat dalam penyebaran anti-virus palsu tersebut. Kalau sudah ada anti-virus di dalam komputer, tidak semestinya pengguna harus mengunduh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Graham Cluley dari perusahaan keamanan Sophos mengatakan bahwa salah satu cara yang paling umum dilakukan adalah dengan para hackers melakukan teknik yang dikenal dengan optimalisasi mesin pencari topi hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Para hackers mencari berita yang populer seperti kematian Michael Jackson misalnya,'' kata Cluley. ''Mereka kemudian membuat situs yang dipenuhi dengan bahan yang kalau dicari lewat mesin pencari di internet akan muncul di halaman pertama.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun yang mengklik situs itu, katanya, akan diserbu dengan penampilan yang menghubungkannya dengan perangkat lunak anti-virus palsu itu. Google mencoba menyaring situs-situs seperti itu, tetapi para hackers dikatakan dengan cepat bergerak dari satu domain ke domain lain sehingga sulit terdeteksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cluley mengatakan orang harus mengerti betul dengan program anti-virus mereka sendiri dan harus selalu waspada kalau ada pop-up yang meminta pengguna mengunduh sesuatu dengan membayar untuk membersihkan komputer. ''Kalau sudah ada anti-virus di dalam komputer, tidak semestinya pengguna harus mengunduh lagi,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Red&lt;/span&gt;: &lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Siwi Tri Puji.B&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Sumber&lt;/span&gt;: &lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;BBC&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/trendtek/aplikasi/10/04/29/113491-waspadalah-banyak-antivirus-yang-ternyata-bervirus"&gt;Harian Republika&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-5812988028873138607?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/5812988028873138607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=5812988028873138607' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/5812988028873138607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/5812988028873138607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2010/04/antivirus-bervirus.html' title='Antivirus Bervirus'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-2837734125100406138</id><published>2010-04-22T17:05:00.042+07:00</published><updated>2010-04-26T17:18:59.014+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Kerja'/><title type='text'>Teori Evolusi (Bagian 2) : Manusia Purba memang ADA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makhluk intermediate (spesies-antara) memegang kunci yang sangat penting dalam teori evolusi. Tanpa ada spesies-antara, evolusi makhluk hidup tidak akan pernah terjadi. Misalnya saja, karena manusia dan monyet mempunyai nenek moyang yang sama (sebut saja siamon), ada spesies-spesies intermediate antara siamon dan manusia (misal, man-1 s/d man-n), serta antara siamon dan monyet (mon-1 s/d mon-m). Kalau digambarkan secara horisontal berdasarkan "kemiripan"nya, maka bentuknya menjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;manusia&lt;/b&gt; - man-n - ... - man-1 - &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;siamon&lt;/span&gt; - mon-1 - ... - mon-m - &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;monyet&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penggambaran itu, semakin ke kanan, spesies-antara akan semakin "mirip" dengan monyet. Sebaliknya, semakin ke kiri, spesies-antara akan semakin "mirip" dengan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena evolusi bermakna perubahan yang sedikit demi sedikit, nilai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(m+n)&lt;/span&gt; haruslah sangat besar. Kenapa? Karena perbedaan antara manusia dengan monyet juga sangat besar. Makanya, tidak salah kalau Charles Darwin berkata bahwa spesies-antara harus berjumlah sangat besar, termasuk spesies-antara antara monyet dan manusia. Kalau C. Darwin tidak berkata demikian, teorinya bukan disebut teori evolusi, melainkan teori revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk selanjutnya, saya hanya akan membahas evolusi antara monyet dan manusia saja. Jadi, kalau saya menyebut spesies-antara, berarti yang saya maksudkan adalah spesies-antara monyet-manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sudah ditemukan fosil spesies-spesies antara, yang seharusnya dalam jumlah yang besar? Belum, baru beberapa yang diklaim sebagai spesies-antara. Apakah sebenarnya fosil tersebut benar-benar spesies-antara?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Spesies dan Variasi Spesies&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menentukan apakah antara 2 individu sebagai spesies yang sama atau tidak, bukanlah perkara yang mudah. Akibatnya, membuat definisi spesies pun tidak gampang. Salah satu definisi yang paling mudah diaplikasikan adalah definisi secara biologis. Dua individu (tentunya berbeda kelamin) disebut spesies yang sama jika keduanya bisa menghasilkan keturunan dengan perkawinan secara alami. Meskipun mudah diaplikasikan, definisi ini hanya bisa diterapkan untuk makhluk hidup yang berkembang biak dengan perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga definisi spesies berdasarkan kemiripan bentuk fisiknya. Meskipun sekilas gampang, ternyata prakteknya tidak semudah definisinya. Banyak spesies yang memiliki bermacam bentuk fisik yang sangat berbeda. Salah satu contoh adalah anjing. Segala bentuk anjing yang kita kenal, digolongkan ke dalam 1 spesies meskipun secara bentuk fisik banyak yang tampak berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makhluk hidup yang memiliki berbagai bentuk fisik tetapi juga digolongkan sebagai 1 spesies adalah manusia. Penggolongan ini adalah tepat karena memenuhi kriteria spesies secara biologis. Dari manusia eropa sampai manusia yg pernah terisolir sekalipun (Aborigin, Indian, Asmat), perkawinan secara alami antar mereka tetap bisa dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai bentuk fisik yang berbeda dari sebuah spesies disebut sebagai sub-spesies atau variasi spesies. Khusus untuk anjing, variasi spesies lebih dikenal sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;breed&lt;/span&gt;. Sedangkan untuk manusia, dikenal sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ras&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fosil Bercerita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fosil-fosil yang ditemukan, yang dikatakan sebagai fosil spesies-antara, berupa tulang belulang. Di samping sudah termakan usia tentu saja, juga kebanyakan tidak lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fisik, tidak banyak sebenarnya informasi yang diberikan dari sebuah fosil seperti itu. Fosil tidak bisa bercerita bagaimana struktur luar dari makhluk hidup tersebut. Yang dilakukan hanyalah perkiraan. Namanya perkiraan bisa salah dan juga bisa benar. Tetapi itu hanya bisa dilakukan dari segi bentuk. Tentang bagaimana permukaan luarnya, jelas tidak bisa diperkirakan. Fosil tidak bisa menggambarkan bagaimana permukaan kulit, misalnya apakah halus atau tidak, tebal atau tipis, berbulu lebat atau jarang atau tidak berbulu sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postur tubuh sebenarnya juga belum tentu bisa digambarkan dari sebuah fosil secara tepat. Postur tubuh tidak hanya dipengaruhi oleh tulang, tetapi juga oleh otot. Sebagai contoh adalah bentuk kaki, apakah dalam posisi normal benar-benar bisa tegak ataukah agak bengkok pada lututnya. Ini perlu informasi tentang otot. Demikian juga di bagian panggul, apakah bisa berdiri tegak atau membungkuk. Padahal otot-otot tersebut tidak terdapat di fosil yang ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sebuah fosil tidak bisa menggambarkan bentuk secara fisik dengan tepat. Mungkin hanya postur tubuh yang bisa diberikan meskipun tidak akan tepat 100%. Yang sangat aneh adalah penggambaran permukaan kulit. Secara logika, jelas tidak mungkin sebuah fosil bisa menggambarkan permukaan kulit. Benar-benar kesimpulan yang aneh kalau fosil yang ditemukan adalah milik makhluk hidup berbulu lebat seperti monyet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Spesies Fosil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika fosil tersebut akan dianggap sebagai spesies-antara, hal pertama yang harus dibuktikan adalah bahwa fosil tersebut bukan dari spesies yang sama dengan spesies manusia maupun monyet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara biologis, jelas tidak mungkin karena tidak mungkin diuji dengan perkawinan secara alami. Salah satu yang mungkin adalah secara bentuk fisik. Tetapi bentuk fisik sendiri juga ada masalah karena bentuk fisik hanya bisa diperoleh dengan perkiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling logis adalah membandingkan fosil tersebut (tentunya setelah disusun) dengan struktur kerangka manusia dan kerangka monyet. Meskipun begitu, inipun juga tidak berarti bebas dari masalah. Banyaknya breed anjing dan ras manusia menunjukkan bahwa bentuk kerangka (termasuk ukurannya) dalam sebuah spesies saja bisa berbeda. Jangankan perbedaan antara variasi spesies (breed, ras), dalam satu variasi spesies saja bisa terdapat perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, selama perbedaan antara fosil tersebut dengan kerangka manusia dan kerangka monyet tidak cukup radikal, kesimpulan bahwa fosil tersebut dari spesies yang berbeda belum tentu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembandingan seperti ini yang coba dilakukan oleh sebagian penelitian &lt;a href="http://www.harunyahya.com/"&gt;Harun Yahya&lt;/a&gt;. Dan ternyata, berdasarkan penelitiannya, bahwa dari fosil-fosil spesies-antara, sebagian besar mirip dengan manusia (ada yang sama dengan ras Aborigin, anak berumur 18 tahun, dan ras manusia lain)  dan sisanya mirip dengan jenis monyet (simpanse). Sehingga kesimpulannya, bahwa fosil-fosil tersebut sama dengan spesies manusia atau simpanse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan Harun Yahya sebenarnya bisa diterima secara ilmiah, meskipun beliau mungkin termasuk orang yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;religious&lt;/span&gt;. Itu disebut sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;counter example&lt;/span&gt;. Jika dikatakan bahwa fosil tersebut adalah spesies-antara, berarti tidak ada ras manusia yang sama dengan fosil tersebut. Kalau ada seseorang yang menemukan seorang manusia yang memiliki kerangka yang sama dengan fosil tersebut, itu sudah cukup untuk membatalkan pernyataan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fosil-fosil yang ditemukan belum menunjukkan bahwa fosil-fosil tersebut berasal dari spesies yang berbeda dengan manusia ataupun monyet. Bahkan kesamaan fosil-fosil tersebut dengan kerangka manusia atau monyet saat ini sudah cukup membuktikan bahwa fosil-fosil tersebut berasal dari spesies yang sama dengan manusia atau monyet. Hal ini didasarkan pada logika sederhana: jika sebuah entitas A hanya diketahui sebagian sedangkan bagian tersebut sama dengan bagian yang sama dari entitas B, maka lebih logis dikatakan bahwa entitas A dan entitas B  adalah &lt;b&gt;sama&lt;/b&gt; dibandingkan dikatakan &lt;b&gt;berbeda&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, klaim bahwa fosil-fosil tersebut berasal dari spesies-antara adalah lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat pendukung teori evolusi, tidak perlu kecewa. Masih ada satu harapan, yaitu dengan analisis DNA. Meski DNA fosil sendiri sulit dibangun ulang karena banyak terkontaminasi, mungkin ke depan ditemukan teknologi yang mampu mendapatkan DNA yang "bersih". Namun, untuk sementara hasil penelitian di bidang ini juga tidak menunjukkan dukungan ke teori evolusi. Salah satu jenis DNA, yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mitochondrial DNA&lt;/span&gt; (mtDNA), tidak bisa digunakan untuk menetukan spesies dari sebuah fosil (masih diperdebatkan). Artinya, mtDNA tidak dapat digunakan untuk menentukan apakah sebuah fosil adalah manusia, monyet, atau spesies-antara. Tetapi, lagi-lagi, tidak perlu kecewa. Masih ada satu harapan lagi, yaitu n&lt;span style="font-style: italic;"&gt;uclear DNA&lt;/span&gt;, yang semoga ke depan bisa memberikan hasil yang lebih baik sehingga bisa menentukan secara pasti tentang spesies dari fosil-fosil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara fakta, memang ada bagian tertentu yang "mirip" antara spesies makhluk hidup. Demikian juga dengan manusia dan spesies binatang yang lain. Secara fisik, manusia lebih mirip dengan monyet. Secara kecerdasan, lebih mirip dengan octopus atau lumba-lumba. Dan secara sosial, manusia lebih mirip dengan semut atau lebah. Tetapi secara umum, jelas sekali terlihat perbedaanya. Manusia tetap berbeda baik secara fisik, secara psikologis/kecerdasan, maupun secara sosial. Itu adalah fakta ilmiahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara analisis, teori evolusi seperti disusun dengan analisis yang rasional terhadap  fakta kemiripan makhluk hidup. Tetapi logikanya belum tentu tepat. Rumah dan mobil sama-sama punya atap. Tetapi sejarah tidak membuktikan bahwa dulu ada "nenek moyang" antara rumah dan mobil, atau rumah adalah "nenek moyang" mobil, atau mobil adalah "nenek moyang" rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara ilmiah, teori tetap perlu dibuktikan. Dan sebelum ada bukti valid, tidak seharusnya digunakan untuk membangun teori-teori lain, seperti yang berkembang saat ini: evolusi kecerdasan, evolusi agama, atau evolusi-evolusi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali bicara fakta, fosil adalah fakta. Dan faktanya, fosil tersebut sama dengan kerangka manusia (kecuali 1 jenis fosil yang sama dengan simpanse). Berarti fosil tersebut adalah manusia. Jadi, manusia purba adalah ADA. Tetapi faktanya, manusia purba tersebut tidak berbeda dengan manusia saat ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-2837734125100406138?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/2837734125100406138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=2837734125100406138' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/2837734125100406138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/2837734125100406138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2010/04/teori-evolusi-bagian-2-manusia-purba.html' title='Teori Evolusi (Bagian 2) : Manusia Purba memang ADA'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-5204717024378156112</id><published>2010-02-14T15:13:00.005+07:00</published><updated>2010-02-14T17:27:07.109+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Kepolosan Anak-anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak kecil itu memang polos. Berpikirnya sederhana. Karena sederhana, mereka cenderung untuk berkata jujur. Selain itu, mereka juga tidak bisa bermain dengan kata-kata. Kata-kata dari orang tua akan dipahami apa-adanya. Janganlah diharapkan mereka bisa melakukan analogi  atau pengembangan terhadap apa yang kita sampaikan. Pernah saya mendapat pelajaran dari seorang psikolog bahwa "anak kecil itu bukan orang dewasa yang bertubuh kecil". Artinya, bahwa jangan berharap bahwa anak kecil itu bisa berpikir seperti orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah saya berikut tentang anak kedua saya yang berumur 4 tahun,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; insya Allah&lt;/span&gt;, cukup menarik untuk diambil pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak beberapa waktu yang lalu kami melarang ada gambar atau patung hewan atau manusia di rumah. Terutama jika gambar itu di tempat-tempat yang terhormat seperti dinding, gordein, buku, dll. Masih kami bolehkan jika gambar itu berada di tempat-tempat yang hina seperti karpet, tikar, ataupun keset. Jika terpaksa harus ada gambar maka wajahnya kita rusak, misalnya ditutup wajahnya menggunakan spidol ataupun kertas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata anak kedua saya itu, sebut saja AL, sangat konsisten dengan aturan kami ini. Suatu saat dia mendapat hadiah buku yang banyak gambar hewan dan manusianya. Tanpa kami perintah, dia langsung meminta kami untuk menutupi wajah semua gambar yang ada di dalam buku. Demikian juga waktu kami belikan sikat gigi baru. Dia langsung meminta menutup wajah gambar orang yang ada di gagang sikat gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu saat kami belikan mainan kereta yang ada gambar wajahnya, yang disebut dengan Thomas dan Kawan-kawan. Dia membawa kereta-kereta itu ke mamanya dan bermaksud untuk meminta menutup wajah. Mungkin dia merasa kereta itu akan kehilangan identitas Thomasnya - artinya akan menjadi kereta mainan biasa - jika ditutup wajahnya, dia mengurungkan maksudnya dan berkata, "Tetapi, Ma, ini 'kan kereta bukan gambar orang. Jadi wajahnya tidak perlu ditutup. Kalau ini gambar orang maka wajahnya harus ditutup". Begitu kira-kira dia berkilah. Dengan menahan senyum, mamanya mengiyakan karena memang yang harus ditutup adalah gambar wajah orang atau hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, agar tidak mengganggu kakaknya yang sedang belajar, dia diminta mamanya untuk menggambar. Awalnya dia menggambar sekenanya, hanya berupa coretan-coretan. Mamanya pun meminta menggambar orang biar sedikit ada wujudnya. Setelah beberapa saat, dia kembali ke mamanya dan berkata dia telah selesai menggambar orang. Yang ada di kertas tetap hanya berupa coretan-coretan sehingga mamanya menanyakan yang mana gambar orangnya. Dia menjawab bahwa itu adalah wajah orang yang sudah dicoret-coret (dihilangkan) wajahnya. Hehehe.... rupanya dia tetap ingat bahwa wajah gambar orang harus ditutup, atau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi cerita tentang musik. Kami melarang mendengarkan musik, termasuk menyanyi. Tetapi waktu itu kami berkata bahwa di rumah tidak boleh ada musik dan nyanyian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, dia diantar dan dijemput mamanya ke taman kanak-kanak. Suatu saat, selama perjalanan pulang dari taman kanak-kanak ke rumah dia menyanyi. Mamanya pun mengingatkan bahwa tidak boleh menyanyi. Dia pun menjawab bahwa dia sedang di luar jadi boleh menyanyi karena yang dilarang adalah menyanyi di rumah. Mamanya tidak bisa berkata apa-apa karena perkataan kami sebelumnya adalah "di rumah tidak boleh ada musik dan nyanyian", bukan dilarang dimana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain si kecil dengan kepolosannya, lain pula dengan si besar, kakaknya yang sudah berumur 9 tahun. Pernah mereka berdua di tinggal di rumah oleh mamanya ke supermarket untuk belanja. Setelah pulang dan beristirahat beberapa saat, mamanya mendengar si kecil merengek-rengek ke kakak. Ternyata yang direngekkan si kecil adalah agar kakaknya mengajarinya nyanyian yang tadi dinyanyikan si kakak saat mama mereka masih belanja di supermarket. Kakaknya tidak berkutik dan tidak bisa mengelak saat diintegorasi mamanya tentang nyanyian itu. Karena kepolosannya, anak kecil itu memang tidak bisa berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kecil itu memang polos. Kadang-kadang membikin orang tuanya dapat tertawa geli. Dan yang paling menguntungkan adalah mereka selalu berkata jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-5204717024378156112?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/5204717024378156112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=5204717024378156112' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/5204717024378156112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/5204717024378156112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2010/02/kepolosan-anak-anak.html' title='Kepolosan Anak-anak'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-4732545267625641195</id><published>2010-02-11T18:00:00.026+07:00</published><updated>2010-02-11T19:49:03.224+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama (Islam)'/><title type='text'>Lewat Kejujuran ....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hadits berikut menceritakan pertemuan antara Heraclius, Raja Romawi, dan Abu Sufyan رضي الله عنه, yang saat itu masih kafir. Waktu itu Heraclius baru saja menerima surat dari Rasulullah صلى الله عليه و سلم dan Abu Sofyan رضي الله عنه sedang berdagang ke Bizantium, ibukota Romawi. Pertemuan itu bertujuan untuk menanyakan perihal Rasulullah صلى الله عليه و سلم, yang mengaku sebagai nabi dan saat itu sudah ada di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pertemuan itu, Heraclius dapat mengenali kenabian Rasulullah صلى الله عليه و سلم, diantaranya karena sifat jujur beliau صلى الله عليه و سلم sebagaimana diceritakan Abu Sufyan رضي الله عنه . Logika yang dipakai oleh Heraclius adalah kalau seseorang selalu jujur terhadap orang lain maka tidak mungkin orang itu akan berbohong terhadap Allah سبحانه و تعلى . Demikian juga dengan sifat Rasulullah صلى الله عليه و سلم yang selalu menepati janji. Heraclius yakin bahwa seorang nabi tidak akan melanggar janji. Serta sifat-sifat lain yang merupakan sifat-sifat kenabian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, membaca isi surat Rasulullah صلى الله عليه و سلم , kita bisa melihat tingginya akhlak beliau صلى الله عليه و سلم . Meskipun kepada raja yang beragama Nasrani, Rasulullah صلى الله عليه و سلم tetap menggunakan bahasa yang santun. Tidak ada caci maki di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat, dan mohon maaf saya menggunakan terjemahan bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas  رضي الله عنه :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allah's Apostle wrote to Caesar and invited him to Islam and sent him his letter with Dihya Al-Kalbi whom Allah's Apostle ordered to hand it over to the Governor of Busra who would forward it to Caesar. Caesar as a sign of gratitude to Allah, had walked from Hims to Ilya (i.e. Jerusalem) when Allah had granted Him victory over the Persian forces. So, when the letter of Allah's Apostle reached Caesar, he said after reading t, 'Seek for me any one of his people! (Arabs of Quraish tribe) if present here, in order to ask him about Allah's Apostle. At that time Abu Sufyan bin Harb was in Sham with some men frown Quraish who had come (to Sham) as merchants during the truce that had been concluded between Allah's Apostle; and the infidels of Quraish. Abu Sufyan said, Caesar's messenger found us somewhere in Sham so he took me and my companions to Ilya and we were admitted into Ceasar's court to find him sitting in his royal court wearing a crown and surrounded by the senior dignitaries of the Byzantine. He said to his translator. 'Ask them who amongst them is a close relation to the man who claims to be a prophet." Abu Sufyan added, "I replied, 'I am the nearest relative to him.' He asked, 'What degree of relationship do you have with him?' I replied, 'He is my cousin,' and there was none of Bani Abu Manaf in the caravan except myself. Caesar said, 'Let him come nearer.' He then ordered that my companions stand behind me near my shoulder and said to his translator, 'Tell his companions that I am going to ask this man about the man who claims to be a prophet. If he tells a lie, they should contradict him immediately." Abu Sufyan added, "By Allah ! Had it not been shameful that my companions label me a liar, I would not have spoken the truth about him when he asked me. But I considered it shameful to be called a liar by my companions. So I told the truth. He then said to his translator, 'Ask him what kind of family does he belong to.' I replied, 'He belongs to a noble family amongst us.' He said, 'Have anybody else amongst you ever claimed the same before him? 'I replied, 'No.' He said, 'Had you ever blamed him for telling lies before he claimed what he claimed? ' I replied, 'No.' He said, 'Was anybody amongst his ancestors a king?' I replied, 'No.' He said, "Do the noble or the poor follow him?' I replied, 'It is the poor who follow him.' He said, 'Are they increasing or decreasing (day by day)?' I replied,' They are increasing.' He said, 'Does anybody amongst those who embrace his (the Prophet's) Religion become displeased and then discard his Religion?'. I replied, 'No. ' He said, 'Does he break his promises? I replied, 'No, but we are now at truce with him and we are afraid that he may betray us." Abu Sufyan added, "Other than the last sentence, I could not say anything against him. Caesar then asked, 'Have you ever had a war with him?' I replied, 'Yes.' He said, 'What was the outcome of your battles with him?' I replied, 'The result was unstable; sometimes he was victorious and sometimes we.' He said, 'What does he order you to do?' I said, 'He tells us to worship Allah alone, and not to worship others along with Him, and to leave all that our fore-fathers used to worship. He orders us to pray, give in charity, be chaste, keep promises and return what is entrusted to us.' When I had said that, Caesar said to his translator, 'Say to him: I ask you about his lineage and your reply was that he belonged to a noble family. In fact, all the apostles came from the noblest lineage of their nations. Then I questioned you whether anybody else amongst you had claimed such a thing, and your reply was in the negative. If the answer had been in the affirmative, I would have thought that this man was following a claim that had been said before him. When I asked you whether he was ever blamed for telling lies, your reply was in the negative, so I took it for granted that a person who did not tell a lie about (others) the people could never tell a lie about Allah. Then I asked you whether any of his ancestors was a king. Your reply was in the negative, and if it had been in the affirmative, I would have thought that this man wanted to take back his ancestral kingdom. When I asked you whether the rich or the poor people followed him, you replied that it was the poor who followed him. In fact, such are the followers of the apostles. Then I asked you whether his followers were increasing or decreasing. You replied that they were increasing. In fact, this is the result of true faith till it is complete (in all respects). I asked you whether there was anybody who, after embracing his religion, became displeased and discarded his religion; your reply was in the negative. In fact, this is the sign of true faith, for when its cheerfulness enters and mixes in the hearts completely, nobody will be displeased with it. I asked you whether he had ever broken his promise. You replied in the negative. And such are the apostles; they never break their promises. When I asked you whether you fought with him and he fought with you, you replied that he did, and that sometimes he was victorious and sometimes you. Indeed, such are the apostles; they are put to trials and the final victory is always theirs. Then I asked you what he ordered you. You replied that he ordered you to worship Allah alone and not to worship others along with Him, to leave all that your fore-fathers used to worship, to offer prayers, to speak the truth, to be chaste, to keep promises, and to return what is entrusted to you. These are really the qualities of a prophet who, I knew (from the previous Scriptures) would appear, but I did not know that he would be from amongst you. If what you say should be true, he will very soon occupy the earth under my feet, and if I knew that I would reach him definitely, I would go immediately to meet Him; and were I with him, then I would certainly wash his feet.' " Abu Sufyan added, "Caesar then asked for the letter of Allah's Apostle and it was read. Its contents were:-- &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "In the name of Allah, the most Beneficent, the most Merciful (This letter is) from Muhammad, the slave of Allah, and His Apostle, to Heraculius, the Ruler of the Byzantine. Peace be upon the followers of guidance. Now then, I invite you to Islam (i.e. surrender to Allah), embrace Islam and you will be safe; embrace Islam and Allah will bestow on you a double reward. But if you reject this invitation of Islam, you shall be responsible for misguiding the peasants (i.e. your nation). O people of the Scriptures! Come to a word common to you and us and you, that we worship. None but Allah, and that we associate nothing in worship with Him; and that none of us shall take others as Lords besides Allah. Then if they turn away, say: Bear witness that we are (they who have surrendered (unto Him)..(QS. Ali Imron:64) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Abu Sufyan added, "When Heraclius had finished his speech, there was a great hue and cry caused by the Byzantine Royalties surrounding him, and there was so much noise that I did not understand what they said. So, we were turned out of the court. When I went out with my companions and we were alone, I said to them, 'Verily, Ibn Abi Kabsha's (i.e. the Prophet's) affair has gained power. This is the King of Bani Al-Asfar fearing him." Abu Sufyan added, "By Allah, I remained low and was sure that his religion would be victorious till Allah converted me to Islam, though I disliked it " (HR. Bukhari: Volume 4, Book 52, Number 191)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;حدثنا ‏ ‏إبراهيم بن حمزة ‏ ‏حدثنا ‏ ‏إبراهيم بن سعد ‏ ‏عن ‏ ‏صالح بن كيسان ‏ ‏عن ‏ ‏ابن شهاب ‏ ‏عن ‏ ‏عبيد الله بن عبد الله بن عتبة ‏ ‏عن ‏ ‏عبد الله بن عباس ‏ ‏رضي الله عنهما ‏ ‏أنه أخبره ‏ ‏أن رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏كتب إلى ‏ ‏قيصر ‏ ‏يدعوه إلى الإسلام وبعث بكتابه إليه مع ‏ ‏دحية الكلبي ‏ ‏وأمره رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏أن يدفعه إلى عظيم ‏ ‏بصرى ‏ ‏ليدفعه إلى ‏ ‏قيصر ‏ ‏وكان ‏ ‏قيصر ‏ ‏لما كشف الله عنه جنود ‏ ‏فارس ‏ ‏مشى من ‏ ‏حمص ‏ ‏إلى ‏ ‏إيلياء ‏ ‏شكرا لما أبلاه الله فلما جاء ‏ ‏قيصر ‏ ‏كتاب رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال حين قرأه التمسوا لي ها هنا أحدا من قومه لأسألهم عن رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏قال ‏ ‏ابن عباس ‏ ‏فأخبرني ‏ ‏أبو سفيان بن حرب&lt;br /&gt; ‏&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:130%;" &gt;‏أنه كان ‏ ‏بالشأم ‏ ‏في رجال من ‏ ‏قريش ‏ ‏قدموا تجارا في المدة التي كانت بين رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏وبين كفار ‏ ‏قريش ‏ ‏قال ‏ ‏أبو سفيان ‏ ‏فوجدنا رسول ‏ ‏قيصر ‏ ‏ببعض ‏ ‏الشأم ‏ ‏فانطلق بي وبأصحابي حتى قدمنا ‏ ‏إيلياء ‏ ‏فأدخلنا عليه فإذا هو جالس في مجلس ملكه وعليه التاج وإذا حوله عظماء ‏ ‏الروم ‏ ‏فقال لترجمانه سلهم أيهم أقرب نسبا إلى هذا الرجل الذي يزعم أنه نبي قال ‏ ‏أبو سفيان ‏ ‏فقلت أنا أقربهم إليه نسبا قال ما قرابة ما بينك وبينه فقلت هو ابن عمي وليس في الركب يومئذ أحد من ‏ ‏بني عبد مناف ‏ ‏غيري فقال ‏ ‏قيصر ‏ ‏أدنوه وأمر بأصحابي فجعلوا خلف ظهري عند كتفي ثم قال لترجمانه قل لأصحابه إني سائل هذا الرجل عن الذي يزعم أنه نبي فإن كذب فكذبوه قال ‏ ‏أبو سفيان ‏ ‏والله لولا الحياء يومئذ من أن يأثر أصحابي عني الكذب لكذبته حين سألني عنه ولكني استحييت أن يأثروا الكذب عني فصدقته ثم قال لترجمانه قل له كيف نسب هذا الرجل فيكم قلت هو فينا ذو نسب قال فهل قال هذا القول أحد منكم قبله قلت لا فقال كنتم تتهمونه على الكذب قبل أن يقول ما قال قلت لا قال فهل كان من آبائه من ملك قلت لا قال فأشراف الناس يتبعونه أم ضعفاؤهم قلت بل ضعفاؤهم قال فيزيدون أو ينقصون قلت بل يزيدون قال فهل يرتد أحد سخطة لدينه بعد أن يدخل فيه قلت لا قال فهل يغدر قلت لا ونحن الآن منه في مدة نحن نخاف أن يغدر قال ‏ ‏أبو سفيان ‏ ‏ولم يمكني كلمة أدخل فيها شيئا أنتقصه به لا أخاف أن تؤثر عني غيرها قال فهل قاتلتموه أو قاتلكم قلت نعم قال فكيف كانت حربه وحربكم قلت كانت ‏ ‏دولا ‏ ‏وسجالا ‏ ‏يدال ‏ ‏علينا المرة ‏ ‏وندال ‏ ‏عليه الأخرى قال فماذا يأمركم به قال يأمرنا أن نعبد الله وحده لا نشرك به شيئا وينهانا عما كان يعبد آباؤنا ويأمرنا بالصلاة والصدقة والعفاف والوفاء بالعهد وأداء الأمانة فقال لترجمانه حين قلت ذلك له قل له إني سألتك عن نسبه فيكم فزعمت أنه ذو نسب وكذلك الرسل تبعث في نسب قومها وسألتك هل قال أحد منكم هذا القول قبله فزعمت أن لا فقلت لو كان أحد منكم قال هذا القول قبله قلت رجل ‏ ‏يأتم ‏ ‏بقول قد قيل قبله وسألتك هل كنتم تتهمونه بالكذب قبل أن يقول ما قال فزعمت أن لا فعرفت أنه لم يكن ليدع الكذب على الناس ويكذب على الله وسألتك هل كان من آبائه من ملك فزعمت أن لا فقلت لو كان من آبائه ملك قلت يطلب ملك آبائه وسألتك أشراف الناس يتبعونه أم ضعفاؤهم فزعمت أن ضعفاءهم اتبعوه وهم أتباع الرسل وسألتك هل يزيدون أو ينقصون فزعمت أنهم يزيدون وكذلك الإيمان حتى يتم وسألتك هل يرتد أحد سخطة لدينه بعد أن يدخل فيه فزعمت أن لا فكذلك الإيمان حين تخلط بشاشته القلوب لا يسخطه أحد وسألتك هل يغدر فزعمت أن لا وكذلك الرسل لا يغدرون وسألتك هل قاتلتموه وقاتلكم فزعمت أن قد فعل وأن حربكم وحربه تكون ‏ ‏دولا ‏ ‏ويدال ‏ ‏عليكم المرة ‏ ‏وتدالون ‏ ‏عليه الأخرى وكذلك الرسل تبتلى وتكون لها العاقبة وسألتك بماذا يأمركم فزعمت أنه يأمركم أن تعبدوا الله ولا تشركوا به شيئا وينهاكم عما كان يعبد آباؤكم ويأمركم بالصلاة والصدقة والعفاف والوفاء بالعهد وأداء الأمانة قال وهذه صفة النبي قد كنت أعلم أنه خارج ولكن لم أظن أنه منكم وإن يك ما قلت حقا فيوشك أن يملك موضع قدمي هاتين ولو أرجو أن أخلص إليه ‏ ‏لتجشمت ‏ ‏لقيه ولو كنت عنده لغسلت قدميه قال ‏ ‏أبو سفيان ‏ ‏ثم دعا بكتاب رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏فقرئ فإذا فيه ‏ ‏بسم الله الرحمن الرحيم ‏ ‏من ‏ ‏محمد ‏ ‏عبد الله ورسوله إلى ‏ ‏هرقل ‏ ‏عظيم ‏ ‏الروم ‏ ‏سلام على من اتبع الهدى أما بعد فإني أدعوك بدعاية الإسلام أسلم تسلم وأسلم يؤتك الله أجرك مرتين فإن توليت فعليك إثم ‏ ‏الأريسيين ‏ ‏و&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://quran.al-islam.com/Display/Display.asp?l=arb&amp;amp;nType=1&amp;amp;nSora=3&amp;amp;nAya=64" target="_blank"&gt;يا ‏ ‏أهل الكتاب ‏ ‏تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم ألا نعبد إلا الله ولا نشرك به شيئا ولا يتخذ بعضنا بعضا أربابا من دون الله فإن تولوا فقولوا اشهدوا بأنا مسلمون ‏&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;قال ‏ ‏أبو سفيان ‏ ‏فلما أن قضى مقالته علت أصوات الذين حوله من عظماء ‏ ‏الروم ‏ ‏وكثر لغطهم فلا أدري ماذا قالوا وأمر بنا فأخرجنا فلما أن خرجت مع أصحابي وخلوت بهم قلت لهم لقد ‏ ‏أمر ‏ ‏أمر ‏ ‏ابن أبي كبشة ‏ ‏هذا ملك ‏ ‏بني الأصفر ‏ ‏يخافه قال ‏ ‏أبو سفيان ‏ ‏والله ما زلت ذليلا مستيقنا بأن أمره سيظهر حتى أدخل الله قلبي الإسلام وأنا كاره&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-4732545267625641195?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/4732545267625641195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=4732545267625641195' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/4732545267625641195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/4732545267625641195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2010/02/lewat-kejujuran.html' title='Lewat Kejujuran ....'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-1437861503012835511</id><published>2010-01-03T21:31:00.011+07:00</published><updated>2010-01-04T04:00:21.865+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OOT'/><title type='text'>Bulan Desember di Dresden (bag. 2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari kelima kisah tersebut, dapat diambil pelajaran sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kisah Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini akibat memahami toleransi tanpa mengetahui lebih detail definisi toleransi yang diijinkan. Agama Islam mengajarkan toleransi lengkap dengan definisinya sehingga batas-batasnya sudah jelas. Salah satu batasnya adalah tidak mengikuti perayaan agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mereka berdalih bahwa acara itu jauh dari acara religi. Tetapi nama acara itu sendiri adalah acara religi. Tambahan lagi, di backdrope-nya terpampang tulisan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;frohe weihnachten&lt;/span&gt; (Selamat weihnacht). Kalau mau mencari celah-celah pembenaran, pasti kita menemukan celah itu karena memang manusia dilengkapi dengan akal yang sangat cerdas sehingga bisa mencari celah yang sangat kecil sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, mereka berdalih untuk mengharumkan nama bangsa. Setiap saat, kita akan selalu dihadapkan 2 pilihan yang tergantung 2 posisi kita yang berbeda, yang kadang-kadang memang berat untuk memilihnya. Dalam kisah ini, pilihannya adalah:&lt;br /&gt;a. mengikuti acara untuk mengharumkan nama bangsa (sebagai WNI), atau&lt;br /&gt;b. meninggalkannya karena larangan agama (sebagai muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pilihan ini tidak sulit. Larangan agama harusnya didahulukan daripada nama bangsa. Apalagi nama bangsa bisa diharumkan dengan cara lain. Ironisinya, pernah suatu saat masjid meminta muslim Indonesia untuk terlibat dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;open house &lt;/span&gt;masjid. Mereka mewakili muslim Indonesia. Tetapi sayang sekali, mereka tidak bersedia. Padahal dalam hal ini mereka berperan sebagai muslim dan sebagai WNI sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kisah Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Acara keagamaan bisa kehilangan makna utamanya. Dari kisah itu, kita melihat bahwa acara keagamaan sudah terlupakan oleh perayaan-perayaan, pesta, makan-makan, dll. Dan ini bisa saja terjadi dalam agama Islam. Memang Idul Fitri maupun Idul Adha adalah waktu bersenang-senang seperti yang disabdakan Rasulullah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sholallahu 'alaihi wassalaam&lt;/span&gt;. Tetapi juga jangan sampai kehilangan tujuan dan cara merayakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh adalah acara mudik yang harus mengorbankan banyak uang dan acara pesta yang cenderung berfoya-foya. Pasti kita sudah maklum bahwa menjelang hari-hari perayaan tersebut harga-harga akan naik tajam. Harga-harga ini naik karena ulah kita juga. Bagi orang kaya, kenaikan harga ini tidak menimbulkan masalah. Tetapi bagi keluarga miskin, tentu sangat berat. Jelas ini berkebalikan dengan tujuan hari raya, yaitu agar setiap orang bergembira, termasuk orang-orang yang tidak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, pelajaran yang perlu kita ambil dari kisah kedua ini adalah jangan sampai kita membuat Idul Fitri dan Idul Adha kita, hari raya yang hanya diijinkan oleh Rasulullah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sholallahu 'alaihi wassalaam&lt;/span&gt;, menjadi kehilangan nilai-nilai keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kisah Ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan bukan rahmat. Kita sering mendengar hadits "perbedaan adalah rahmat". Meskipun sudah dibuktikan bahwa hadits ini tidak ada asalnya, tetapi masih banyak orang yang menggunakannya. Padahal praktek di lapangan menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah rahmat. Kisah ketiga adalah contohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menghadapi undangan weihnacht party ada 2 pendapat yang berbeda, yang satu mengharamkan dan yang lainnya menghalalkan. Ada 2 alasan pendapat yang mengharamkan, yaitu karena acara itu adalah perayaan agama lain dan karena di pesta itu terdapat minuman anggur. Padahal Rasulullah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sholallahu 'alaihi wassalaam&lt;/span&gt; melarang muslim menghadiri majelis yang di dalamnya tersedia minuman keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua staff yang tidak hadir adalah muslim yang meyakini pendapat haram. Apa alasan yang dipakai saat ditanyakan professor? Kalau menggunakan alasan agama, tidak bisa diterima karena ada muslim lain -bahkan lebih banyak- yang menghadirinya. Terpaksa mereka menggunakan alasan lain, yang sebenarnya tidak begitu kuat. Artinya, dengan alasan itu ada point negatif terhadap kedua staff tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal secara dalil, belum tentu yang terkena efek negatif ini adalah muslim dengan pendapat yang salah. Bisa jadi juga pendapat yang mereka pegang adalah pendapat yang lebih kuat dan benar. Tetapi itulah efek dari perbedaan. Jadi benar, bahwa perbedaan itu bukanlah rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kisah Keempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Baru kali ini saya menemukan orang Jerman sekejam itu. Karena beragama Islam, dia berusaha agar muslim tidak bisa menjalankan agamanya. Kalau perlu, memaksanya dengan hukuman harus berada di luar rumah seharian di cuaca bulan desember yang sangat dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alhamdulillah&lt;/span&gt; masih ada saudara muslimah yang mau menampungnya beberapa hari. Dan dia sangat ikhlas menolongnya. Di sini saya bisa merasakan masih ada muslim yang tetap menganggap muslim lain adalah saudara, yang siap menolong saudara-saudaranya yang dalam kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin orang Jerman itu terkejut dengan kejadian itu. Karena sebelumnya dia heran karena muslimah itu ternyata punya teman-teman yang sangat baik walaupun baru beberapa bulan berada di Jerman. Sedangkan dia sendiri tidak punya teman seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi teringat dengan sabda Rasulullah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sholallahu 'alaihi wassalaam&lt;/span&gt; bahwa antar muslim itu adalah bersaudara. Karena bersaudara, antar muslim harus tolong menolong. Namun konsep tolong-menolong yang diajarkan Rasulullah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sholallahu 'alaihi wassalaam&lt;/span&gt; lebih luas dari pada itu.  Dengan ringkas, konsep tolong menolong Islam adalah:&lt;br /&gt;a. segeralah menolong siapa saja yang kesusahan&lt;br /&gt;b. janganlah mudah meminta tolong orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kisah Kelima&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jangan bumbui ajaran agama dengan kebohongan. Agama Islam sangat menekankan kejujuran dan sangat melarang &lt;a href="http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2009/10/hati-hati-dengan-bercanda.html"&gt;berbohong walaupun hanya bercanda&lt;/a&gt;. Kalau bercanda saja dilarang berbohong, apalagi untuk masalah agama. Efeknya memang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kisah weihnachtmann di kisah kelima adalah contohnya. Cerita ini memang cerita bohong yang diberikan ke anak kecil. Akibatnya, setelah mereka dewasa, mereka tahu dengan sendirinya bahwa itu adalah bohong. Sehingga mereka malah meremehkan tokoh tersebut. Sehingga bukan pemandangan yang aneh lagi kalau kita dapati tokoh itu diperani oleh seorang wanita yang berpakaian tidak pantas (red. maaf), atau tempat-tempat maksiat dan kemaksiatan menggunakan tokoh ini sebagai bintang iklan. Efek yang lebih besar adalah mereka menjadi tidak percaya lagi dengan ajaran agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan pernah memberikan kebohongan dalam ajaran agama, seperti kisah palsu atau malah hadits palsu. Mungkin efek awalnya akan bagus. Tetapi efek jangka panjangnya bisa sangat mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-1437861503012835511?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/1437861503012835511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=1437861503012835511' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/1437861503012835511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/1437861503012835511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2010/01/bulan-desember-di-dresden-bag-2.html' title='Bulan Desember di Dresden (bag. 2)'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-6831799515093833292</id><published>2009-12-24T15:35:00.009+07:00</published><updated>2009-12-26T17:09:09.830+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OOT'/><title type='text'>Bulan Desember di Dresden (bag. 1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di bulan Desember ini, ada beberapa kejadian, yang saya kira perlu dijadikan pelajaran buat kita. Tidak bermaksud menyakiti penganut agama lain, tulisan ini hanya bermaksud memberikan pelajaran buat kaum muslimin, untuk perbaikan diri sendiri. Kebetulan kisahnya (mungkin) terkait dengan kegiatan agama lain. Kegiatan itu adalah Weihnacht.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kisah Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;International Office TU Dresden mengadakan acara  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Weihnacht Party&lt;/span&gt;. Selain mengundang mahasiswa TU Dresden untuk hadir, juga mengundang perwakilan negara-negara lain untuk mengisi acara. Organisasi masyarakat Indonesia di Dresden antusias untuk mengisi acara tersebut, dan menampilkan sebuah tari yang dilakukan berkelompok. Sebagian besar dari penari itu adalah muslim dan muslimah (sekitar 80%). Padahal pesta itu memperingati perayaan agama lain, bukan agama Islam.&lt;br /&gt;Penari ini berlatih berhari-hari karena hampir semuanya belum pernah melakukan tari tersebut. Tentu saja bisa dianggap butuh waktu yang banyak. Apalagi tari ini adalah tari kelompok, yang menuntut kerjasama. Sehingga, meskipun pernah menarikannya, tetapi tetap perlu latihan kekompakan karena sebelumnya mereka bukan satu kelompok tari, hanya dibentuk saat mau tampil. Selain itu, muslim yang lain juga membantu dalam bentuk lain. Misalnya, menyediakan tempat  dan memberikan konsumsi bagi penari saat latihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kisah Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semester ini saya mengikuti kursus bahasa Jerman. Seminggu yang lalu adalah pertemuan terakhir dari kursus tersebut. Nah, di pertemuan terakhir itu, pelajaran diberikan dalam bentuk diskusi. Tema yang didiskusikan adalah tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Weihnacht&lt;/span&gt;. Saya adalah satu-satunya peserta yang muslim. Sedangkan sisanya memeluk agama yang saat ini sedang merayakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Weihnacht&lt;/span&gt;. Sebenarnya ada 1 peserta lagi yang berbeda agama tetapi dia tidak hadir di pertemuan terakhir tersebut.&lt;br /&gt;Karena pesertanya dari berbagai negara, mereka menceritakan perayaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Weihnacht&lt;/span&gt; di negara-negara masing-masing. Dari diskusi itu, saya dapatkan bahwa semuanya menceritakan tentang pesta perayaannya. Dan tidak menyinggung tentang peribadatan, yang seharusnya menjadi inti perayaan. Memang ada 1 peserta yang menyinggung tentang peribadatan, tetapi disinggung dalam sisi negatif, yaitu sebuah acara yang menjemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kisah Ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Research group saya juga mengadakan perayaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Weihnacht&lt;/span&gt;. Selain mengundang semua staff di research group, juga mengundang mahasiswa S2, tanpa memandang agama masing-masing. Tentu saja ini atas inisiatif professor sebagai kepala research group.&lt;br /&gt;Ceritnya, ada 2 staff research group yang tidak menghadiri, yang membikin kecewa professor itu. Kedua staff itu beragama Islam dan berpandangan bahwa Islam melarang muslim untuk menghadiri acara perayaan hari besar agama lain. Tetapi di sisi lain, ada mahasiswa muslim lain (bahkan banyak) yang mengikuti acara tersebut. Yang intinya, ada muslim yang menganggap bahwa menghadiri perayaan hari besar agama lain adalah boleh (halal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kisah Keempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Ada seorang muslimah muallaf yang bekerja sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Au Pair&lt;/span&gt; di keluarga Jerman, yang mempunyai 4 orang anak yang masih kecil. Keluarga ini mengaku tidak percaya adanya Tuhan. Dengan kata lain mereka adalah atheis. Muslimah tersebut berpindah agama saat sudah bekerja di keluarga tersebut.&lt;br /&gt;Awalnya mereka membolehkan muslimah tersebut untuk berjilbab. Tetapi lama-kelamaan mereka berusaha melarang sedikit demi sedikit. Awalnya, hanya melarang saat mengantar dan menjemput anak-anak mereka ke sekolah. Lama-lama mereka melarang memakai jilbab saat di rumah. Jadi, hanya saat keluar rumah dan sendirian saja, dia bisa mengenakan jilbabnya.&lt;br /&gt;Puncaknya adalah saat perayaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;weihnacht&lt;/span&gt;. Awalnya, mereka berencana mengadakan pesta di rumah dengan mengundang keluarga dan teman-temannya. Dan, sudah pasti mereka akan melarang muslimah tersebut untuk mengenakan jilbab saat di rumah. Tetapi mereka membolehkan mengenakan jilbab tersebut asalkan tidak berada di rumah. Padahal itu akan berlangsung selama 2 hari.&lt;br /&gt;Saya tidak bisa membayangkan apa yang ada dalam pikiran mereka. Yang saya tahu, itu akan menjadi masalah besar buat muslimah itu, yang tidak punya saudara sendiri di Dresden karena dia berasal dari sebuah negara di Afrika. Tetapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alhamdulillah&lt;/span&gt;, ada saudara karena agama, seorang muslimah, yang bersedia membantu dengan menampung di rumahnya selama 2 hari tersebut.&lt;br /&gt;Namun, mendekati hari H, keluarga itu berubah pikiran. Pesta itu tidak jadi di keluarga mereka, tetapi ke tempat lain, di kota Stuttgart. Untuk yang terakhir ini, mereka tidak memberi pilihan ke muslimah tadi. Dia harus ikut dan selama itu dia tidak boleh mengenakan jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kisah Kelima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Beberapa hari menjelang hari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;weihnacht&lt;/span&gt; anak pertama saya masih sekolah. Sepulang sekolah dia menunjukkan hadiah yang diperoleh dari gurunya. Hadiah itu berupa sebuah buku yang bagus, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alhamdulillah&lt;/span&gt;. Menurutnya dia dapat hadiah karena prestasi hari itu bagus. Selain dia, ada 4 siswa lagi yang juga mendapat hadiah.&lt;br /&gt;Kemudian dia bercerita. Katanya bahwa hadiah itu berasal dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;weihnachtmann&lt;/span&gt;. Bu Gurunya yang mengatakan demikian. Menurut Bu Guru, yang berprestasi bagus hari itu akan mendapatkan hadiah dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;weihnachtmann&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Karena kita tahu pasti bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;weihnachtmann&lt;/span&gt; itu tidak ada, saya dan isteri saya pun mencoba menerangkan bahwa itu adalah bohong. Hadiah itu bukan berasal dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;weihnachtmann&lt;/span&gt; tetapi dari Bu Guru atau dari sekolah. Mereka membelinya di toko dekat sekolahan, yang juga dekat dengan rumah tinggal kami. Kami tidak mau anak kami diberi cerita bohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bersambung)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-6831799515093833292?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/6831799515093833292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=6831799515093833292' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6831799515093833292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6831799515093833292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2009/12/bulan-desember-di-dresden-bag-1.html' title='Bulan Desember di Dresden (bag. 1)'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-8884454826218746676</id><published>2009-12-12T17:23:00.006+07:00</published><updated>2009-12-12T17:55:00.161+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media Massa'/><title type='text'>Penipuan VIA ATM Lagi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ini, biasanya penipuan via ATM diawali dengan SMS yang memberitahukan bahwa calon korban mendapat hadiah. Hadiah tersebut akan dikirim lewat ATM. Pengiriman ini dilakukan dengan cara, yaitu korban datang ke ATM dan diminta melakukan sesuatu berdasarkan panduan yang diberikan oleh pemberi hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam kisah yang saya tulis ini, korban ke ATM dengan tujuan untuk mengecek apakah transfer ke rekening dia sudah masuk atau belum.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HATI-HATI PENIPUAN VIA ATM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat ada seorang laki-laki menelpon saya dengan mengaku akan pesan 3 item barang. Karena jumlah masing-masing item cukup banyak maka saya katakan bahwa saya akan menghubungi distributor untuk memastikan barang tersebut ada/tidak. Selang berapa hari saya menelpon pemesan tadi untuk memberitahu bahwa barang itu ada. Tapi saya mengatakan bahwa barang yang dipesan akan saya kirim setelah uang ditransfer. Maka dia akan menyanggupi dengan meminta no rek saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, dia kirim SMS untuk memberitahu saya bahwa dia telah kirim uang seharga barang yang dimaksud. Lalu saya cek saldo tabungan saya, ternyata tidak bertambah yang berarti uang tersebut tidak masuk. Dia dengan tenang menjawab, mungkin lagi ada gangguan jaringan. Besoknya saya cek lagi di ATM ternyata juga tidak masuk. Karena penasaran besoknya saya cek kembali, juga tidak masuk. Maka saya pun memberitahu orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia berkata, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bapak nanti ke ATM lagi lalu Bapak jangan mematikan HP kalau saya hubungi selama di ATM. Tunggu 2 menit karena saya akan menghubungi Halo B**&lt;/span&gt;", dengan nada meyakinkan. Sayapun percaya. Ketika saya di ATM itulah dia memandu saya untuk melakukan ini dan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terjadi transaksi baru saya sadar kalau uang saya berpindah ke rek orang tersebut, bukan uang dia yang terkirim ke rek saya. Singkat cerita, lalu orang tersebut tidak mengaktifkan lagi no HP yang digunakan untuk menghubungi saya selama ini. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;QoddaruLlah wama sya'a fa'al&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://majalah-nikah.com/"&gt;Majalah Nikah&lt;/a&gt;, No. 09, Volume 8, Tahun 2009.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-8884454826218746676?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/8884454826218746676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=8884454826218746676' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/8884454826218746676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/8884454826218746676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2009/12/penipuan-via-atm-lagi.html' title='Penipuan VIA ATM Lagi'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-5736103711568114305</id><published>2009-12-10T15:34:00.009+07:00</published><updated>2009-12-10T19:27:17.460+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat umum'/><title type='text'>Kuda Troya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang-orang informatika mengenal istilah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kuda Troya&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Trojan Horse&lt;/span&gt;) sebagai sebuah jenis virus komputer. Secara sederhana, cara kerja virus ini adalah menumpang di sebuah software,  yang mungkin kita perlukan. Saat kita menggunakan software ini, virus itu akan bekerja. Dan kebanyakan kita tidak menyadarinya karena kita pikir bahwa yang bekerja adalah software yang kita gunakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan istilah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kuda Troya&lt;/span&gt; ini tentu saja ada latar belakangnya. Hal itu disebabkan karena cara kerja virus itu yang memang mirip (atau memang sengaja meniru) kisah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kuda Troya&lt;/span&gt; dalam sejarah (mitos?) Yunani. Berikut kisah singkatnya:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Alkisah, terjadi peperangan antara kerajaan Yunani dengan kerajaan Troya. Sebenarnya dalam peperangan itu, Yunani bisa mengalahkan Troya. Tetapi Yunani tidak berhasil menembus benteng pertahanan Troya. Yunani membuat strategi agar bisa menembus benteng Troya.&lt;br /&gt;Komandan perang Yunani membuat patung kuda dari kayu yang cukup besar, yang perutnya berongga. Kemudian perut itu diisi dengan pasukan Yunani, termasuk komandannya.  Patung kuda ini dibawa saat peperangan. Dalam peperangan itu, pasukan Yunani melarikan diri dengan sengaja dan meninggalkan satu orang tentara dan patung kuda tersebut. Saat bertemu dengan pasukan Troya, tentara yg tertinggal ini pura-pura marah ke pasukan Yunani yang meninggalkannya sendirian. Dia juga meyakinkan pasukan Troya bahwa patung kuda ini aman.&lt;br /&gt;Pasukan Troya merasa meraih kemenangan dan mendapat rampasan patung kuda yang sangat besar dan bagus. Mereka membawa patung kuda dan tentara itu masuk ke dalam benteng. Saat mereka terlelap di malam hari setelah berpesta atas kemenangan mereka, pasukan Yunani yang berada di dalam patung kuda keluar dan menyerang kerajaan Troya dari dalam. Pasukan Yunani ini juga bisa membuka benteng dari dalam dan memasukkan pasukan yang lain, yang sudah siap di luar benteng. Dengan mudah mereka dapat mengalahkan kerajaan Troya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Buat orang Indonesia, mungkin tidak mengingat kisah ini karena hanya belajar sekali saja, yaitu saat mengikuti pelajaran sejarah di SMA. Itupun sangat kecil dibandingkan dengan keseluruhan materi pelajaran sejarah. Tetapi kisah ini sebenarnya tidak pernah hilang, bahkan tetap dijaga dan menjadi inspirasi orang-orang yang berhati jahat. Salah satunya adalah jenis virus yang saya tampilkan di muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tampilkan kisah itu di blog dengan tujuan bukan untuk &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;meniru&lt;/span&gt; strategi pasukan Yunani ini yang sebenarnya tidak jantan dan tidak ksatria, melainkan agar kita &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;waspada&lt;/span&gt; karena masih banyak orang jahat yang menirunya. Sejarah Indonesia sebenarnya banyak mencatat peristiwa-peristiwa yang sengaja atau tidak meniru strategi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya adalah pada masa penjajahan bangsa kita ini. Saat itu hampir semua negara-negara penjajah menerapkan strategi pecah-belah dan kuasai. Untuk menerapkan strategi pecah-belah, mereka berpura-pura menjadi sahabat atau rekan bisnis. Setelah sebagian dari bangsa kita menganggap sebagai teman yang baik, mereka mempengaruhinya sehingga akhirnya mereka memisahkan dirinya. Biasanya mereka juga menjanjikan bantuan untuk mendukungnya, meskipun pada akhirnya mereka menyatakan bahwa bantuan itu tidak gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain adalah perlawanan rakyat Aceh terhadap Belanda. Saat itu Belanda kesulitan menghadapi rakyat Aceh, yang persenjataannya jauh kalah lengkap. Strategi pecah-belah pun tidak bisa diterapkan karena keyakinan agama mereka yang kuat. Selanjutnya, mereka menerapkan strategi yang hampir mirip. Mereka menempatkan Snouck Hurgronje ke dalam, dengan mengaku-aku beragama Islam. Snouck ini sudah belajar Islam sebelumnya, hapal Al-Qur'an, dan juga sudah 'beribadah' haji. Rakyat Aceh menerima kehadirannya. Namun, ternyata Snouck ini menyerang dari dalam, dengan melemahkan semangat perlawanan mereka. Akhirnya, seperti tercatat dalam sejarah, Aceh pun jatuh ke tangan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah kita juga mencatat, bahwa strategi ini sebenarnya tidak hanya dalam level peperangan fisik, namun juga dalam peperangan pemikiran dan keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang paling dekat dengan masa kita adalah sebuah partai yang dinyatakan sebagai partai terlarang sejak lebih dari 40 tahun yang lalu. Partai ini tergolong berhasil dengan membuat banyak organisasi masuk ke dalamnya. Strategi yang mereka terapkan disebut sebagai infiltrasi. Mereka menempatkan anggota partainya untuk menjadi anggota organisasi yang lain, yang tentunya tidak mencurigainya. Seiring berjalannya waktu, anggota ini 'menyerang' dari dalam, menempati posisi strategis dan mempengaruhi anggota-anggota yang lain sehingga akhirnya mereka sepakat membawa organisasi ini menjadi organisasi di bawah partai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Snouck Hurgronje tadi tidak hanya menerapkan strategi ini dalam peperangan fisik seperti di Aceh, tetapi juga dalam peperangan melawan keyakinan Islam. Pengaruh dia ternyata sampai ke tanah Jawa. RA Kartini -bangsa kita pasti mengenal dia- menganggap Snouck H adalah seorang ulama Islam. Dalam salah satu suratnya, dia menanyakan ke Snouck tentang bagaimana ajaran Islam memperlakukan wanita. Yang ingin saya tekankan di sini adalah bagaimana seorang Snouck H dianggap sebagai seorang ulama Islam. Ini tidak menutup kemungkinan bahwa masih banyak orang-orang Indonesia lain yang menganggap Snouck adalah ulama Islam. Padahal sejarah kita justeru mencatat Snouck adalah bagian dari penjajah Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Islam? Kalau kita lihat, keyakinan utamanya selalu 'melawan'  (bertentangan dengan)  agama lain. Jadi wajar kalau ada juga yang 'menyerang' secara keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah juga mencatat penggunaan strategi ini dalam melawan keyakinan Islam. Contohnya adalah saat Rasulullah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sholAllahu 'alaihi was salaam&lt;/span&gt; sudah di Madinah. Waktu itu ada beberapa orang yang masuk Islam, yang sebenarnya hanya disuruh oleh pemuka agama sebelumnya. Setelah masuk Islam, esoknya mereka disuruh untuk keluar dari Islam dan kembali ke agama semula. Tujuannya adalah menimbulkan keragu-raguan umat Islam saat itu, dengan adanya orang Islam yang murtad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang lain adalah keberadaan Abdullah bin Saba'. Dia masuk Islam setelah masa kekhalifahan. Sebenarnya dia tidak benar-benar masuk Islam karena apa yang diyakini sangat jauh bertentangan dengan Islam. Namun, dia tetap mengaku Islam dan merusak Islam dari dalam. Dia banyak mengajarkan keyakinan yang jauh menyimpang dengan apa yang diajarkan Rasulullah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sholAllahu 'alaihi was salaam&lt;/span&gt;. Khalifah Ali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;radhiyAllahu 'anhu&lt;/span&gt; menghukum Abdullah ini karena ajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan masih banyak contoh lain penerapan strategi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kuda Troya&lt;/span&gt; ini, baik dalam peperangan fisik maupun peperangan pemikiran dan keyakinan. Khusus untuk umat Islam, kita memang harus waspada terhadap serangan keyakinan semacam ini, karena ini sangat berbahaya. Serangan dengan strategi ini sangat sulit dideteksi dan kemungkinan juga kita tidak menyadarinya.  Tiba-tiba saja, kita baru tahu bahwa agama yang kita anut adalah agama Islam yang sudah 'dirusak'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewaspadaan yang saya maksudkan di sini tidak berarti kita harus punya sikap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;su'udzon&lt;/span&gt; terhadap saudara kita semuslim. Kita harus tetap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;husnudzon&lt;/span&gt; terhadap saudara kita. Hanya saja,  jangan telan mentah-mentah setiap apa yang disampaikan. Kita harus mengetahui sumbernya. Ada 2 alasan kenapa kita harus hati-hati dalam hal ini. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;yang memberi tahu belum tentu sudah mengetahui sumbernya sehingga dia telah menjadi kaki tangan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kuda Troya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;tanpa dia sadari. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, bisa jadi kita sendiri yang menjadi kaki tangan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kuda Troya&lt;/span&gt; itu, dengan menerimanya dan menyampaikannya ke orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/span&gt; selalu menunjuki kita jalan yang lurus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-5736103711568114305?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/5736103711568114305/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=5736103711568114305' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/5736103711568114305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/5736103711568114305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2009/12/kuda-troya.html' title='Kuda Troya'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-2656079713483453163</id><published>2009-11-04T15:15:00.002+07:00</published><updated>2009-11-04T15:32:54.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama (Islam)'/><title type='text'>Ruwaibidhah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Ibnu Majah meriwayatkan di dalam Sunannya :&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-848"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Abu Bakr bin Abi Syaibah menuturkan kepada kami. Dia berkata; Yazid bin Harun menuturkan kepada kami. Dia berkata; Abdul Malik bin Qudamah al-Jumahi menuturkan kepada kami dari Ishaq bin Abil Farrat dari al-Maqburi dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu-, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits tersebut, Rasulullah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sholAllahu 'alayhi wassalaam&lt;/span&gt; memperingatkan akan datangnya suatu masa, yaitu saat kita akan berhadapan dengan banyak penipuan. Pada masa itu, pendusta dan pengkhianat akan lebih beruntung secara duniawi dibandingkan dengan orang yang jujur dan amanah karena pendusta dan pengkhianat itu lebih dipercayai. Tetapi hal ini bukan berarti kita dianjurkan untuk meninggalkan jujur dan amanah meskipun kita didustakan dan dianggap pengkhianat. Karena memang tujuan seorang mu'min hanyalah mencari keridhaan Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;subhanahu wa ta'ala&lt;/span&gt;, bukan untuk mencari keridhaan manusia. Tujuan seorang mu'min adalah akhirat, dan bukan dunia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-2656079713483453163?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/2656079713483453163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=2656079713483453163' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/2656079713483453163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/2656079713483453163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2009/11/ruwaibidhah.html' title='Ruwaibidhah'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-6582665204084682886</id><published>2009-10-22T15:02:00.003+07:00</published><updated>2009-10-22T16:03:24.870+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat umum'/><title type='text'>Mereka bukan Orang-orang Munafik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komunitas muslim di Dresden, Jerman, tidak begitu banyak. Angka tepatnya saya tidak mengetahui. Yang saya jadikan ukuran adalah jamaah sholat jum'at. Berdasarkan kapasitas masjid, saya perkirakan jumlah jamaah tidak mencapai angka ribuan. Di Dresden terdapat 2 masjid. Jadi kalau ditotal, jumlah jamaah tidak melebihi 2 ribu orang. Sebagian besar dari mereka adalah pelajar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, masjid tidak sepi dari aktifitas, terutama masjid yang dekat dengan tempat tinggal saya. Agar tidak salah faham, perlu saya tekankan bahwa bukan berarti masjid satunya sepi dari aktifitas, tetapi penyebutan masjid pertama karena masjid pertama lah yang saya ketahui. Sedangkan masjid kedua tidak saya ketahui karena letaknya yang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu aktifitas yang tetap berjalan adalah sholat wajib berjamaah. Meski jamaahnya tidak banyak, tetapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alhamdulillah&lt;/span&gt; hampir selalu ada. Hanya kadang-kadang saja sholat berjamaah tidak ada. Itupun memang karena alasan yang diijinkan oleh agama, yaitu karena hujan,  jamaah teraktifnya (termasuk imam) sedang sakit, atau sedang bepergian ke luar kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat saya kagum adalah mereka tidak bisa dikatakan 'dekat' dengan masjid. Mereka benar-benar jauh, sampai beberapa kilometer. Selain itu, posisi masjid juga tidak terjangkau angkutan umum. Halte terdekat dengan masjid berjarak ratusan meter (mungkin tidak kurang dari 500 meter), yang berarti jarak tersebut harus ditempuh dengan jalan kaki. Sehingga mereka punya berbagai strategi agar tetap dapat mengikuti sholat wajib berjamaah sesering mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang berstatus pekerja, kebanyakan mereka memiliki mobil sehingga tidak masalah.  Berbeda dengan yang berstatus pelajar, yang uangnya tentu tidak cukup untuk membeli mobil. Salah satu strategi di antara mereka adalah membeli sepeda. Selain harganya murah, juga tidak memerlukan biaya lagi saat digunakan. Benar-benar terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda lagi dengan yang tinggal di luar kota, yang berarti sangat jauh karena masjid dekat dengan pusat kota. Setiap akhir pekan (Sabtu dan Minggu) mereka akan berbelanja ke kota (maksudnya Dresden) dengan harapan selain bisa berbelanja, mereka juga bisa mampir ke masjid agar dapat mengikuti sholat berjamaah. Biasanya mereka akan seharian di Dresden, atau bahkan 2 harian penuh, sehingga bisa mengikuti beberapa sholat jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling unik adalah seorang jamaah dari Pakistan. Jamaah itu memakai inline kalau sedang ke masjid. Sama murah dan sehatnya dengan sepeda dan jalan kaki. Tetapi lebih cepat dibandingkan dengan jalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;SubhanAllah&lt;/span&gt;, mereka begitu bersemangat mengerjakan sholat wajib berjamaah. Dan sungguh aneh kalau ada orang yang berkomentar bahwa orang yang seperti itu disebut orang munafik, dengan alasan orang yang sholat berjamaah adalah orang yang ingin terlihat saat mengerjakan sholat. Saya yakin mereka tidak seperti itu. Mereka adalah orang yang hanya ingin mendapatkan pahala yang lebih banyak dari sholat yang mereka kerjakan. Semua muslim pasti tahu bahwa pahala sholat jamaah di masjid jauh lebih banyak dibandingkan sholat sendirian di rumah. Ditambah lagi pahala perjalanan menuju ke masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang-orang yang mengatai mereka sebagai orang munafik, berhentilah berkata demikian. Takutlah akan ancaman bahwa tuduhan yang salah akan mengenai orang yang menuduh...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-6582665204084682886?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/6582665204084682886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=6582665204084682886' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6582665204084682886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6582665204084682886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2009/10/mereka-bukan-orang-orang-munafik.html' title='Mereka bukan Orang-orang Munafik'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-533733129203419446</id><published>2009-10-12T20:51:00.006+07:00</published><updated>2009-10-16T03:00:24.687+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama (Islam)'/><title type='text'>Hati-hati dengan bercanda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bercanda bukan menjadi pemandangan yang asing dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang pasti senang untuk bercanda (termasuk saya). Namun, kita harus hati-hati dalam bercanda karena bercanda ada batasnya. Kalau kita tidak hati-hati, kita justeru akan mendapat dosa karena candaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk bercanda yang mendatangkan dosa adalah bercanda dengan berdusta. Banyak hadits-hadits Rasulullah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sholAllahu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'alaihi wassalaam&lt;/span&gt; yang melarang kita untuk berdusta saat bercanda. Berikut ini hadits yang dimaksud:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;em&gt;“Aku menjamin sebuah taman di tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di bagian tengah Surga bagi orang yang meninggalkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dusta meskipun ia bercanda&lt;/span&gt;, dan istana di bagian atas surga bagi seorang yag baik akhlaknya.”&lt;/em&gt; (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;2. &lt;em&gt;“Sesungguhnya aku juga bercanda, dan aku tidak mengatakan kecuali &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang benar.&lt;/span&gt;”&lt;/em&gt; (HR. At-Thabrani dalam Al-Kabir)&lt;br /&gt;3.  &lt;em&gt;“Celakalah seorang yang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berbicara dusta&lt;/span&gt; untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia.”&lt;/em&gt; (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;subhanAllahu wa ta'ala&lt;/span&gt; melindungi kita dari yang demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil dinukil dari web &lt;a href="http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/bercanda-yang-berpahala.html"&gt;muslimah&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-533733129203419446?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/533733129203419446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=533733129203419446' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/533733129203419446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/533733129203419446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2009/10/hati-hati-dengan-bercanda.html' title='Hati-hati dengan bercanda'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-3792675498008839733</id><published>2009-10-10T21:55:00.006+07:00</published><updated>2009-10-16T03:04:40.985+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Kerja'/><title type='text'>Teori Evolusi (Bagian 1) : Teori Tanpa Bukti</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasti setiap orang yang pernah masuk SMP mengenal Teori Evolusi. Teori ini dicetuskan oleh seorang yang bernama Charles Darwin. Salah satu yang pasti diingat setiap orang yang pernah belajar Teori Evolusi adalah "Manusia itu keturunan kera". Begitu terkenalnya kalimat itu sehingga hampir setiap orang hapal di luar kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia informatika pun terpengaruh dengan teori ini. Salah satunya adalah algoritma genetika. Algoritma genetika ini diklaim sebagai adopsi dari teori evolusi. Tidak heran kalau setiap mengajar kuliah ini selalu akan menyinggung teori tersebut. Saya, yang termasuk pernah mengajar materi itu, merasa bersalah juga. Bagaimana pun juga teori ini adalah teori yang belum pernah dibuktikan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di tulisan ini, saya sedang tidak membuat tulisan ilmiah. Tetapi hanya sekedar sharing pemikiran bahwa teori ini sebenarnya tidak layak diajarkan karena memang belum pernah dibuktikan sama sekali. Apa yang disampaikan dalam teori ini baru sekedar pendapat seseorang, yang menuntut pengikutnya untuk membuktikan. Tetapi apa yang disampaikan dalam pelajaran seolah-olah tidak menyinggung masalah ini. Seolah-olah teori evolusi itu adalah sebuah kebenaran mutlak yang harus diyakini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui, di dunia sains, kita mengenal istilah teori sebagai sesuatu yang perlu dibuktikan (lihat &lt;a href="http://www.merriam-webster.com/dictionary/theory"&gt;definisi&lt;/a&gt;). Biasanya pencetus teori akan menunjukkan cara pembuktian jika saat itu dia belum dapat membuktikan sendiri karena suatu kendala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan Charles Darwin. Dia juga sudah memberikan cara-cara untuk membuktikan bahwa teori yang diusulkan adalah benar. Yang dia sampaikan adalah teori evolusi akan benar jika ditemukan fosil-fosil makhluk intermediate dalam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jumlah yang sangat besar&lt;/span&gt;. Kalau tidak, maka teori evolusi tersebut belum bisa dinyatakan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, sampai saat ini belum pernah ditemukan 1 jenis fosil makhluk intermediate yang dimaksud. Apalagi dalam jumlah yang sangat besar. Apalagi untuk semua kemungkinan jenis fosil makhluk intermediate, yang kalau dihitung pastilah kita tidak dapat menghitungnya. Sebagai contoh dari makhluk gorilla menjadi manusia, terdapat ratusan bahkan ribuan makhluk intermediate. Memang pernah ada klaim bahwa manusia purba adalah makhluk intermediate ini. Tetapi ini perlu dibuktikan lebih lanjut. Pertanyaanya: dimana fosil-fosil yang seharusnya ada dalam jumlah yang sangat banyak ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, menurut Charles Darwin sendiri, teori ini sebenarnya belum dapat dibuktikan kebenarannya. Sungguh aneh kalau ada orang yang mempertahankannya. Ini benar-benar menyalahi prinsip ilmiah. Bahkan seolah-olah pendukung teori ini menutup mata dan menyembunyikan kenyataan ini. Sebuah kebohongan ilmiah yang merusak dunia ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-3792675498008839733?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/3792675498008839733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=3792675498008839733' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/3792675498008839733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/3792675498008839733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2009/10/teori-evolusi-bagian-1-teori-tanpa.html' title='Teori Evolusi (Bagian 1) : Teori Tanpa Bukti'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-7250923275559649440</id><published>2009-09-21T19:16:00.004+07:00</published><updated>2009-10-16T03:08:10.669+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat umum'/><title type='text'>Profesi yang Diharamkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baru saja terpikir untuk menulis tentang profesi-profesi yang kemungkinan diharamkan, yang buat kita mungkin sudah biasa (sudah dianggap halal). Tujuan saya hanya untuk mengingatkan bahwa sesuatu yang menurut kita sudah biasa belum tentu halal. Bahkan bisa jadi, profesi itu diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu profesi yang muncul di benak saya adalah Pesulap. Meskipun saya bukan ahli sulap, tetapi saya pernah belajar sulap kecil-kecilan waktu masih SMP (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;astaghfirullahal azhiim&lt;/span&gt;). Sehingga saya tahu bahwa sulap hanyalah tipuan semata. Mereka memanfaatkan berbagai trick (tipuan) untuk melakukannya. Sebenarnya, ada beberapa jenis tipuan, diantaranya adalah kecepatan tangan dan penggunaan alat-alat tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Segala bentuk tipuan sudah jelas haram hukumnya. Ini tidak perlu diperbebatkan lagi. Namun, keharaman sulap tidak hanya sampai di sini. Kalau kita mencoba mendengarkan ucapan-ucapan pesulap, maka yang akan kita dengarkan adalah ucapan-ucapan dusta belaka. Kenapa saya bilang dusta, karena apa yang mereka ucapkan sebenarnya sangat berbeda dengan apa yang akan mereka lakukan. Perhatikan beberapa kalimat yang mungkin akan diucapkan oleh pesulap:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mengubah kertas menjadi burung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengubah lilin menjadi sapu tangan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memotong (maaf) tubuh orang dan menyambungkannya lagi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengubah manusia menjadi manusia lain, atau bentuk-bentuk lain.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Seorang pesulap akan mengucapkan kalimat itu saat melakukan sulap yang terkait. Padahal yang dia lakukan tidak demikian. Seorang Pesulap tidak akan pernah menceritakan apa yang sebenarnya dia lakukan karena kalau demikian, tontonannya menjadi tidak menarik lagi. Jadi, selain masalah tipuan, keharaman profesi ini adalah setiap saat seorang Pesulap hanyalah menyampaikan ucapan-ucapan dusta belaka dalam pentasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, selain itu, ada sisi lain yang membuat profesi ini haram. Termasuk juga menontonnya, juga diharamkan. Silakan mengunjungi &lt;a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/fatwa-ulama/bolehkah-menonton-sulap/"&gt;artikel ini&lt;/a&gt; untuk lebih jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-7250923275559649440?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/7250923275559649440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=7250923275559649440' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/7250923275559649440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/7250923275559649440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2009/09/profesi-yang-diharamkan.html' title='Profesi yang Diharamkan'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-6900206144094738300</id><published>2009-09-16T19:11:00.009+07:00</published><updated>2009-10-16T03:09:24.619+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama (Islam)'/><title type='text'>Menjadi kera dan babi...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin sebagian pembaca masih bingung tentang definisi jujur, meskipun saya pernah menampilkan link yang, insya Allah, sudah sangat tepat mendefinisikannya. Lihat postingan saya yang berjudul &lt;a href="http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/06/jujur-kiat-menuju-selamat.html"&gt;Jujur, Kiat Menuju Selamat&lt;/a&gt;. Untuk lebih memperjelas, berikut ini akan saya tuliskan salah satu contoh dari lawan jujur, yaitu dusta. Insya Allah, saya carikan contoh dusta yang sangat canggih. Sebagian dari kita mungkin tidak menyadari bahwa kisah ini digolongkan sebagai perilaku yang tidak jujur. Tetapi Allah SWT telah mengabadikan kisah ini dalam Al-Qur'an dan sudah menyatakan bahwa perilaku ini termasuk tidak jujur sehingga Allah SWT memberikan hukuman. Dengan demikian, kisah ini sekaligus mempertegas definisi tidak jujur menurut Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan kisahnya dalam Al-Qur'an, surat Al-A'raf:163:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="AyahArabic" style=";font-family:Traditional Arabic;font-size:180%;"  &gt;وَسْئَلْهُمْ عَنِ الْقَرْيَةِ الَّتِى كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِى السَّبْتِ إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَيَوْمَ لاَ يَسْبِتُونَ لاَ تَأْتِيهِمْ كَذَلِكَ نَبْلُوهُم بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Dan tanyakanlah kepada mereka tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ayat tersebut menceritakan sebuah kaum yang melanggar aturan hari Sabtu. Di ayat lain dikisahkan bahwa aturan hari Sabtu itu adalah kaum tersebut dilarang menangkap ikan pada hari Sabtu, dan diperbolehkan untuk menangkap ikan di hari-hari yang lain. Selanjutnya, Allah SWT menguji mereka dengan membuat ikan-ikan banyak dan terapung di permukaan laut pada hari tersebut, sedangkan di hari-hari lain ikan-ikan itu tidak datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kaum itu melanggar aturan tersebut karena banyaknya ikan pada hari yang dilarang. Dan Allah SWT menghukum pelanggaran ini dengan menjadikan kaum itu sebagai kera dan babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an, surat Al-A'raf:166&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="AyahArabic" style=";font-family:Traditional Arabic;font-size:180%;"  &gt;فَلَمَّا عَتَوْاْ عَن مَّا نُهُواْ عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُواْ قِرَدَةً خَـسِئِينَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya:" Jadilah kamu kera yang hina ".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat juga Al-Qur'an, surat Al-Maidah:60.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sebenarnya kisah pelanggaran ini? Kisah inilah yang akan saya ceritakan... Berikut ini adalah kisah tersebut yang saya susun ulang.&lt;br /&gt;Terdapatlah suatu kaum yang mempunyai matapencaharian mencari ikan di laut. Kaum ini dibebani syariat yang salah satunya adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aturan Hari Sabtu&lt;/span&gt;. Dalam aturan ini, mereka diperbolehkan mencari ikan kecuali pada hari Sabtu. Sedangkan di hari-hari yang lain mereka bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ternyata pada hari Sabtu, ikan-ikan seperti menantang. Mereka banyak berkumpul di permukaan laut. Karena berada di permukaan, kaum tersebut dapat melihatnya. Sedangkan di hari-hari lain, ikan-ikan itu tidak muncul. Ini merupakan ujian Allah SWT terhadap kaum itu apakah mereka tetap menjalankan aturan syariat yang telah ditetapkan, meskipun kondisinya tidak menguntungkan buat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya mereka ingin mendapatkan ikan yang banyak. Tetapi mereka tetap ingat tentang Aturan Hari Sabtu. Akhirnya mereka sepakat melakukan berikut. Mereka akan memasang penangkap ikan pada hari Jumat malam, dan akan mengambilnya pada Minggu pagi. Dengan penangkap ikan tersebut, ikan-ikan yang muncul pada hari Sabtu akan tertangkap. Dan keesokan harinya, ikan-ikan yang tertangkap itu dapat diambil. Anggapan mereka bahwa mereka tidak mencari ikan pada hari Sabtu karena mereka tidak melaut sehingga mereka tidak melanggar Aturan Hari Sabtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi penilaian Allah SWT tidak demikian. Mereka telah berbuat curang. Mereka telah berdusta, sehingga mereka tetap dinyatakan melanggar Aturan Hari Sabtu. Akhirnya mereka dihukum berubah menjadi kera dan babi, dan hanya hidup dalam 3 hari. Selama itu, mereka tidak makan, tidak minum, dan tidak beranak-pinak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga memperjelas seperti apa tindakan yang masih dikategorikan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak jujur&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-6900206144094738300?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/6900206144094738300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=6900206144094738300' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6900206144094738300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6900206144094738300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2009/09/tidak-jujur.html' title='Menjadi kera dan babi...'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-4906202262243587263</id><published>2009-09-14T16:34:00.002+07:00</published><updated>2009-10-16T03:11:07.842+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama (Islam)'/><title type='text'>Dewasa Dalam Perbedaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Draft tulisan ini sebenarnya sudah lama saya buat. Tetapi belum saya terbitkan karena belum sempat menyelesaikannya. Makanya, ceritanya masih di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khotbah Jum'at di sebuah masjid kali ini, cerita tentang hasad. Khotib sangat bersemangat saat berkhotbah. Awalnya, apa yang beliau sampaikan adalah benar. Namun, di bagian akhir khotbah, banyak yang beliau sampaikan adalah tidak tepat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tema khotbah yang beliau sampaikan adalah tentang hasad/dengki. Hasad adalah sifat tercela, sifat yang harus dihindari oleh seorang muslim. Definisi hasad adalah merasa tidak senang jika ada orang lain mendapat nikmat, kebahagiaan, ataupun kesuksesan. Sebaliknya, merasa senang jika orang lain mendapat musibah atau kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasad termasuk perbuatan yang diharamkan dalam Islam. Bahkan hasad ini bertentangan dengan ajaran Islam, yang selalu mengajarkan umatnya untuk selalu membahagiakan orang lain, turut berduka dan menghibur jika ada tetangga yang kena musibah, dll. Dan khotib, alhamdulillah, cukup berhasil menjelaskan ini termasuk memberikan contoh-contoh yang kongkrit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sangat disayangkan, hampir di bagian akhir khotbah beliau memberikan contoh yang tidak tepat, yang saya beri sub judul "dewasa dalam perbedaan". Beliau menjelaskan bahwa perbedaan di masyarakat itu memang ada, termasuk dalam Islam. Karena itu sunatUllah, biarkan setiap kelompok menjalankan Islam sesuai dengan pemahamannya. Dan biarkan perbedaan itu tetap ada, tidak perlu saling menyalahkan. Istilah yang beliau pakai adalah menghujat. Di sini beliau memberi beberapa contoh, yang tidak perlu saya sebutkan. Dan, beliau juga menyampaikan bahwa hujatan ini sebagai salah satu bentuk hasad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya itu yang saya pahami dari khotbah tadi. Ada beberapa hal, yang perlu dikoreksi:&lt;br /&gt;1. SunatUllah terhadap suatu kejadian tidak menjamin bahwa Allah SWT meridhoi kejadian itu. Tidak perlu susah-susah untuk mencari contoh, yaitu korupsi. Korupsi yang terjadi memang sudah sunatUllah. Tetapi bukan berarti korupsi diridhoi Allah SWT. Segala kemaksiatan terjadi juga karena sunatUllah, tetapi tidak berarti Allah SWT ridho terhadap segala kemaksiatan tersebut. Kalau berpikirnya seperti tadi, lalu apa gunanya pahala-dosa, dan apa gunanya surga dan neraka.&lt;br /&gt;Kesimpulannya, perbedaan (perpecahan) itu sudah sunatUllah, tetapi tidak berarti bahwa itu diridhoi Allah SWT. Bahkan itu sangat dicela, berdasarkan hadits Nabi SAW tentang perpecahan umat.&lt;br /&gt;2. Khotib tidak bisa membedakan antara hujatan dan koreksi (sebagai nasehat dalam rangka amar ma'ruf - nahi mungkar). Kalau anak kita salah, kemudian kita benarkan, itu disebut sebagai nasehat dan bukan hujatan. Dan khotib menyama-ratakan semua bentuk nasehat ke dalam hujatan. Padahal itu sangat berbeda. Nasehat didasarkan pada ilmu, yang bisa membedakan antara yang hak dengan yang batil. Sedangkan hujatan lebih didasarkan pada hawa nafsu, emosi, dan tanpa ilmu.&lt;br /&gt;3. Semua hujatan adalah karena hasad. Memang  kemungkinan pernyataan ini tidak salah Tetapi karena nasehat juga dikategorikan sebagai hujatan, akibatnya nasehatpun dikategorikan sebagai hasad. Ini jelas sekali salah. Apabila kita memberi nasehat ke anak, apakah itu karena hasad? Apakah tidak terbalik? Justeru nasehat itu adalah tanda sayang. Kalau tidak sayang, orang tua tidak akan pernah menasehati anaknya.&lt;br /&gt;4. Ungkapan terakhir yang penting adalah "orang yang menghujat (menurut definisi sang khotib) adalah orang yang merasa paling pintar". Sekali lagi ini adalah pernyataan yang terbalik.  Insya Allah, yang benar adalah "orang yang merasa paling pintar adalah orang yang tidak mau dikoreksi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang bisa dijadikan pelajaran:&lt;br /&gt;1. Perbedaan di tengah-tengah umat memang ada. Tetapi, ada perbedaan yang masih diijinkan dan ada perbedaan yang sama sekali tidak diijinkan. Untuk membedakannya, diperlukan dalil Al-Qur'an maupun Al-Hadits.&lt;br /&gt;2. Saat orang lain memberikan nasehat kepada kita (tentu saja berdasar ilmu), janganlah itu dianggap sebagai hujatan, apalagi karena hasad. Nasehat itu adalah tanda bahwa orang yang memberi nasehat sangat sayang kepada kita.&lt;br /&gt;3. Ilmu memang tidak bisa ditinggalkan. Hanya dengan ilmu dan petunjuk Allah SWT, kita bisa membedakan antara yang hak dan yang batil.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-4906202262243587263?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/4906202262243587263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=4906202262243587263' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/4906202262243587263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/4906202262243587263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2009/09/dewasa-dalam-perbedaan.html' title='Dewasa Dalam Perbedaan'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-915824014963255735</id><published>2009-07-09T14:22:00.009+07:00</published><updated>2009-10-16T03:12:37.581+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diri sendiri'/><title type='text'>Jangan Mengkhianati Janji</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengalaman yang sangat berharga untuk saya sekeluarga saat menginjak kembali tanah Dresden, Germany. Pengalaman yang mengingatkan saya tentang ajaran Rasulullah SAW agar kita tidak mengkhianati janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu hari Kamis, 18 Juli 2009, pukul 17.55 waktu setempat. Kami tiba di Dresden, turun dari kereta langsung dijemput teman (terima kasih, Ari) dan diantar ke sebuah apartemen privat dengan menumpang taksi. Kami sudah mem-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;booking&lt;/span&gt; apartemen ini untuk 2.5 bulan, dari 18 Juni 2009 sampai dengan 31 Agustus 2009, melalui Sekretaris calon pembimbing saya seminggu sebelum kami tiba di Dresden. Beliau juga yang mencarikan apartemen itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai ke apartemen tersebut, kami baru menyadari bahwa apartemen ini lumayan jauh dari stasiun kereta yang di pusat kota. Apalagi setelah melihat argo. Hampir 20 Euro terpampang di alat itu. 'Kampung', itulah kata yang tepat untuk menggambarkan lokasi apartemen kami. Apalagi setelah masuk ke apartemen. Apartemen kami terletak di lantai 2, lantai paling atas. Tidak ada tangga untuk sampai ke lantai 2 itu. Tetapi jangan salah dengan istilah 'lantai 2' ini. Lantai 2 di sini adalah 2 lantai di atas lantai yang sejajar dengan tanah. Ini berbeda dengan di Indonesia: lantai 2 adalah 1 lantai di atas lantai yang sejajar dengan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari istirahat, di samping masih capek karena telah menempuh perjalanan selama lebih dari 24 jam (dari Yogyakarta), juga untuk mengatasi masalah perbedaan waktu (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;jetlag&lt;/span&gt;). Kemudian kami mencoba berbelanja ke salah satu supermarket. Perjalanan dimulai dengan jalan kaki menuju halte. Kami melalui jalur seperti yang disarankan pemilik apartemen. Tetapi karena tidak begitu menangkap yang beliau sampaikan akibat telinga yang asing lagi ke Bahasa Jerman, kami kebingungan saat menjumpai pertigaan, lurus atau belok kanan(?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami bertanya ke orang yang lewat. Kami menjadi takut karena ada beberapa orang yang tidak mau ditanyai, dan mereka seperti ketakutan melihat kami. Ada 2 orang wanita yang akhirnya menjawab dan menunjukkan arah jalan yang harus kami lewati, meskipun dengan wajah yang tidak ramah. Jalan yang ditunjukkan ternyata harus melewati hutan. Walaupun jalan setapak, dan tentu saja jalan tanah, itu cukup lebar, perasaan takut tetap saja ada. Setelah berbelanja, kami memutuskan mencari jalan alternatif lain yang melewati perkampungan, yang sebelumnya dilewati oleh taksi yang kami tumpangi kemarin. Jalan inipun tidak mudah, menanjak lumayan tajam lalu turun. Jalur terakhir ini lebih panjang dan lebih berat dibandingkan jalur pertama. Namun, jalur terakhir memberi rasa aman karena melewati perkampungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman pertama ini, kami tahu bahwa ada 2 halte angkutan umum yang bisa kami gunakan. Halte pertama lebih dekat, tetapi hanya dilalui bus untuk setiap 1 jam dan tidak ada bus lagi setelah jam 7 malam dan pada sabtu-minggu. Sedangkan halte kedua lebih jauh (2 kali dari jarak halte pertama). Kelebihan halte kedua, dilalui bus untuk setiap 5 menit di hari kerja dan setiap 15 menit pada hari sabtu-minggu. Namun, untuk mencapai halte pertama dibutuhkan waktu 10 menit jalan kaki bagi orang yang normal. Jarak yang cukup jauh buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya, saat kami bermain ke salah satu teman yang tinggal dekat kampus, ditawari apartemen lain. Meskipun jauh juga dari kampus tetapi lebih sering dijangkau angkutan umum dan ada halte tepat di depan apartemen. Selain itu juga lebih murah dengan selisih 90 Euro. Kami pun memutuskan akan pindah bila sudah ada konfirmasi dari pemilik apartemen yang baru. Sebut saja apartemen Helerau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengontak beberapa kali, diperoleh informasi bahwa apartemen yang sebelumnya ditawarkan ke teman saya tadi (yang berada di lantai 0) sudah diambil orang. Kami ditawari apartemen lain  di lantai 2 dengan harga yang lebih mahal. Bahkan lebih mahal dibandingkan apartemen sekarang. Awalnya kami akan memutuskan akan mengambil. Namun akhirnya kami batalkan setelah mengetahui bahwa yang tinggal di lantai 0 adalah veteran perang afghanistan yang pulang ke Jerman dengan kehilangan hampir semua anggota tubuhnya. Bukannya kami takut, tetapi melihat penampilan kami yang hampir sama dengan pejuang Taliban, kami khawatir orang tersebut masih punya dendam dan akan terpicu lagi bila melihat kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami, dibantu teman-teman Indonesia lain (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jazzakumullah khairan katsiiro&lt;/span&gt;), mencari informati apartemen lain. Waktu yang kami punya sangat sempit karena kami harus segera lapor di ke Pemerintah Kota. Padahal kami belum bisa lapor diri sebelum dapat apartemen baru atau memutuskan tetap tinggal di apartemen yang lama. Kami sendiri juga mencari ke beberapa biro dan datang langsung ke apartemen-apartemen lain. Dan hasilnya adalah nihil. Sampai-sampai kami kehabisan energi untuk mencari apartemen ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena masalah waktu untuk segera lapor diri, kami putuskan untuk tetap tinggal di apartemen saat ini dan mencoba bersabar dengan jarak yang harus kami tempuh. Setelah kami merenung sejenak, kami sadar bahwa kalau kami pindah apartemen sebenarnya kami sudah membatalkan perjanjian dengan pemilik apartemen untuk tinggal selama 2.5, dan itu sangat merugikannya. Apalagi kesalahan sebenarnya terlihat pada kami, yang tidak sempat melihat lokasi apartemen, yang seharusnya tetap bisa kami lakukan dari Indonesia melalui internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alhamdulillah&lt;/span&gt;, Allah SWT tidak mengijinkan kami untuk pindah karena itu melanggar perjanjian dengan pemilik apartemen. Meskipun perjanjian itu tidak tertulis, namun Allah SWT dan Rasulullah SAW tidak pernah membedakan antara melanggar perjanjian tertulis dan melanggar perjanjian tidak tertulis. Dan betapa usaha kami untuk pindah apartemen ini dipersulit, dengan beberapa bukti:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Saat kami tiba di Dresden, teman yang menawarkan apartemen Helerau sudah berusaha menjemput kami, yang rencana selanjutnya adalah melihat apartemen Helerau. Dan kemungkinan besar kami akan mendapatkan apartemen itu jika dilakukan saat itu. Tetapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;qadarullah&lt;/span&gt;, teman saya salah melihat jadwal kedatangan kereta kami sehingga kami tidak bertemu. Kami tiba pukul 17.55, sedangkan mereka menjemput pukul 20.00.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saat kami menanyakan apartemen Helerau yang lantai 0, hanya sehari sebelumnya ada yang melihat rumah itu. Sehingga waktu kami mau mengambil, pemilik apartemen merasa tidak enak sebelum menanyakan kepastian dari orang itu. Dan ternyata memang orang itu memutuskan mengambilnya. Betul... saya terlambat 1 hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saat kami memutuskan untuk mengambil apartemen Helerau yang lantai 2, kami teringat cerita pemilik apartemen tentang orang yang menyewa di lantai 0, yaitu veteran perang Afghanistan. Sangat kebetulan kalau pemilik apartemen menceritakan dengan sangat detil tentang penyewa apartemennya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sesungguhnya, semua proses keberangkatan kami dari Indonesia sampai kedatangan kami di Berlin, lalu ke Dresden, berjalan lancar dan sangat dimudahkan oleh Allah SWT. Tidak pernah ada satupun pihak berwenang yang mempersulit, termasuk pihak imigrasi Berlin-Jerman, pihak yang seharusnya paling galak. Saat beberapa wanita bercadar -yang satu pesawat dengan kami- tidak berani mengenakan cadarnya, kami (termasuk isteri saya yang bercadar) malah diloloskan meskipun surat penerimaan dari universitas tidak bisa kami tunjukkan saat mereka minta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hanya urusan pindah apartemen ini saja yang terasa sulit. Tetapi kejadian ini menyadarkan kami bahwa kami harus tetap menjalankan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya SAW dimana pun kami berada, yang salah satunya adalah tidak melanggar perjanjian meskipun itu dengan orang kafir sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kami sadari, ternyata dari majalah yang kami bawa, salah satunya (Majalah SwaraQuran) memuat tentang perjanjian ini. Dan salah satu kisahnya adalah perjanjian damai Rasulullah SAW dengan kaum kafir dan musyrikin Mekkah. Waktu itu Rasulullah SAW sudah hijrah ke Madinah, dan akan melakukan umrah ke Ka'bah. Sekilas orang akan melihat bahwa perjanjian ini sangat merugikan kaum muslimin. Namun Rasulullah SAW tetap mematuhi perjanjian ini. Berikut adalah salah satu contohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjanjian itu, disebutkan bahwa jika ada orang Mekkah yang masuk Islam dan hijrah ke Madinah maka Rasulullah SAW harus mengembalikan orang itu ke Mekkah. Beberapa saat setelah perjanjian itu ditanda-tangani, ada seorang pemuda Mekkah yang masuk Islam dan ingin ikut Rasulullah SAW ke Madinah. Karena perjanjian itu, Rasulullah SAW tidak mengijinkan pemuda itu untuk ikut ke Madinah tetapi Beliau suruh untuk kembali ke Mekkah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;SubhanAllah&lt;/span&gt;... dan terbukti Rasulullah SAW tidak pernah melanggar seluruh isi perjanjian itu, sampai pihak kafir/musyrikin Mekkah melanggarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagi teman-teman yang berada di perantauan negeri kafir, semoga Allah SWT memudahkan kita untuk selalu menolong agama-Nya sehingga Dia akan selalu menolong urusan kita&lt;/span&gt;. Amiiinn....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-915824014963255735?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/915824014963255735/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=915824014963255735' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/915824014963255735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/915824014963255735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2009/07/jangan-mengkhianati-janji.html' title='Jangan Mengkhianati Janji'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-4641820529890794975</id><published>2009-05-12T08:35:00.004+07:00</published><updated>2009-10-16T03:14:14.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media Massa'/><title type='text'>Hukum Kisah-kisah Palsu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak cerita-cerita yang tidak nyata, yang mengandung hikmah di dalamnya. Namanya juga cerita yang tidak nyata, semua kejadian di dalamnya pun tidak nyata, hanya hasil rekaan pembuat cerita. Sekali lagi, mungkin cerita itu banyak mengandung hikmah dan memberikan nasehat kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun, sangat disayangkan kalau cerita-cerita yang tidak nyata lebih banyak dipakai, dibandingkan dengan kisah-kisah nyata, yang juga tidak kalah mengandung hikmah dan nasehat kebaikan. Kisah-kisah tentang para Nabi AS, kisah-kisah di Al-Qur'an, kisah Rasulullah SAW dan keluarga, kisah para sahabat RA, dan kisah-kisah orang-orang shaleh adalah kisah yang seharusnya tidak dilupakan. Kisah-kisah yang dimaksud tentunya adalah kisah-kisah yang diakui kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah &lt;a href="http://www.majalah-nikah.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=105:nasihat-ulama&amp;amp;catid=38:edisimei"&gt;tulisan&lt;/a&gt; menyangkut hal ini yang ditulis di majalah Nikah Edisi Mei 2009. Silakan dibaca dan semoga ada manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-4641820529890794975?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/4641820529890794975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=4641820529890794975' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/4641820529890794975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/4641820529890794975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2009/05/hukum-kisah-kisah-palsu.html' title='Hukum Kisah-kisah Palsu'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-1118311505999219041</id><published>2009-05-11T07:38:00.004+07:00</published><updated>2009-10-16T03:15:07.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media Massa'/><title type='text'>Hukuman Pendusta Menurut Semut</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Salah seorang da'i mengisahkan kisah nyatanya sendiri, dia berkata:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu kesempatan, aku duduk di sebuah daratan. Kupalingkan pandanganku kesana kemari melihat makhluk-makhluk Allah SWT. Akupun terkagum-kagum dengan ciptaan ar-Rahman SWT. Seekor semut menarik perhatianku. Dia berkeliaran di sekitarku untuk mencari sesuatu, mencari, dan mencari. Tidak merasa terbebani, juga tidak bosan. Di tengah-tengah pencariannya, dia menemukan sisa-sisa bangkai belalang, tepatnya adalah kaki belalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diapun menyeretnya, dan menyeretnya, dan berusaha untuk membawanya ke tempat tertentu yang telah ditentukan oleh hukum mereka di dunia semut. Dia sudah banyak berusaha dalam usahanya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa waktu, dan kesungguhan, dia merasa tidak bisa membawa kaki belalang tersebut. Lalu dia tinggalkan buruan berharga tersebut, kemudian pergi ke suatu tempat yang tidak kuketahui, dan diapun menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa waktu, dia kembali bersama dengan sejumlah besar semut. Di saat aku melihat kemana mereka menuju, aku tahu bahwa semut yang tadi telah mengajak mereka semua untuk membantunya mengangkat apa yang tidak mampu dia angkat. Akupun ingin hiburan sedikit, kuambil kaki belalang tersebut, lalu kusembunyikan. Maka dia dan semut-semut lain yang bersamanya mencari kaki tersebut, mereka mencarinya kesana kemari tanpa ada hasil, hingga mereka putus asa akan keberadaannya, lalu merekapun pergi meninggalkan tempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, semut yang pertama datang kembali sendirian menuju tempat tadi. Sebelum dia sampai pada tempat tadi, kukembalikan kaki belalang di hadapannya. Maka mulailah dia mengitari dan melihat di sekelilingnya. Lalu dia berusaha untuk menyeretnya lagi, berusaha dan berusaha, hingga dia merasa lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia pergi meninggalkan tempat itu sekali lagi. Akupun yakin bahwa dia pergi untuk memanggil kabilah semutnya guna membantunya untuk mengangkat kaki belalang yang ditemukannya tersebut. Setelah itu, datanglah sekumpulan semut bersama semut tadi, dan kukira itu adalah kelompok semut yang sama seperti tadi!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun datang, dan saat aku melihat mereka berjalan di belakang semut pertama menuju tempat tadi, akupun banyak tertawa, lalu kuambil kaki belalang dan kusembunyikan dari mereka sekali lagi. Merekapun mencari kesana kemari, mereka mencari dengan penuh keikhlasan. Demikian pula semut tadi mencari dengan sepenuh semangat dan keyakinannya, berputar kesana kemari, melihat ke kanan dan ke kiri, agar melihat sesuatu, akan tetapi tidak ada sesuatupun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat seperti ini, terjadilah sesuatu yang aneh. Sekumpulan semut itu berkumpul bersama yang lain setelah mereka bosan mencari, dan diantara mereka terdapat semut yang pertama. Kemudian tiba-tiba mereka menyerangnya, lalu memotong-motongnya secara ganas di hadapanku. Dan demi Allah, aku melihat kepada mereka, sementara aku ada pada keterkejutan yang besar. Apa yang terjadi membuatku takut... mereka membunuhnya... mereka memotong-motongnya di hadapanku. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Astaghfirullah&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mereka memotong-motongnya di hadapanku... dia terbunuh karena aku... mereka membunuhnya karena mereka menyangka bahwa dia telah berdusta kepada mereka!!!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;SubhanAllah&lt;/span&gt;, hingga bangsa semut memandang dusta sebagai aib, dan kekurangan, bahkan dosa besar yang pelakunya dihukum bunuh!!&lt;br /&gt;Semut menganggap dusta adalah sebuah kejahatan, dan memberikan hukuman atasnya!!&lt;br /&gt;Maka bagaimana jika dusta itu membawa keburukan, atau keragu-raguan yang di belakangnya akan timbul fitnah, peperangan, dan kehancuran rumah tangga?!&lt;br /&gt;Maka dimanakah orang yang bisa mengambil pelajaran dari semut kecil ini? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;SubhanakAllah Ahsanul Kholiqin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;(AR)*&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Diambil sesuai aslinya, dengan beberapa perbaikan grammar, dari:&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://id.qiblati.com/depan/edisi/0408/"&gt;Majalah Qiblati, Edisi 08, Tahun IV, Mei 2009.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-1118311505999219041?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/1118311505999219041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=1118311505999219041' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/1118311505999219041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/1118311505999219041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2009/05/hukuman-pendusta-menurut-semut.html' title='Hukuman Pendusta Menurut Semut'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-2028042880210596168</id><published>2009-05-08T16:34:00.004+07:00</published><updated>2009-10-16T03:18:38.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Mencontek</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti biasa, setiap malam anak saya (sebut saja Ham) belajar dengan ditemani Mamanya. Model yang diterapkan oleh Mamanya adalah dengan tebak-tebakan. Tebak-tebakan ini dilakukan setelah sebelumnya Ham diberi kesempatan untuk membaca buku. Namun ada yang janggal beberapa malam terakhir ini. Ham selalu duduk manis di lantai yang sama. Dan Ham selalu menjawab dengan tepat meskipun untuk beberapa pertanyaan dia berpikir beberapa saat sambil menunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hal yang aneh. Biasanya Ham selalu mendongakkan kepala saat berpikir. Usut punya usut, ternyata Ham sudah menuliskan materi yang akan ditanyakan di lantai tempat dia duduk.  Jadi, saat Mamanya memberi kesempatan membaca, yang biasanya ditinggal sendirian, Ham mencatat hal-hal penting di lantai.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;A'udzubillah min dzaalik&lt;/span&gt;. Tentu saja kami terkejut. Kami tidak pernah mengajarkan dia untuk melakukan seperti itu. Akhirnya, dengan sangat terpaksa kami bertanya ke Ham apakah dia melakukan hal yang sama saat ulangan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alhamdulillah&lt;/span&gt;, dia belum pernah melakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, tanpa kami tanya, akhirnya dia cerita bahwa ada seorang temannya yang melakukan itu saat ulangan. Anak itu, sebut saja S, adalah anak pindahan di kelas 2a, kelasnya Ham. Dan memang semester ganjil kemarin, S mendapat ranking yang tinggi. Padahal dulu waktu kelas 1, anak ini termasuk anak yang tidak diterima di SD itu. Lebih mengejutkan lagi, Ham bercerita bahwa Ibu Guru tahu bahwa S mencontek tetapi membiarkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Ham berkata benar, tentu saja sangat disayangkan. Mereka baru anak kelas 2 SD. Tetapi mereka sudah diajari bahwa hasil lebih penting daripada proses. Nilai bagus lebih diutamakan daripada penguasaan pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan halus, akhirnya kami berkata ke Ham, bahwa kami tidak setuju Ham meniru anak itu, baik saat ulangan maupun saat belajar dengan Mama. Kami katakan juga bahwa kami lebih suka Ham mendapat nilai yang wajar dan ranking yang biasa asalkan dikerjakan sesuai kemampuan sendiri, daripada mendapat nilai yang bagus dan rangking yang tinggi tetapi dengan mencontek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja Ham memahami penjelasan kami.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT membantu anak-anak kami dan anak-anak kita untuk selalu berjalan di atas kebenaran. Amien.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-2028042880210596168?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/2028042880210596168/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=2028042880210596168' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/2028042880210596168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/2028042880210596168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2009/05/mencontek.html' title='Mencontek'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-2940520822528979789</id><published>2009-04-29T15:52:00.003+07:00</published><updated>2009-10-16T03:19:08.544+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat umum'/><title type='text'>Hipnotis dan Sihir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah ini adalah kisah yang nyata, dan saya memperolehnya dari sumbernya secara langsung. Jika kisah ini saya tulis di blog, tidak dimaksudkan untuk membikin takut pengunjung blog. Akan tetapi, diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap kriminalitas yang memang banyak terjadi di lingkungan kita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kisah kita kali ini menimpa seorang rekan kerja, sebut saja Pak Yon. Saat itu, Pak Yon sedang menuju ke kampus dari rumah dengan mengendarai mobil dan melewati Jalan Kaliurang. Beberapa kilometer sebelum sampai di pintu gerbang kampus, mobil Pak Yon menyenggol (atau sengaja disenggol) kendaraan lain. Pak Yon tetap melaju setelah meyakinkan lewat kaca spion bahwa kendaraan yang tersenggol tersebut tidak mengalami masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, beberapa saat kemudian ada mobil yang menyusul dan berusaha menghentikan mobil Pak Yon dengan isyarat. Karena merasa sebelumnya ada masalah, Pak Yon bersedia menghentikan mobilnya. Dan memang benar, pengendara mobil tersebut ingin membicarakan masalah tersenggolnya kendaraan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah, pengendara mobil menepuk pundak Pak Yon. Setelah tepukan itu, Pak Yon seperti tidak bisa berpikir logis lagi. Menurut pengakuan Pak Yon, mulut beliau seperti terkunci dan sulit untuk berbicara. Akibatnya, istilah orang Jawa mengatakan Pak Yon seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. Yang artinya adalah menurut apa yang diperintahkan. Dalam sekejap, semua uang di saku, HP, dan ATM (termasuk pin) Pak Yon diserahkan dengan sukarela ke pengendara mobil itu. Saat Pak Yon sudah tersadar, uang di tabungan sudah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menghilangkan kesadaran itulah yang disebut sebagai hipnotis. Karena korban kehilangan kesadaran, pasti akan mau melakukan apapun yang diperintahkan oleh orang yang menghipnotis. Selain kisah rekan saya di atas, kriminalitas dengan hipnotis sudah sering terjadi dan diberitakan di media masa. Tetapi baru kali ini saya menjumpai korbannya secara langsung. Saat saya pergi ke Jakarta beberapa hari lalu, di sebuah stasiun terpampang spanduk besar bertuliskan tentang peringatan kepada penumpang kereta agar hati-hati terhadap kriminalitas dengan hipnotis. Ini menunjukkan bahwa kejahatan ini memang sudah sering terjadi. Dan saya tidak menyangka sekarang kejahatan itu sudah demikian dekat dengan rumah dan tempat kerja saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa hari, pundak isteri saya ditepuk seorang ibu saat berada di angkutan umum. Bukanlah sebuah kebetulan jika ibu ini sudah melakukan hal yang sama ke isteri saya untuk yang kedua kalinya. Tepukan pertama dari ibu ini terjadi beberapa bulan yang lalu. Kejadian setelah kedua tepukan itu juga sama, yaitu ibu itu meminta sejumlah uang. Bedanya, mungkin ibu ini tidak ingat kalau beliau pernah menepuk isteri saya karena tidak mengenali isteri saya yang penampilannya sudah berbeda dibandingkan dengan tepukan yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kami curiga bahwa ini termasuk usaha untuk menghipnotis karena 3 alasan. Pertama, buat orang Yogya mengajak seseorang berbicara dengan menepuk pundak adalah tidak biasa, terutama buat orang yang belum dikenal. Tepukan ini hanya diperlukan jika ada suara bising di sekitar, kalau tidak, orang Yogya akan bilang "Nuwun sewu" untuk memulai berbicara. Dan isteri saya yakin bahwa suasana saat itu tidak bising, dan berbicara langsung lebih mudah dilakukan karena ibu itu duduk di sebelah isteri saya. Kedua, tepukan yang diberikan cukup keras. Kalau tepukan untuk memulai berbicara dilakukan, biasanya hanya berupa tepukan pelan (atau lebih tepatnya menyentuh). Ketiga, kejadiannya terulang 2 kali oleh orang yang sama. Kejadiannya berikutnya pun juga sama, yaitu meminta uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau misalnya dugaan kami benar, alhamdulillah, isteri saya tidak terhipnotis. Kemungkinan karena isteri saya tidak pernah menatap mata ibu itu. Seperti yang pernah saya baca, agar kita terhindar dari hipnotis, harus menghindari menatap mata. Karena hipnotis disalurkan lewat mata. Selain itu, saat ditepuk, isteri saya sedang disibukkan dengan dzikrullah. Dzikir memang bisa menghindarkan seseorang dari bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipnotis mungkin bisa dikategorikan sebagai sihir. Bagi umat Islam, sudah cukup jelas bahwa sihir adalah haram. Jangankan menggunakan sihir, membalas sihir dengan sihir juga diharamkan. Apapun tujuan penggunaan sihir, tidak menyebabkan sihir ini menjadi halal, meskipun dengan dalih untuk kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sepantasnya kita tidak mempelajari dan menggunakan sihir. Selain memang berdosa besar (karena haram), sangat mungkin dosanya tidak bisa diampuni. Kalau kita berdosa hanya dengan Allah SWT, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;insya Allah&lt;/span&gt;, Allah SWT akan memberi ampunan saat kita bertobat. Tetapi jika kita berdosa dengan manusia, Allah SWT tidak akan mengampuni sebelum manusia itu mengampuni kita. Padahal dosa sihir itu terkait dengan manusia karena sudah didzholimi. Dan saya sangat yakin, sulit buat orang yang menggunakan sihir akan meminta ampun kepada orang yang pernah disihir. Jika ini terjadi, maka sangat mungkin Allah SWT tidak akan mengampuni.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-2940520822528979789?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/2940520822528979789/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=2940520822528979789' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/2940520822528979789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/2940520822528979789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2009/04/hipnotis-dan-sihir.html' title='Hipnotis dan Sihir'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-5252424861110056370</id><published>2009-03-02T09:20:00.005+07:00</published><updated>2009-10-16T03:19:42.450+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OOT'/><title type='text'>Filosofi dari Ahli Mesin Bubut</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah beberapa bulan, seperti biasa motor saya harus menjalani "general check-up", terutama bagian modifikasi roda 3. Bagian modifikasi memang bukan hasil penelitian, sehingga menjadi wajar jika sering timbul masalah. Hal ini berbeda dengan bagian motor-motor yang lain, yang dibuat melalui proses perancangan yang teliti, sehingga hasilnya akan lebih bagus.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di tempat "general check-up" (sebuah bengkel bubut), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alhamdulillah&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, motor saya ditangani oleh pemilik bengkel sekaligus orang yang paling ahli di bengkel tersebut. Beliau juga ahli menggunakan mesin bubut. "Saya tidak menyangka loh, pak, kalau bagian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;as&lt;/span&gt; ini bisa retak. Padahal saya memilihkan bahan yang paling kuat," begitu Pak Har menyampaikan hasil pertama pengecekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak disangka, kalimat pembuka tersebut menjadi awal pembicaraan selanjutnya yang cenderung serius di antara kami. Tentunya sambil terus melakukan pengecekan dan perbaikan jika diperlukan. Akan saya sampaikan satu tema pembicaraan yang menurut saya paling menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dalam membuat modifikasi motor roda 3 ini, Pak Har sudah memperhitungkan berbagai hal, namun masih saja ada kemungkinan salah perhitungan. Beliau sudah terbiasa melakukan perhitungan dari berbagai hal karena sudah terbiasa mengoperasikan mesin bubut. Dari mesin bubut inilah, pembicaraan kami menjadi berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mesin bubut itu, beliau sudah berhasil membuat berbagai alat. Masih dari beliau, dalam pembuatan suatu alat, banyak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;setting&lt;/span&gt;an yang perlu diperhatikan. Settingan ini bisa dikatakan dari berbagai sisi dan arah: atas, bawah, depan, belakang, samping, kemiringan pisau, dll, sampai saya menjadi tidak paham. Salah sedikit dari satu sisi/arah, hasilnya bisa dipastikan tidak akan sesuai dengan harapan. Kalau semua settingan ini benar, barulah hasilnya akan sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya beliau menganalogikan dengan kehidupan ini. Untuk menjalani hidup ini, setiap orang harus memperhatikan dari berbagai sisi. Setiap sisi ini harus di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;setting&lt;/span&gt; sehingga manusia bisa menjalani hidup dengan benar. Bila ada satu sisi yang terlupakan, tujuan akhir manusia tentulah tidak akan tercapai secara sempurna. Hanya dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;setting&lt;/span&gt;an yang benarlah manusia bisa mencapai tujuan akhir hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul juga apa yang disampaikan oleh Pak Har. Terbayang di pikiran saya, apa yang terjadi seandainya mesin bubut itu tidak di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;setting &lt;/span&gt;sama sekali. Tentunya besi yang dibubut itu akan tetap seperti semula, tidak menjadi alat, atau bahkan hancur tidak terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa saya sadari, filosofi Pak Har ini terbawa ke rumah dan ke tempat tidur. Pikiran saya pun bertambah kacau hingga muncullah pikiran-pikiran ini:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Agar settingan tidak salah, tentunya pembuat mesin bubut itu sudah menyertakan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;manual&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; penggunaan. Tanpa manual ini, Pak Har tidak akan bisa mengoperasikan mesin bubut tersebut. Kalau tidak bisa mengoperasikan, Pak Har pasti hanya bisa mencoba-coba, yang hasilnya bisa benar dan bisa salah. Padahal dengan cara seperti itu, kemungkinan salah akan jauh lebih besar dibandingkan kemungkinan benar. Padahal juga, kalau salah, bisa timbul kemungkinan yang lain yaitu mesin bubut akan jadi rusak, tidak bisa dipakai, dan mesin itu menjadi sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Meskipun ada manual, pengoperasian tetap memerlukan latihan. Tanpa latihan yang berulang-ulang, tidak mungkin Pak Har bisa mengoperasikan mesin bubut itu dengan terampil. Apa yang terjadi jika malas latihan? Apa pula yang terjadi jika tidak pernah latihan dan hanya memajang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;manual&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ini di lemari atau sebagai hiasan?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Seperti mesin-mesin lain, jika ada salah satu bagian yang rusak maka harus segera diperbaiki. Kalau tidak, kemungkinan besar akan merusak bagian yang lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span&gt;Kesalahan pengoperasian mesin bubut ini bisa berbahaya, tidak hanya buat yang mengoperasikan tetapi buat orang-orang sekitarnya bahkan buat alam lingkungan di sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Bagaimana dengan hidup kita?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-5252424861110056370?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/5252424861110056370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=5252424861110056370' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/5252424861110056370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/5252424861110056370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2009/03/filosofi-dari-ahli-mesin-bubut.html' title='Filosofi dari Ahli Mesin Bubut'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-6698742435517780629</id><published>2008-10-31T16:39:00.013+07:00</published><updated>2009-10-16T19:06:43.284+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat umum'/><title type='text'>Jangan Segan untuk Meminta Hak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Alkisah, hari ini(hari Jum'at) saya mengambil passport saya beserta keluarga. Ini sesuai dengan janji yang diberikan oleh pihak Kantor Imigrasi saat kami melakukan wawancara pada hari Rabu (2 hari yang lalu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari Rabu lalu, selain wawancara, kami juga difoto. Selain itu kami juga harus membayar biaya penerbitan passport dll, yang terdiri dari 3 komponen biaya, yaitu:&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Buku passport : Rp. 255.000&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Foto dan sidik jari : Rp. 15.000&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cover passport : Rp. 5.000 &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Total biaya yang harus saya bayar per orang adalah Rp. 275.000. Seperti biasa, dengan iseng saya mengamati komponen biaya yang tertera di 3 lembar kuitansi (1 kuitansi untuk 1 komponen biaya) Perhatian saya tertuju pada Cover passport. Ternyata cover passport ini dibuat oleh Koperasi Karyawan kantor imigrasi tersebut. Setelah saya ingat-ingat, saya tahu yang dimaksud dengan cover ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke hari ini, saya mengambil passport kami. Seorang petugas menyerahkan passport tersebut dan meminta saya untuk memfoto copy serta menyerahkan foto copy tersebut ke beliau. Setelah saya serahkan, petugas tersebut mengucapkan terima kasih, dan urusan penerbitan passport sudah selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mau beranjak, saya teringat tentang cover passport. Mungkin karena hari Rabu saya mengamati biaya cover, saya jadi teringat. Apalagi memang kenyataannya passport yang saya terima belum diberi cover. Saya kembali lagi dan menanyakan masalah cover. Petugas tersebut segera mencarikan cover yang saya tanyakan. Akhirnya lega juga, karena dengan cover ini passport kami bisa lebih terlindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata memang orang Indonesia itu benar-benar pelupa. Cover yang tergeletak setumpuk di depan petugas itu saja, bisa terlupa. Apalagi kalau letaknya jauh dari depan mata. Intinya, jangan segan untuk menanyakan hak kita, karena siapa tahu petugasnya lupa. Tentu saja dengan cara yang baik dan sopan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Insya Allah&lt;/span&gt;, mereka akan melayani dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-6698742435517780629?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/6698742435517780629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=6698742435517780629' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6698742435517780629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6698742435517780629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/10/jangan-segan-untuk-meminta-hak.html' title='Jangan Segan untuk Meminta Hak'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-7617895698302414354</id><published>2008-09-12T08:07:00.012+07:00</published><updated>2009-10-16T03:22:16.187+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media Massa'/><title type='text'>PSIKOPAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah lama absen, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alhamdulillah&lt;/span&gt; akhirnya punya kesempatan menulis juga. Namun kali ini juga belum bisa membuat tulisan sendiri, melainkan merangkum dari tulisan di majalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini menjadi pembahasan banyak orang tentang sosok yang telah melakukan pembunuhan berantai, yang jumlahnya tidak tanggung-tanggung. Saya tidak perlu menyebutkan nama sosok tersebut, dan saya kira semua pembaca sudah mengenalnya karena sering di-expose oleh media massa. Sosok pembunuh seperti ini lebih dikenal sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pembunuh berdarah dingin&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;karena dia melakukan pembunuhan dengan emosi yang dingin. Sangat mencengangkan, saat ditemukan fakta bahwa sosok ini bukanlah orang yang punya sifat terlihat seperti kriminal (bertampang kriminal). Bahkan sosok dia lebih dikenal sebagai orang yang lemah lembut. Di kampungnya dia juga dikenal sebagai orang yang taat beragama dan guru ngaji. Tetapi ini tidak aneh di dunia psikologi, yang menyebutnya sebagai kelainan jiwa, yang diberi nama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;psikopat&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tergolong sebagai penyakit jiwa, namun psikopat tidak sama dengan penyakit jiwa psikosis, dimana penderitanya tidak sadar dengan apa yang telah dilakukan. Seorang psikopat sadar sepenuhnya dengan apa yang dia lakukan. Psikopat merupakan bentuk gangguan kepribadian tipe antisosial. Pengidap psikopat sering disebut sebagai sosiopat, karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terbayang pertama kali di benak saya, seorang psikopat adalah seorang pembunuh berdarah dingin seperti tercermin pada sosok yang saya ceritakan di muka. Tetapi ternyata tidak demikian. Sebagian psikopat memang dikenal sebagai pembunuh berdarah dingin. Sebagian lagi dikenal sebagai perilaku kriminal lain, seperti pemerkosa dan koruptor. Namun, psikopat ternyata tidak hanya pelaku kriminal seperti itu. Bahkan itu hanya 15% - 20% dari total psikopat. Sisanya, tidak dikenali karena tidak melakukan tindakan kriminal meskipun banyak tindakannya yang merugikan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian Prof. Robert Hare, seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, pandai memutarbalikkan fakta, penebar fitnah dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri. Seorang psikopat akan dikenal sebagai sosok pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempunyai daya tarik yang mempesona, mampu menguasai berbagai ilmu pengetahuan dan tampak sukses dalam karier. Psikopat yang kharismatik dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;well-educated &lt;/span&gt;ini paling sulit dideteksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikopat sejati menghancurkan semangat, karier dan reputasi seseorang serta mampu membuat korbannya merasa bersalah terhadap dirinya sendiri dan sebaliknya malah mengasihani sang psikopat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikopat punya ciri-ciri umum. Namun, ciri-ciri ini tidak bisa digunakan untuk mengecap seseorang tergolong psikopat atau tidak. Karena untuk menetapkan seseorang adalah psikopat, dibutuhkan diagnosis yang kemampuannya sendiri perlu pelatihan ketat dan menggunakan pedoman penilaian formal. Selain itu juga membutuhkan wawancara yang mendalam. Berikut ini adalah ciri-ciri umum seorang psikopat:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sering berbohong, fasih, dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di berbagai bidang. Mereka sering mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Egosentris dan menganggap dirinya hebat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak punya rasa sesal dan bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya, ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak punya alasan untuk peduli.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Senang melakukan pelanggaran dan punya masalah perilaku di masa kecil.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sikap antisosial di usia dewasa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kurang empati. Bagi psikopat, tidak ada bedanya antara memotong kepala ayam dan kepala orang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat, tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang dan gemetar. Karena itu, psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin".&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Perilaku psikopatik biasanya muncul dan berkembang pada masa dewasa, mencapai puncak di usia 40-an, mengalami fase &lt;span style="font-style: italic;"&gt;plateau&lt;/span&gt;  sekitar usia 50-an, lantas perlahan akan memudar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, ciri-ciri umum itu bukan digunakan untuk menilai psikopat seseorang. Tetapi bisa digunakan untuk menilai diri kita sendiri maupun keluarga kita sehingga bisa dideteksi secara dini,  yang selanjutnya bisa dilakukan proses pengobatan sehingga dapat disembuhkan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Insya Allah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.majalah-nikah.com/"&gt;Majalah Nikah&lt;/a&gt;, Volume 7, Tahun ke-6.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Salah sumber.  Seharusnya: &lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;&lt;a href="http://www.majalah-nikah.com/"&gt;Majalah Nikah&lt;/a&gt;, Volume 7, Nomor 6&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-7617895698302414354?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/7617895698302414354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=7617895698302414354' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/7617895698302414354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/7617895698302414354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/09/psikopat.html' title='PSIKOPAT'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-762913956539553202</id><published>2008-07-14T14:45:00.009+07:00</published><updated>2009-10-16T03:39:34.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat umum'/><title type='text'>Penipuan Gaya Baru di ATM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan pengalaman pribadi, tetapi dari maillist. Semoga bisa dijadikan pelajaran agar kita lebih berhati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=========================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENIPUAN DI ATM GAYA BARU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini menimpa saya Hari Minggu yang lalu di salah satu ATM Mandiri (sebut saja ATM1). Semoga tidak terulang pada pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini berawal ketika saya mau menarik uang di ATM Mandiri. Seperti kadang-kadang terjadi setelah saya masukkan kartu ATM, layar ATM menyatakan bahwa .....out of service atau ....maaf sementara tidak dapat melayani. Tentu saja saya langsung tekan tombol Cancel untuk membatalkan transaksi. Namun ternyata kartu ATM tidak kunjung keluar walaupun saya ulangi berkali kali dan saya tunggu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di saat saya berharap kartu ATM segera keluar, tiba-tiba ada seseorang laki-laki (sebut saja Mr X) yang membuka pintu ATM dan tindakan kurang etis ini tentu agak mengejutkan saya. Orang tersebut yang tampil dengan sikap dan wajah innocent (tanpa dosa) dan dengan cukup santai bertanya: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bisa Pak?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kartu saya tadi tertelan pak!&lt;/span&gt; Karena merasa senasib, sikap saya berubah dari curiga menjadi welcome. Setelah saya amati, ternyata kartu saya tampak sedikit (kurang lebih satu millimeter) di bibir lobang kartu ATM dan saya berusaha dengan menyelipkan dua kartu tipis untuk menjepit kartu tersebut agar dapat saya keluarkan. Usaha saya itu mendapat respon yang bersahabat dari Mr X dan segera pula ia membantu saya untuk menjepit dengan kertas yang saya gunakan tetapi kartu ATM saya juga tidak berhasil dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha berikutnya dilakukan oleh Mr X dengan menelpon "Bank" (katanya saya telpon bank saja pak, 14000 ya? tanyanya dan tidak saya jawab karena saya konsentrasi dengan usaha saya untuk mengeluarkan kartu ATM). Setelah dia menceritakan apa yang telah terjadi dan salah satu ungkapannya di telepon "kartu saya terganjal oleh bapak setelah saya pak!". Mr X segera menyerahkan HPnya karena pihak "Bank" mau bicara dengan saya. Pihak "Bank" setelah menanyakan beberapa data seperti nama, tanggal lahir, nama ibu kandung segera menuntun saya agar dapat mengeluarkan kartu ATM saya dan tentu saja saya turuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekan tombol di bawah angka 9; tekan tombol di bawah angka 7; tekan pin bapak; tekan ENTER. Keluar tidak pak? Tanyanya. Tidak, jawab saya. Ok pak saya akan bantu sekali lagi mengeluarkan kartu bapak. Ikuti petunjuk saya tekan tombol di bawah angka 9; tekan tombol di bawah angka 7; tekan pin bapak (pelan-pelan pak) dan saya sempat berpikir mengapa harus pelan?; tekan ENTER. Singkatnya saya menekan PIN saya sampai sekitar tiga kali yang disaksikan oleh Mr. X. Saya tidak sampai hati meminta Mr X keluar dari ruang ATM karena ia telah meminjami HP dan "menolong saya". Adegan ini berarkhir ketika pihak "Bank" tidak berhasil membantu saya dengan mengatakan: Ok pak, karena kartu bapak tidak bisa keluar, KARTU BAPAK SAYA BLOKIR SAJA DAN SAAT INI KARTU BAPAK SUDAH TIDAK BERFUNGSI. Besuk bapak segera ke Bank Mandiri setempat untuk minta terbitkan kartu baru. Karena merasa aman, saya segera tinggalkan ruang ATM dengan mengucapkan terima kasih kepada Mr. X setelah anak saya segera keluar dari mobil, menyusul ke ruang ATM menanyakan apa yang terjadi (kata saya: kartu sudah diblokir, kita pindah ATM lain saja nak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya saya tidak menaruh semua telor saya dalam satu keranjang. Masih ada keranjang lain tidak peduli ukurannya. Segera saya menuju ATM (sebut saja ATM2) yang lain karena saya sudah ditunggu di salah satu toko untuk suatu transaksi. Sebelum saya (bersama isteri dan anak saya) masuk ke ATM2 tiba-tiba SMS banking masuk dan menyatakan rekening saya terdebet Rp 1.500.000,-. Ketika itu saya baru sadar (menurut saya bukan karena hipnotis, tetapi logis) bahwa MR X TADI TERNYATA PENIPU dan pihak "Bank" yang bicara dengan saya adalah anggota sindikatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera saya menuju ATM1 dengan melanggar lampu merah di perempatan jalan sambil menghampiri Polantas setempat. Sampai di tempat kejadian, tentu saja pelaku sudah kabur dan selama saya menuju kembali ke ATM1, rekening saya selalu terdebet hampir setiap setengah menit Rp 1,5 juta dan berkali-kali. Saya berusaha keras untuk memblokir via 14000 tetapi selalu dijawab oleh mesin penjawab dan setelah sekian lama saya baru bisa bicara dengan operator untuk melakukan pemblokiran. Apa boleh buat saat pemblokiran saldo tinggal tersisa Rp 82 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dihubungi oleh pihak kepolisian, tidak lama berselang petugas ATM Bank Mandiri datang dan membongkar mesin ATM. Ternyata di dalam ruang kartu masuk telah diselipkan SEBATANG KOREK API yang telah dipotong "pentolan" nya. Kata petuga bank: Inilah pak yang membuat kartu bapak tidak bisa masuk....kejadian ini sudah sekitar satu tahun tapi pelakunya belum juga tertangkap.. .. Dia (Mr X) bisa mengeluarkan kartu bapak dengan tang/penjepit kecil.....Minggu lalu juga kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu memasuki hari kerja saya laporkan ke Bank Mandiri dan petugas Customer Service menyatakan kasus ini baru pak (wah rupanya pihak bank ketinggalan juga, red) setelah dicek transaksi penarikan (oleh Mr X cs) tiga kali Rp1,5jt; 1xRp500rb; dan karena maksimum penarikan per hari Rp5jt, sisanya dihabiskan untuk belanja kilat (mungkin di toko emas) tentu dengan memalsukan tanda tangan saya. Maaf pembaca, total kehilangan tidak perlu saya beberkan semua, yang jelas tinggal Rp82rb alias habis dalam waktu transaksi 17 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KESIMPULAN:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Sindikat penipu memilih ATM yang terpencil, bukan yang di kantor bank dan/ atau yang ada security-nya.&lt;br /&gt;2. Mereka memilih hari libur agar nasabah tidak dapat menghubungi bank setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TIP AGAR HAL SERUPA TIDAK TERULANG PADA PEMBACA:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Gunakan ATM yang ada Bank-nya atau yang dekat security, hindari ATM terpencil walaupun di ATM terpencil kita tidak perlu antre.&lt;br /&gt;2. Jika kartu macet dan tidak bisa keluar dengan usaha sendiri, tinggalkan saja karena orang lain tidak bisa menggunakan tanpa mengetahui PIN-nya dan segera lapor ke bank setempat (tentu pada hari kerja).&lt;br /&gt;3. Pada saat pembaca panik karena jadwal padat, ditunggu dalam waktu singkat, sehingga secara emosional tidak stabil, mungkin juga sedang berantem sebaiknya hindari transaksi menggunakan ATM karena daya analisa menurun dan sangat memungkinkan terjadi kesalahan.&lt;br /&gt;4. (Walau yang keempat ini tidak terkait dengan sub judul di atas) rekening yang ber kartu ATM batasi jumlahnya. Yang lain simpan saja di rekening tanpa kartu ATM dan jika terlanjur diberikan kartu ATM, kembalikan saja ke bank dan bertransaksilah via kasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf jika pembaca tersita waktunya untuk membaca ulasan peristiwa ini terutama bagi yang telah mendengar peristiwa serupa sebelumnya. Jika kurang bermanfaat bagi pembaca, berikan (forward) info ini kepada rekan yang lain, siapa tahu mereka membutuhkan. Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika suatu saat info ini sampai kepada Mr. X yang telah menipu saya, saya berpesan carilah uang dengan cara lain karena melalui jerih payah, hasil akan lebih bisa dinikmati. Anda berkualitas dalam mendapatkan uang cepat, namun kualitas hendaknya memenuhi 5 indikator keseimbangan yaitu QCDSM (Quality, Cost, Delivery, Safety, Morale). Anda baik dari sisi Quality (cerdik); anda baik dari sisi Cost (dengan biaya rendah, hanya sebatang korek api); anda baik dari sisi Delivery (dapat uang dalam waktu cepat); tapi dari sisi Safety (anda aman....tapi hanya sementara lho); dan dari sisi Morale (sayang angkanya cuma nol) karena melanggar norma.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-762913956539553202?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/762913956539553202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=762913956539553202' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/762913956539553202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/762913956539553202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/07/penipuan-gaya-baru-di-atm.html' title='Penipuan Gaya Baru di ATM'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-7667622553918296901</id><published>2008-07-04T17:03:00.004+07:00</published><updated>2009-10-16T03:24:47.092+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama (Islam)'/><title type='text'>Perwujudan Kepribadian yang Ihsan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bekerja dan berusaha haruslah dilandasi dengan kejujuran, karena jujur akan membawa keberkahan, sebagaimana yang pernah terjadi pada masa khalifah Umar bin Khatthab ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan oleh Abdullah bin Zaid bin Aslam mendengar dari ayahnya, dari kakeknya, Aslam menuturkan, "&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ketika kami sedang bersama khalifah Umar bin Khatthab berkeliling di tengah malam untuk memantau keadaan di kota Madinah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ia bersandar pada tembok dan terdengarlah suara seorang perempuan berkata kepada putrinya, '&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ambillah susu itu dan campurlah dengan air&lt;/span&gt;'. Putrinyapun menjawab, '&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ibu, tidaklah engkau tahu bahwa khalifah Umar hari ini telah bertekad untuk memberantas kecurangan?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;' . Ibunya bertanya, '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa tekadnya itu?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ia telah memerintahkan seorang penyeru untuk mengumumkan kepada khalayak ramai agar tidak mencampur susu dengan air&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;'. Ibunya tetap bersikeras agar putrinya mencampur susu dengan air sebelum dijual, dengan mengatakan, '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Khalifah dan penyerunya tidak akan melihat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;'. Ia menjawab, '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibu, pantaskah aku mentaatinya di depan, sementara menentangnya dari belakang?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar percakapan antara ibu dan anak gadisnya itu, Umar pulang dengan hati menyimpan sesuatu. Pagi harinya Umar memanggil putranya, Ashim, lalu menikahkannya dengan gadis itu. Ia tidak memandang pada pekerjaan, keturunan atau hartanya tetapi memandang kepada kepribadiannya yang baik dan beriman, meskipun hidupnya sulit, miskin harta dan kedudukan, namun telah mencapai derajat ihsan, ia menyembah Allah seakan-akan melihatnya dan kalaupun ia tidak melihatnya, ia yakin kalau Allah melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan ini, kemudian dikaruniai anak perempuan yang kelak melahirkan Umar bin Abdul Aziz, khalifah yang dikenal adil dan ahli ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;{Dikutip dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SwaraQuran&lt;/span&gt; No. 3 Tahun ke-6}&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-7667622553918296901?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/7667622553918296901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=7667622553918296901' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/7667622553918296901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/7667622553918296901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/07/perwujudan-kepribadian-yang-ihsan.html' title='Perwujudan Kepribadian yang Ihsan'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-2107440163416385161</id><published>2008-06-26T11:37:00.002+07:00</published><updated>2008-06-26T11:46:58.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama (Islam)'/><title type='text'>Jujur, Kiat Menuju Selamat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Muslim.or.id memuat artikel tentang jujur. Beberapa hal yang disampaikan dalam artikel tersebut antara lain tentang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;definisi jujur&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;keutamaan jujur&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;macam-macam jujur&lt;/span&gt;. Menurut saya cukup bagus karena dilengkapi dengan dalil-dalil, baik dari Al-Qur'an maupun Al-Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan membaca &lt;a href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/jujur-kiat-menuju-selamat.html"&gt;artikel&lt;/a&gt; tersebut untuk mendapatkan pengetahuan selengkapnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-2107440163416385161?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/2107440163416385161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=2107440163416385161' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/2107440163416385161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/2107440163416385161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/06/jujur-kiat-menuju-selamat.html' title='Jujur, Kiat Menuju Selamat'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-4995950333270547821</id><published>2008-06-03T10:04:00.003+07:00</published><updated>2009-10-16T03:51:24.095+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Kerja'/><title type='text'>Kejujuran Ilmiah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa bulan yang lalu, ada kejadian yang sedikit "mencoreng" dunia ilmiah, khususnya penelitian. IPB lewat salah satu penelitiannya mengungkapkan ada bakteri yang berbahaya dalam produk susu formula dan makanan bayi. Mendengar ini, dengan tidak menghargai peneliti, Menkes membantah hasil penelitian itu. Bahkan Menkes menuduh IPB dibiayai pihak asing untuk menghancurkan produsen susu dalam negeri. Menkes didukung oleh hasil penelitian Badan POM yang menyatakan bahwa tidak ditemukan bakteri tersebut, serta menambahkan bahwa susu formula dan makanan bayi yang beredar di masyarakat. Badan POM adalah salah satu badah yang berada di bawah Departemen Kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini saya tidak akan membahas tentang mana penelitian yang benar karena sudah basi. Yang saya bahas adalah etika dalam penelitian. Pertama, &lt;span class="fullpost"&gt;bahwa tanggapan yang diberikan pemerintah benar-benar tidak menghargai peneliti. Ungkapan yang disampaikan ke Menkes menunjukkan adanya ketidak-percayaan peneliti dan hasil penelitiannya, bahkan memberikan tuduhan yang menyakitkan. Peneliti bisa saja berbuat salah, dan itu wajar. Wajar juga kalau peneliti mengumumkan hasil penelitiannya. Karena semuanya wajar, tidak perlu ditanggapi dengan emosi seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kebakaran jenggot&lt;/span&gt;. Jika berpikiran positif, hasil penelitian harus ditanggapi dengan hasil penelitian juga. Ilmiah dijawab dengan ilmiah, bukan dengan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, namun di sisi lain, ternyata memang terjadi juga peneliti (baik dari akademisi dan non-akademisi) yang tidak jujur dalam penelitiannya. Ada peneliti yang berpikiran bahwa yang penting membuat laporan akhir, dan laporan akhir ini harus sesuai dengan tujuan awal yang ditetapkan. Meskipun untuk itu harus mengubah data atau menggunakan data palsu. Beberapa kemungkinan penyebab peneliti melakukan tindakan tidak terpuji, di antaranya:&lt;br /&gt;1. Mengurangi kredibilitas si peneliti. Kalau hasilnya tidak sesuai dengan tujuan menunjukkan kemampuan yang kurang dalam melakukan analisis awal.&lt;br /&gt;2. Memenuhi permintaan pemberi dana. Ada unsur kepentingan bagi pemberi dana sehingga mereka menginginkan hasil tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang tidak melakukan survey seberapa banyak peneliti dan penelitian yang curang itu. Tetapi hal itu memang ada. Tetapi yang penting buat kita bukan seberapa banyak peneliti yang curang. Meskipun jumlahnya kecil, tentu akan merusak citra penelitian. Penelitian bisa tidak dipercaya lagi, meskipun sampai saat ini pemerintah memang tidak mempercayai penelitian dari dunia akademisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh kecurangan dalam penelitian adalah penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa. Mahasiswa sebagai bagian dari dunia akademisi, keilmiahan, dan intelektualitas tidak seharusnya melakukan kecurangan dalam penelitiannya. Mungkin skala kecurangannya tidak sebesar pada penelitian yang didanai. Tetapi hal ini tidak boleh dibiarkan karena memberikan pembelajaran yang buruk buat mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kecurangan memang kemungkinan karena ketidak-sengajaan. Seperti contoh mengutip pendapat atau hasil penelitian orang lain tanpa menunjukkan rujukannya. Kaidah dalam penelitian adalah "apa yang ditulis dalam laporan adalah hasil pemikiran/karya peneliti selama tidak ada statement yang menyatakan bahwa itu diambil dari pemikiran/hasil penelitian orang lain". Jadi, kalau mahasiswa tidak mencantumkan sumbernya, itu akan dianggap pemikiran mahasiswa. Dan kalau itu terbukti diambil dari orang lain maka mahasiwa akan dianggap sebagai "pencuri" (plagiator).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sebagian lagi disebabkan karena kesengajaan. Dan ini sangat memprihatinkan. Orientasinya yang umum adalah nilai. Karena takut nilainya jelek, padahal sudah lelah dan mentok, maka dengan sengaja melakukan pemalsuan. Kalau di dunia informatika, pemalsuan yang dilakukan adalah pemalsuan kepemilikan. Contoh pemalsuan kepemilikan di sini adalah "mengaku" bahwa software yang dia buat adalah bikinan sendiri. Padahal, secara umum penelitian mahasiswa informatika, khususnya S1, lebih dititik beratkan pada pembuatan software (perangkat lunak). Sehingga software memang seharusnya dibuat sendiri. Masih bisa ditolerir jika sebagian adalah buatan orang lain, asalkan disebutkan juga dalam laporan. Asalkan juga, bahwa bagian itu bukan bagian utama dari software yang dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang terjadi pemalsuan seperti itu, penguji seharusnya tidak meluluskan penelitian tersebut. Itu adalah tanggung jawab penguji yang sebenarnya juga berstatus sebagai peneliti. Sebagai peneliti memang seharusnya tidak mengakui hasil penelitian yang curang. Tidak mengakui hasil penelitian dinyatakan dalam bentuk &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak meluluskan peneliti&lt;/span&gt; (mahasiswa). Demikian juga pembimbing, yang juga peneliti. Sangat tidak etis kalau pembimbing melindungi mahasiswanya. Pembimbing harus tegas demi terciptanya dunia penelitian yang memang menuntut kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-4995950333270547821?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/4995950333270547821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=4995950333270547821' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/4995950333270547821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/4995950333270547821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/06/kejujuran-ilmiah.html' title='Kejujuran Ilmiah'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-8883470814843844957</id><published>2008-06-03T07:57:00.003+07:00</published><updated>2009-10-16T03:52:32.409+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama (Islam)'/><title type='text'>Jujur tidak sama dengan "Blak-blakan"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesalah-pahaman memang kadang tidak bisa dihindari. Misalnya kita ingin mengungkapkan A, tetapi orang lain menangkap sebagai B. Itu adalah biasa. Kesalahan pemahaman ini tidak mutlak kesalahan orang yang menangkap, namun kadang-kadang disebabkan oleh yang mengungkapkan. Misalnya karena apa yang disampaikan tidak lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama terjadi pada saat memahami kata "jujur". Jujur memang diartikan menyampaikan apa adanya, tidak ada yang ditutupi, tidak macam-macam, dan tidak berbelit-belit. Namun ada jujur yang tidak seharusnya dilakukan, kalau dalam Islam dinyatakan sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Haram&lt;/span&gt; dilakukan. Dengan kata lain, ada jujur yang diharamkan. Salah satu contoh jujur yang diharamkan adalah membuka aib sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menyimak media massa, akan sering menjumpai tokoh-tokoh terkenal yang blak-blakan, terang-terangan. Kalau blak-blakan itu dalam hal kebaikan, akan tidak jadi masalah. Tetapi kalau blak-blakan itu berkaitan dengan aib dirinya sendiri, maka itu akan jadi masalah. Kalimat seperti ini kemungkinan yang akan kita temui:&lt;br /&gt;- Saya tidak mau munafik kalau tadi malam kami melakukan sebuah kemasiatan (minuman keras, narkoba, dll).&lt;br /&gt;- Biasa kok, itu sudah menjadi kebiasaan kaum jet zet (tulisannya benar nggak?)&lt;br /&gt;- Jujur saja, tadi malam kami pergi berduaan ke mall (tertawa-tawa dan senang saat diliput media, tanpa ada rasa malu)&lt;br /&gt;Yang intinya, bahwa mereka jujur (bahkan menyebut diri &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak munafik&lt;/span&gt;) telah melakukan kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, kemaksiatan tergolong sebagai aib yang harus ditutupi. Tidak selayaknya kemaksiatan yang dilakukan seseorang disebarkan ke orang lain. Apalagi jika yang melakukan itu menyampaikan dengan penuh kesombongan, dan tanpa rasa malu. Bahkan orang yang demikian dikategorikan sebagai orang yang berbuat maksiat dengan terang-terangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menyampaikan dalam salah satu hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" dir="ltr"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 176, 80);"&gt;&lt;span class="matn" links="1712 1708 1458"&gt; Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Semua umatku akan ditutupi segala kesalahannya kecuali orang-orang yang berbuat maksiat dengan terang-terangan. Masuk dalam kategori berbuat maksiat terang-terangan adalah bila seorang berbuat dosa di malam hari kemudian Allah telah menutupi dosanya, lalu dia berkata (kepada temannya): Hai Fulan! Tadi malam aku telah berbuat ini dan itu. Allah telah menutupi dosanya ketika di malam hari sehingga ia bermalam dalam keadaan ditutupi dosanya, kemudian di pagi hari ia sendiri menyingkap tirai penutup Allah dari dirinya (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits tersebut, meskipun Allah SWT membenci kemaksiatan tetapi Dia menutupi aib orang yang melakukan. Artinya bahwa seharusnya aib kemaksiatan itu tidak disebarkan oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dilarang di sini adalah membuka aib sendiri untuk kesombongan, seperti contoh-contoh saya yang di atas. Tetapi kalau membuka aib sendiri ini dipakai sebagai salah satu cara buat memperbaiki dirinya sendiri, itu diperbolehkan. (Kalau ada pembaca yang pernah menemukan dalilnya, mohon bantuannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, di samping hukum jujur itu adalah wajib, namun dalam hal-hal tertentu jujur itu diharamkan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Insya Allah&lt;/span&gt;, dalam tulisan berikutnya akan disampaikan jujur yang diharamkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-8883470814843844957?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/8883470814843844957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=8883470814843844957' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/8883470814843844957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/8883470814843844957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/06/jujur-tidak-sama-dengan-blak-blakan.html' title='Jujur tidak sama dengan &quot;Blak-blakan&quot;'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-5312030108386908678</id><published>2008-05-26T08:25:00.005+07:00</published><updated>2009-10-16T03:53:05.303+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OOT'/><title type='text'>Menumbuhkan Kemandirian pada Anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sifat mandiri sangat diperlukan oleh setiap orang. Dengan sifat mandiri ini, setiap orang dapat menghadapi setiap masalah yang dihadapi, tanpa harus menunggu atau bergantung pada orang lain. Artinya, meskipun tidak ada orang yang siap membantu, siap menghadapi masalah. Mandiri bukan berarti tidak membutuhkan orang lain, karena bagaimanapun manusia adalah makhluk sosial, yang tetap mempunyai kemungkinan membutuhkan orang lain. Dengan kata lain, mandiri berarti siap menyelesaikan masalah baik sendirian maupun dengan bantuan orang lain, dan jika dengan bantuan orang lain tidak berarti melepaskan semua tanggung jawab ke orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat mandiri ini perlu diajarkan ke setiap orang sejak dini. Namun, mengajarkan kemandirian ini ternyata tidak mudah. Dan ini yang kami alami, waktu mengajarkannya ke anak pertama. Banyak metode yang sudah kami dapatkan dan kami terapkan. Bahkan kami menerapkannya sejak anak kami berumur 3 tahun. Waktu itu kami cukup berhasil, semasa kami masih tinggal di Jerman. Mungkin karena dukungan dari pelajaran di sekolah (Waktu itu di "Kindergarten", TK), yang memang lebih banyak mengajarkan perilaku, baik sebagai individu maupun sosial. Namun, saat kami kembali ke Indonesia dan anak kami masuk TK, kemandirian itu banyak yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pikiran pertama kami, mungkin ini disebabkan karena sekolah di Indonesia lebih banyak mengajarkan kemampuan akademik. Jadi, kami harus mengajarkan "sendirian". Ini artinya, kami harus lebih banyak meluangkan waktu. Tetapi setelah sekian tahun, belum juga kelihatan hasilnya. Tambah buruk lagi saat adiknya lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, sekitar 1 atau 2 bulan yang lalu, kami mendapatkan metode yang baru. Metode ini sangat sederhana, dan tidak pernah kami bayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode ini ditayangkan oleh salah satu stasiun TV swasta, dengan program acara yang berjudul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nanny 911&lt;/span&gt;. Program acara ini menampilkan sekelompok konsultan yang bisa dipanggil untuk membantu menyelesaikan problem-problem rumah tangga. Dalam salah satu episode menampilkan keluarga yang memiliki problem yang sama dengan keluarga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengamati kegiatan keluarga ini beberapa hari, seorang konsultan yang dikirim (sebut saja Nanny) menganalisis penyebab susahnya menumbuhkan sifat mandiri ke anak. Dan penyebabnya adalah "si orang tua selalu menemani anaknya saat tidur". Yang dimaksud menemani di sini tidak hanya  menemani selama si anak tidur, tetapi juga menemani anak waktu berangkat tidur sampai si anak tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kami tidak salah tangkap, logikanya seperti ini. Saat si anak tertidur, orang tuanya ada di dekat dia. Perasaan ditemani orang tua ini akan tetap ada selama anak tidur, walaupun saat itu orang tuanya sudah tidak ada lagi di sampingnya. Perasaan inilah yang mempengaruhi hilangnya sifat mandiri. Karena si anak merasa, orang tuanya ada setiap saat dan siap membantunya. Pengaruh yang diberikan pada saat jiwa dalam keadaan kosong seperti saat tidur, bisa tertanam sangat dalam hingga si anak sadar dalam bangunnya. Peristiwa ini identik dengan telepati, hipnotis, guna-guna, dll, dimana seseorang bisa mempengaruhi orang lain saat orang lain itu dalam kondisi kejiwaan yang kosong atau lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun agak tidak percaya, apa yang terjadi pada keluarga itu kami bandingkan dengan kondisi kami. Dan memang agak mirip. Setelah anak kedua kami lahir, anak pertama selalu tidur dengan saya. Waktu itu yang terpikirkan di saya adalah agar anak pertama saya tidak merasa cemburu karena mamanya, yang selama ini selalu menemani, lebih banyak mengurus adiknya. Dan itu berlanjut sampai anak pertama saya masuk SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, meskipun masih tidak percaya, kami mencoba menerapkan metode ini. Anak pertama, kami biarkan tidur di tempat tidurnya sendirian. Tidak terlalu susah, karena memang sebelum-sebelumnya dia sudah ingin tidur sendirian. Alasannya, biar terasa luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, tidak perlu menunggu lama. Tidak sampai menunggu mingguan anak itu sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kemandirian. Hanya beberapa hari, dia sudah mau mengenakan baju dan sepatu sendiri. Yang lebih mengejutkan, dia juga mau mandi sendiri, kegiatan yang dulu pernah dia lakukan sendiri saat masih di Jerman dan lama terhenti. Biasanya juga, kalau bangun pagi suka rewel, sekarang tidak lagi. Dan terakhir adalah kejadian beberapa hari lalu. Anak saya yang berumur 7 tahun dan laki-laki itu, tiba-tiba meminta ijin ke mamanya untuk mencuci piringnya sendiri. Bahkan akhirnya mencuci semua piring setelah acara makan bersama. Alhamdulillah. Meskipun hasil cucian piringnya tidak bersih, kami biarkan saja dan tidak mencelanya, namanya juga baru belajar. Semua kegiatan itu dia lakukan dengan kesadaran sendiri tanpa pernah kami suruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini hanya sugesti. Tetapi kami sudah membuktikan bahwa salah satu penyebab sulitnya menumbuhkan kemandirian pada anak adalah tidur yang selalu ditemani. Jadi ingat salah satu pesan Muhammad, Rasulullah SAW, agar memisahkan tidur anak jika sudah beranjak besar.  Mungkin ini salah satu manfaatnya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-5312030108386908678?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/5312030108386908678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=5312030108386908678' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/5312030108386908678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/5312030108386908678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/05/menumbuhkan-kemandirian-pada-anak.html' title='Menumbuhkan Kemandirian pada Anak'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-7372593147655854834</id><published>2008-05-21T16:34:00.004+07:00</published><updated>2009-10-16T03:53:37.709+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama (Islam)'/><title type='text'>Hakim yang Adil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkisah, Ali bin Abi Tholib ra, yang saat itu menjabat sebagai khalifah, kehilangan baju besinya yang terjatuh dari kudanya. Saat ia kembali, beliau mendapati seorang Yahudi sedang memegang sebuah baju besi. Karena merasa yakin bahwa itu adalah miliknya, Khalifah meminta baju besi itu. Orang Yahudi itu mempertahankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berdebat, mereka memutuskan untuk membawa masalah itu ke pengadilan. Waktu itu yang menjabat hakim adalah Syuraih. Karena masih dalam pemerintahan Islam, hakim ini adalah muslim yang diangkat oleh Khalifah Ali sendiri. Akhirnya, mereka menghadap Syuraih. Syuraih mempersilahkan Khalifah untuk duduk dalam posisi lebih tinggi dibandingkan dengan orang Yahudi. Perbedaan tempat duduk ini bukan disebabkan oleh posisi sebagai khalifah, tetapi lebih disebabkan karena sebagai seorang muslim (yang tidak boleh disamakan dengan seorang Yahudi).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah Syuraih menanyakan maksud kedatangannya, Khalifah menjelaskan problem seperti yang diceritakan di muka. Kemudian Syuraih bertanya ke orang Yahudi itu. Orang Yahudi tetap bersikukuh bahwa itu adalah miliknya karena saat ini benda itu benar-benar ada di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dalam kasus ini Khalifah bertindak sebagai penuntut, maka Syuraih meminta beliau untuk menghadirkan 2 orang saksi. Dan Khalifah menghadirkan 2 orang yaitu seorang pembantunya dan Hasan (putra Khalifah). Syuraih bisa menerima kesaksian pembantu Khalifah tetapi tidak menerima kesaksian Hasan. Penolakan ini disebabkan oleh hubungan dekat Hasan dengan Khalifah, yaitu sebagai putra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hanya 1 saksi yang bisa dihadirkan Khalifah, Syuraih memutuskan bahwa orang Yahudi itu yang memenangkan perkara. Syuraih tetap memenangkan orang Yahudi itu meskipun Khalifah adalah saudara muslim, dan meskipun Khalifah adalah orang yang telah mengangkatnya menjadi seorang hakim. Dan Khalifah menerima keputusan itu demi hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan oleh Syuraih sebagai hakim dan Khalifah sebagai pemimpin tertinggi dalam kasus tersebut menunjukkan ajaran Islam dalam masalah hukum dan keadilan. Bahwa keadilan tidak memandang hubungan kekerabatan maupun hubungan agama. Bahwa keadilan juga tidak memandang kedudukan, pangkat, dan jabatan. Semua orang memiliki kesamaan kedudukan di dalam hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW juga sudah mengajarkan keadilan ini, lewat salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari ra, yang bunyinya "Seandainya Fathimah binti Muhammad mencuri, tentu akan aku potong tangannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadilan yang ditunjukkan oleh Syuraih dan Khalifah membuat kisah di atas berakhir dengan manis. Orang Yahudi itu - yang memenangkan perkara lewat seorang hakim muslim, di negara muslim, dan tidak tanggung-tanggung melawan kepala negara muslim itu sendiri - akhirnya masuk Islam. Dan dia mengaku bahwa memang baju besi itu adalah milik Khalifah yang ia temukan di jalan. Belum habis di situ. Khalifah yang tahu bahwa orang Yahudi itu khirnya masuk Islam, beliau malahan menghadiahkan baju besi yang sudah dikembalikan itu. Subhanallah....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-7372593147655854834?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/7372593147655854834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=7372593147655854834' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/7372593147655854834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/7372593147655854834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/05/hakim-yang-adil.html' title='Hakim yang Adil'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-842108495138214417</id><published>2008-05-16T15:31:00.005+07:00</published><updated>2009-10-16T04:01:13.305+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat umum'/><title type='text'>Sales Masuk Kantor</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun di ruang AC, suasana di kantor agak sedikit panas. Tetapi alhamdulillah masih tetap bisa semangat untuk menyelesaikan tugas-tugas hari itu. Untung juga, di suasana yang agak panas ini, ada seorang teman dosen yang menemani, sambil ngobrol-ngobrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu saat datanglah seseorang mengetuk pintu. "Assalaamu 'alaykum," kata orang itu. "'Alaykumus salam wa rahmatullah," jawab kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bisa bertemu dengan Pak Taufiq Hidayat?"&lt;br /&gt;"Saya sendiri." jawab saya dengan tangkas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah kesimpulan dari pembukaan tamu saya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah perwakilan dari sebuah perusahaan XXX, yang sedang mengadakan promosi. Dalam promosi itu perusahaan XXX akan membagikan salah satu produk mereka secara cuma-cuma (alias GRATIS) kepada orang-orang yang dipilih, yang menurut dia, sudah diperoleh dari survei. Dan saya adalah salah satu dari orang-orang yang dipilih itu. Produk yang akan mereka bagikan itu adalah alat pijat elektrik. Sebelum dibagikan, dia akan mencontohkan cara penggunaan dari alat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jadilah tamu saya mencontohkan cara penggunaan alat itu, dan sekaligus dipraktekkan ke saya. Lumayan juga, saya dipijiti, mulai dari tengkuk sampai telapak tangan. Saat memijit telapak tangan, diajarkan juga kaitan antara rasa sakit-sakit di bagian organ tubuh dan bagian-bagian pada telapak tangan, seperti ginjal, maag, jantung, dll. Setelah 30 menit berlalu, selesailah acara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, dia menjelaskan bahwa kalau nanti ada teman-teman yang berminat, bisa membeli alat itu ke perwakilan Yogya, dan dia menunjukkan alamatnya. Jika membeli sampai bulan Juni, yang masih masa promosi, harganya 500rb kurang seribu. Setelah masa promosi selesai, harganya akan kembali ke harga semula, yaitu 700rb (juga kurang seribu). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk saat ini, dia akan membagikan alat itu hanya ke 6 orang saja secara cuma-cuma. Hanya.............................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, hanya..... membayar ongkos kirim saja, yang merupakan ongkos kirim import plus pajak masuk, sebesar 250rb rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, kalau dibandingkan dengan harga sebenarnya, yang sudah disebutkan sebelumnya, pengganti ongkos kirim ini jauh di bawahnya. Tetapi siapa yang tahu harga sebenarnya? Saya hanya diberi kesempatan "gratis" ini saat itu juga. Tidak ada kesempatan untuk mengecek harga alat-alat sejenis ke tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mikir sejenak, saya berniat untuk telpon isteri, siapa tahu dia hapal harga alat seperti ini. Tetapi akhirnya saya urungkan. Lebih baik tidak mengambil saja. Apalagi kami (saya + isteri) punya prinsip sederhana "hanya membeli barang yang sedang kami butuhkan", dan berusaha untuk tidak membeli barang karena ada diskon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun dibilang "hanya" pengganti ongkos kirim, nilai itu tetap lumayan besar. Dari sisi saya, nilai itu tetap saya anggap sebagai harga barang, karena itu adalah nilai yang saya bayarkan untuk mendapatkan barang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain kali, alangkah lebih baiknya kalau hal itu diberitahukan di muka, tidak di belakang seperti itu, sehingga saya bisa menolak. Kasihan mahasiswa-mahasiswa bimbingan skripsi yang mengantri, yang harus tertunda bimbingan gara-gara saya melayani. Lain kali juga, buat saya sendiri, agar tidak tergoda dengan istilah "gratis" :D.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-842108495138214417?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/842108495138214417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=842108495138214417' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/842108495138214417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/842108495138214417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/05/sales-masuk-kantor.html' title='Sales Masuk Kantor'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-2709912677806185007</id><published>2008-05-16T15:30:00.001+07:00</published><updated>2009-10-16T04:01:47.081+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diri sendiri'/><title type='text'>"Kebarat-baratan"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah darimana asalnya, saya mendapat label 'kebarat-baratan'. Mungkin berdasarkan tulisan-tulisan saya di blog ini, yang menampilkan nilai-nilai positif dari barat. Sedangkan untuk tulisan dari dalam negeri, saya lebih condong menulis sisi-sisi negatif.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Insya Allah, saya tidak bermaksud mengunggulkan nilai-nilai barat. Sungguh saya tidak kagum dengan nilai barat. Yang saya kagumi adalah nilai-nilai positif dari agama yang saya anut, ternyata lebih banyak diterapkan oleh barat daripada penganut agama itu, yang banyak tinggal di Indonesia. Hanya itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan kata lain, jika saya menuliskan sesuatu tentang barat, maka saya menulisnya dengan ukuran agama saya, Islam. Jika nilai barat itu benar menurut Islam, maka saya tuliskan. Jika nilai barat itu salah, maka tidak saya tuliskan. Tujuan saya hanya sebagai pemacu buat penganut agama Islam, khususnya, maupun masyarakat Indonesia, umumnya. Pemacu agar menjalankan ajaran agamanya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua memang berawal dari kekecewaan, kekecewaan terhadap kebanyakan masyarakat Indonesia yang tidak mau menjalankan ajaran agamanya, terutama yang pokok. Hal ini tidak hanya dilakukan oleh anggota masyarakat yang berstatus awam, namun juga yang sudah berilmu agama, dan sudah sering menyampaikan ilmunya kepada orang lain. Kalau dalam agama Islam, disebut Ustadz.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada sebuah kisah dari seorang sahabat saya. Dulu dia termasuk orang yang tidak mau ikut pengajian. Alasan dia saat itu adalah "dia tidak mau mendengarkan orang yang NATO, No Action Talk Only". Menurut pandangan dia, banyak Ustadz yang punya ilmu namun tidak menerapkan ilmunya di kehidupan sehari-hari. Sehingga orang seperti itu tidak pantas untuk didengarkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut saya, dua-duanya adalah salah. Si Ustadz salah, karena selain punya kewajiban untuk menyampaikan ilmunya ke orang lain, dia juga punya kewajiban untuk menjalankan ilmu yang sudah dia kuasai. Bahkan hukumannya sangat berat bagi siapa saja yang menyampaikan sesuatu tetapi dia sendiri tidak menjalankan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sahabat saya juga salah. Dia punya kewajiban untuk menuntut ilmu, terutama ilmu-ilmu agama. Tidak ada alasan untuk tidak menuntut ilmu karena Ustadznya tidak menjalankan. Ilmu itu sebenarnya berasal dari Allah SWT, bukan dari Ustadz. Kalau Ustadznya tidak menjalankan, itu adalah urusan Ustadz tersebut dengan Allah SWT. Kewajiban kita hanya menuntut ilmu. Hanya, jika kasus Ustadznya seperti itu, dibutuhkan ketelitian. Kita perlu membandingkan ilmu yang dia sampaikan dengan Ustadz lain. Akan lebih baik kalau dibandingkan dengan sumbernya langsung, Al-Qur'an dan As-Sunnah. Tambahan lagi, tidak semua Ustadz seperti itu. Masih banyak Ustadz lain yang lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-2709912677806185007?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/2709912677806185007/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=2709912677806185007' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/2709912677806185007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/2709912677806185007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/05/kebarat-baratan.html' title='&quot;Kebarat-baratan&quot;'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-3125458100072262251</id><published>2008-03-26T14:59:00.002+07:00</published><updated>2009-10-16T04:03:09.104+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Ternyata Mengajak Bercanda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Percakapan pagi hari antara seorang ayah dan anaknya menjelang sekolah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayah : "Mas, mandi. Cepat yuk, sudah siang nih"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak : "Aah, ayah. Masih mau nonton film"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayah : "Tetapi ini sudah siang, Mas. Nanti terlambat sekolah loh"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak : "Yaaah.... Tetapi cepat ya!"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, si anak mau mandi juga. Mungkin karena acara TVnya sedang iklan. Dengan segera si ayah memandikan. Karena tadi sudah janji untuk mandi dengan cepat, acara mandi itu bisa berakhir dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak : "Loh, kok mandinya cepat?" (Tanyanya dengan penuh rasa heran)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayah : "Tadi katanya ingin cepat?" (Balik tanya dengan tidak kalah heran)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak : "Oh, iya. Ha... ha... ha... "&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si anak berkata sambil tertawa. Si ayah tidak menyangka bahwa si anak akan tertawa, sehingga tidak ikut tertawa. Tetap dengan wajah datar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak : "Kok ayah tidak ikut tertawa?" (sambil cemberut)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayah : "Lah, kenapa ayah harus tertawa?" (masih tidak menyadari)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si anak pun lari sambil menangis dan merengek ke mamanya. Si mama bertanya kenapa menangis. Si anak pun mengadu bahwa ayah tidak ikut tertawa padahal dia tadi sedang menggoda si ayah. Si mama pun menyampaikan keheranannya ke ayah kenapa tertawa saja tidak mau.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sambil berangkat mandi, si ayah juga berpikir kenapa tadi tidak ikut tertawa. Dalam hati berpikir apakah dia sudah kehilangan perasaannya sehingga tidak tahu kalau sedang diajak bercanda oleh si anak, karena memang tidak lucu. Setelah selesai mandi, si ayah minta maaf ke si anak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayah : "Mas, sini.. Maaf, ya. Ayah tadi tidak tahu kalau diajak bercanda."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak : "Nggak mau!" (tetap dengan wajah cemberut)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah agak lama barulah si anak mau memberi maaf.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si ayah merasa menyesal juga. Mungkin dalam kasus tertentu, tidak apa-apalah kalau sedikit berpura-pura. Apalagi buat anak kecil seperti itu, yang sedang ingin bercanda dengan si ayah meskipun candaan itu mungkin tidak lucu buat si ayah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-3125458100072262251?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/3125458100072262251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=3125458100072262251' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/3125458100072262251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/3125458100072262251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/03/ternyata-mengajak-bercanda.html' title='Ternyata Mengajak Bercanda'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-6042513291371516795</id><published>2008-03-26T14:07:00.003+07:00</published><updated>2009-10-16T04:03:45.249+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat umum'/><title type='text'>Kebohongan dan Kemaksiatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"I want my money back. Before I decied to rent the house, I had asked Bu Kost whether he could stay with me. I also said that he did not marry me. And she said that it's okay. But now, you see. That people came at a night and took him from me. Since that night I should stay by myself. And now I am very afraid. I always remember what they did to him. I am not able to stay at the house anymore. I want to leave it. Because don't have money at all, I want my money back. Bu Kost has to understand," kata tetangga yang menyewa sebuah rumah. Tentunya hanya kira-kira.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bingung juga mendengar penjelasannya. Bukan karena masalah bahasa Inggrisnya, tetapi bingung apa yang harus kami lakukan. Dia yang berasal dari Rumania ini menjelaskan bahwa sudah minta ijin ke Bu Kost agar teman lelakinya ini bisa tinggal bersamanya meskipun belum menikah. Dan ibu kostnya setuju. Tetapi kenyataannya, belum genap 1 bulan rumah kontrakan itu digerebek warga. Dan membawa laki-lakinya pergi setelah sempat dipukuli karena tidak bisa menunjukkan surat nikah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini, posisi kami hanya sebagai penerjemah antara dia dengan Bu Kost, karena Bu Kost tidak bisa Bahasa Inggris. Yang kami bingungkan adalah pernyataan yang berbeda antara dia dan Bu Kost. Bu Kost bilang bahwa mereka (orang Rumania dan laki-laki itu) pernah bilang bahwa mereka sudah menikah sehingga Bu Kost mengijinkan untuk tinggal bersama. Tetapi orang Rumania bilang bahwa mereka tidak pernah bilang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadinya, karena Bu Kost merasa sudah tahu bahwa mereka resmi suami-isteri, jika ternyata informasi yang diberikan salah maka itu bukan kesalahan Bu Kost. Makanya Bu Kost tidak mau mengembalikan uang sewa. Sedangkan orang Rumania sebaliknya. Karena sudah memberitahu bahwa mereka bukan suami-isteri dan sudah dapat ijin, kesalahan ada di Bu Kost. Dan dia berhak mendapat uang sewa itu kembali, apalagi dia tidak punya uang lagi setelah membayar uang sewa itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu saja kami bingung menghadapi 2 orang, yang masing-masing mempunyai pendapat yang bertolak belakang. Karena di situ kami bukan penghubung, hanya penerjemah, kami tidak ingin mengambil keputusan. Semuanya kami serahkan ke mereka, sampai ada salah satu yang mengalah. Kami juga tidak ingin menyelidiki siapa yang berbohong di antara mereka karena kami bukan detektif. Bila ada 2 pernyataan yang bertolak belakang seperti itu, pasti ada salah satu yang berbohong atau bahkan dua-duanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah capek, padahal saat itu pembicaraan dengan Bu Kost hanya bisa dilakukan lewat telpon, orang Rumania itu kami antar pulang meski dengan cara agak memaksa. Tetapi kami meyakinkan dia bahwa esok pagi masalah ini akan dirundingkan dengan tetangga lain yang berprofesi sebagai polisi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada pelajaran yang bisa dipetik dari kisah ini. Meskipun tidak tahu mana yang bohong, tetapi bisa dipastikan salah seorang dari mereka telah berbohong. Dan betapa sering terjadi bahwa ada kaitan erat antara kebohongan dan kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita terhindar dari perbuatan yang demikian. Amiin.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-6042513291371516795?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/6042513291371516795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=6042513291371516795' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6042513291371516795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6042513291371516795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/03/kebohongan-dan-kemaksiatan.html' title='Kebohongan dan Kemaksiatan'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-6852631025684127467</id><published>2008-03-25T07:49:00.004+07:00</published><updated>2009-10-16T04:04:20.736+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OOT'/><title type='text'>Menggapai Bahagia..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidup bahagia adalah dambaan setiap orang.  Tetapi kebahagiaan ini tidak bisa datang dengan sendirinya. Kebahagiaan harus diusahakan untuk hadir. Ada unsur usaha yang perlu dilakukan agar hal itu tercapai. Berikut ini adalah sebab-sebab agar tercapai hidup bahagia menurut majalah SwaraQuran (No. 7, Tahun ke-5):&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Iman dan Tauhid, iman hanya kepada Allah SWT sebagai satu-satunya penguasa dan yang mengatur segala hal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mensucikan jiwa, bersungguh-sunguh mensucikan jiwa hingga tercapai derajat ihsan. Pensucian hanya dapat dilakukan dengan tauhid, menjalankan kewajiban, meninggalkan yang haram, dan rajin melaksanakan sunnah.&lt;/li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;li&gt;Shalat, dengan shalat seorang manusia dalam posisi yang paling dekat dengan Rabbnya&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Qonaah dan Ridha dengan Ketentuan Allah SWT, merasa puas dengan karunia Allah SWT dan yakin bahwa pilihan Allah SWT untuknya itu lebih baik daripada pilihannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banyak mengingat Allah SWT, merupakan sebab penting ketenangan jiwa dan berpengaruh menghilangkan kesusahan dan kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ilmu yang bermanfaat, akan melapangkan dada karena kebodohan akan menimbulkan kesempitan dan keterkungkungan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbuat baik kepada sesama, sesungguhnya orang yang dermawan dan suka menolong adalah manusia yang paling lapang dadanya dan paling ceria hatinya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak berlebih-lebihan dalam 6 hal, yaitu dalam hal memandang, berbicara, mendengar, bergaul, makan dan tidur.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rasa cinta kepada Allah SWT, dengan cinta akan merasa nikmat saat beribadah kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Taubat dan istighfar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syukur ketika mendapat nikmat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersabar saat mendapatkan bencana&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Doa dan membaca Al-Qur'an, akan merasakan ketenangan dan ketentraman.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hati yang tegar, hanya bersandar dan bertawakkal kepada Allah SWT semata.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersahabat dengan orang-orang shalih, bergaul dengan orang yang merasakan bahagia hakiki akan terpengaruh dengan mereka dan akan mengikuti jejak langkah mereka.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Optimis memandang hidup, putus asa merupakan sumber kesedihan, keresahan dan keguncangan batin.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umur panjang diisi dengan amal shalih&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbakti kepada orang tua dan menyambung silaturrahim, akan menimbulkan ketenangan dan kebahagian.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penghasilan yang halal, juga akan menenangkan hati.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isteri yang shalihah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tetangga yang baik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rumah yang lapang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kendaraan yang menyenangkan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-6852631025684127467?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/6852631025684127467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=6852631025684127467' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6852631025684127467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6852631025684127467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/03/menggapai-bahagia.html' title='Menggapai Bahagia..'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-2261054760062369399</id><published>2008-03-15T10:19:00.004+07:00</published><updated>2009-10-16T04:04:45.071+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media Massa'/><title type='text'>Jujurlah dan Allah Mencintaimu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di luar gedung hujan turun dengan deras. Masih dengan setia mengunjungi setiap stand di pameran buku-buku Islam di Wanitatama. Saat itu saya sedang mencari sebuah buku yang diterbitkan oleh Pustaka Ibnu Katsir. Akhirnya sampailah ke stand penerbit tersebut. Sedikit kecewa karena tidak menemukan buku yang saya cari. Kata penjaga stand, buku itu memang belum diterbitkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena memang tujuan utama hanya mencari buku itu, saya langsung menuju pintu keluar untuk pulang. Hujan masih sangat deras, akhirnya iseng-iseng mampir ke stand dekat pintu keluar. Seperti biasa, tidak sengaja saya menemukan sesuatu yang terkait dengan tema blog ini. Sebuah buku yang judulnya adalah "Jujurlah dan Allah Mencintaimu".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekilas saya baca, dan saya menemukan 3 pendapat yang menarik tentang kejujuran. Bukan bermaksud membandingkan kebesaran dari ketiga orang tersebut, jika pendapat mereka saya tulis di blog ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendapat pertama dari Aristoteles. Dari orang ini, buku tersebut ingin menunjukkan bahwa kejujuran itu memang fitrah manusia, dan bersifat universal, yang seharusnya melekat ke setiap dada manusia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendapat kedua dari Khalifah Islam, Umar bin Khaththab ra. Sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkenal tegas dan keras. Dan pendapat terakhir dari Nabi Muhammad SAW, nabi akhir jaman, yang salah satu ajarannya adalah kejujuran. Dari Nabi Muhammad SAW hanya akan diambil salah satu hadits saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah pendapat tersebut:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aristoteles:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Sebaik-baik perkataan adalah yang jujur pengucapannya dan bermanfaat bagi pendengarnya."&lt;br /&gt;"Mati demi kejujuran lebih baik dari hidup dengan kebohongan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Umar bin Khaththab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh, sekiranya kejujuran itu merendahkanku, padahal ia jarang merendahkanku, maka itu lebih kusukai daripada derajatku terangkat lantaran kebohongan, dan hal itu jarang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nabi Muhammad SAW:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud ra, dari Nabi SAW, beliau bersabda: Sesungguhnya kejujuran itu membimbing kepada kebajikan, dan kebajikan itu membimbing ke surga. Seseorang senantiasa berkata jujur hingga ditetapkan di sisi Allah sebagai shiddiq (orang yang sangat jujur). Dan sesungguhnya dusta itu menuntun kepada kenistaan, dan kenistaan itu menuntun ke neraka. Seseorang senantiasa berdusta hingga ia ditetapkan di sisi Allah sebagai pendusta.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-2261054760062369399?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/2261054760062369399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=2261054760062369399' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/2261054760062369399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/2261054760062369399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/03/jujurlah-dan-allah-mencintaimu.html' title='Jujurlah dan Allah Mencintaimu'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-8812739066272610194</id><published>2008-03-10T16:37:00.005+07:00</published><updated>2009-10-16T04:05:21.189+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama (Islam)'/><title type='text'>Golongan yang berdusta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="AyahArabic"  style="font-family:Traditional Arabic;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ - صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّينَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="AyahArabic"  style="font-family:Traditional Arabic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayat tersebut adalah 2 ayat terakhir dari surat Al-Fatihah, yaitu Surat dari Al-Qur'an yang setiap hari dibaca minimal 17 kali. Kedua ayat berisi do'a kepada Allah SWT. Menurut terjemahan dari Depag RI, arti dari ayat tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Tunjukilah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa yang setiap hari kita ucapkan 17 kali itu, berisi agar kita ditunjukkan ke jalan yang lurus. Dan jalan yang lurus itu bukan jalan orang yang dimurkai dan bukan pula jalan yang sesat. Insya Allah, kita semua paham dengan arti dari ayat-ayat tersebut. Tetapi sudahkah kita mencoba untuk berusaha mewujudkan do'a kita? Atau justeru apa yang akan kita lakukan bertentangan dengan isi do'a itu?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan terlebih dahulu makna dari "jalan orang yang diberi nikmat". Orang-orang yang diberi nikmat disebutkan dalam An-Nisaa:69:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dan barang siapa mentaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadi, orang-orang yang diberi nikmat adalah orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasulullah. Seseorang disebut taat jika menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, masih dalam tafsir tersebut, bahwa jalan yang lurus itu bukan jalan dari orang-orang yang dimurkai oleh Allah dan bukan jalan dari orang-orang yang sesat. Ada 2 istilah berbeda yang muncul di sini, yaitu orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat. Kedua istilah ini menunjukkan 2 kelompok orang yang berbeda. Yang termasuk ke dalam orang-orang yang dimurkai oleh Allah adalah orang Yahudi, sedangkan yang termasuk ke dalam orang yang sesat adalah orang Nashrani. Petikan dari Al-Maidah:60 menunjukkan golongan yang dimurkai Allah:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;... Yaitu, orang yang dilaknat dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Petikan tersebut merujuk ke golongan Yahudi, dimana sebagian dari mereka dijadikan kera dan babi karena melanggar hari Sabat. Sedangan petikan dari Al-Maidah:77 menunjukkan golongan yang sesat:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;... Dan janganlah kamu mengikuti keinginan orang-orang yang telah tersesat dahulu dan (telah) menyesatkan banyak (manusia), dan mereka sendiri tersesat dari jalan yang lurus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Petikan ayat tersebut merujuk ke golongan Nasharani. Beberapa hadits juga menunjukkan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sifat mendasar pada golongan Yahudi yang menyebabkan golongan ini dimurkai Allah. Bahwa Yahudi diberi ilmu tentang hukum Allah tetapi tidak diamalkan, bahkan cenderung membangkang terhadap ilmu tersebut. Salah satu kisah tentang pembangkangan ini adalah hadits yang menceritakan tentang orang-orang Yahudi yang menghukum orang yang berzina dengan tidak menggunakan hukum rajam. Saat ditanya Rasulullah, orang-orang tersebut berkata bahwa hukum rajam tidak ada dalam Taurat. Tetapi selanjutnya Rasulullah bisa menunjukkan bahwa hukum rajam itu benar-benar ada dalam Taurat, tetapi mereka tidak mau mempraktekkan. Banyak juga ayat-ayat Al-Qur'an yang menceritakan pembangkangan golongan Yahudi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sifat mendasar pada golongan Nashrani, sehingga mereka tersesat, adalah mereka tidak mempunyai ilmu (hukum Allah) dan mencari ilmu ke sumber yang salah. Sehingga golongan ini melakukan amal tanpa berdasar ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, golongan yang dimurkai adalah golongan yang mengetahui hukum Allah tetapi tidak mengamalkan. Sedangkan golongan yang sesat adalah golongan yang mengamalkan sesuatu tanpa mengetahui hukumnya. Keduanya sama, akan menghasilkan kedustaan dalam beragama. Golongan pertama berdusta bahwa hukum yang seharusnya mereka amalkan tidak ada sehingga tidak perlu diamalkan. Sedangkan golongan kedua berdusta bahwa amalan yang mereka lakukan adalah sesuai dengan hukum Allah, padahal mereka tidak mengetahui secara pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita, umat Islam? Bagaimana kalau kita mengetahui hukum Allah tetapi tidak mengamalkannya? Apakah kita termasuk golongan yang dimurkai Alah? Bagaimana pula bila kita membuat amalan tanpa mengetahui hukumnya? Apakah kita juga digolongkan sebagai golongan yang sesat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu a'lam bishshowab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-8812739066272610194?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/8812739066272610194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=8812739066272610194' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/8812739066272610194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/8812739066272610194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/03/golongan-yang-berdusta.html' title='Golongan yang berdusta'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-7541640761784780105</id><published>2008-03-06T14:04:00.001+07:00</published><updated>2009-10-16T04:05:39.854+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat umum'/><title type='text'>Warung Jujur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu saya kuliah S1 dulu, juga pernah menemui warung jujur seperti yang ditulis di &lt;a href="http://www.eramuslim.com/atk/oim/7c03064258-warung-jujur.htm"&gt;erasmuslim &lt;/a&gt;ini. Waktu itu saya tinggal di asrama kampus nan murah. Warung jujur yang di asrama ini dikelola oleh salah seorang karyawan asrama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kisahnya sedikit berbeda. Kalau di Eramuslim, warung jujur itu terbilang berhasil. Setiap pembeli selalu membayar meskipun tidak ada yang menjaga barang dagangan. Dan menurut penulis, masih di tulisan tersebut, hal itu menunjukkan bahwa lingkungan kampus tempat warung jujur itu adalah lingkungan yang memang bisa dipercaya. Mungkin disebabkan budaya saling percaya sudah cukup kuat di kampus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan di asrama saya. Beberapa bulan bisnis itu berjalan lancar. Namun, setelah itu, bisnis ini pun tutup. Hal ini disebabkan uang yang diterima tidak sebanding dengan barang dagangan yang laku. Akhirnya bisnis inipun tidak bisa bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengamatan saya, sebenarnya masalah yang muncul bukan karena banyak pembeli yang tidak jujur, alias curang. Tetapi lebih disebabkan oleh ketidakdisiplinan pembeli, yang sebenarnya juga penghuni asrama sendiri. Awalnya mungkin hanya sekedar menunda pembayaran, dengan alasan bahwa pembeli-pembeli tersebut tidak akan kemana-mana. Namun, karena sering menunda, pada akhirnya akan membuat pembeli tersebut lupa dengan jumlah dagangan yang sudah mereka ambil. Akibatnya mereka juga akan lupa dengan nilai uang yang harus mereka bayarkan sehingga hanya mengira-ngira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam skala yang lebih kecil, warung jujur ini juga ada di Masjid Shalahudin. Ada kios majalah yang menggunakan model warung jujur. Majalah-majalah yang dijual di situ adalah majalah baru tetapi lama, masih baru tetapi edisi lama. Pembeli tinggal mengambil majalah, lalu menaruh uang Rp. 4000 di kotak yang disediakan. Laris juga, meskipun harganya lebih tinggi dibandingkan kalau kita beli di kantor pemasarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, memang di bisnis ini dibutuhkan tingkat kepercayaan yang tinggi, terutama buat pembeli. Pertama, bahwa pembeli akan jujur, tidak curang. Yang pertama ini sudah jelas. Setiap pembeli harus jujur, tidak bisa ditawar lagi. Kedua, pembeli harus disiplin. Kasus di asrama saya tadi bisa dijadikan contoh. Memang awalnya setiap pembeli tidak bermaksud untuk tidak jujur. Tetapi karena lupa, yang terjadi memberikan efek yang sama, yaitu bisnis itu akan runtuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus kedua itu perlu kita waspadai. Awalnya tidak terlihat, tetapi akhirnya sangat berbahaya. Sebagian kasus korupsi terjadi dengan model seperti itu. Awalnya, hanya meminjam uang tanpa sepengetahuan atasan, dan nanti akan dikembalikan. Lama-lama menumpuk dan lupa. Tahu-tahu uang yang harus dikembalikan sangat besar. Akibatnya, tidak bisa bayar.  Jadilah ia sebagai terdakwa koruptor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-7541640761784780105?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/7541640761784780105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=7541640761784780105' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/7541640761784780105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/7541640761784780105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/03/warung-jujur.html' title='Warung Jujur'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-9114503458046718795</id><published>2008-03-04T15:53:00.002+07:00</published><updated>2009-10-16T04:07:03.101+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama (Islam)'/><title type='text'>Kejujuran adalah Cermin Kesederhanaan Islam.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang akan saya tulis di sini adalah hasil kesimpulan saya dari materi kutbah Jum'at di Masjid BRI, tanggal 29 Februari 2008. Kalau ada kesimpulan yang salah, mohon buat pembaca yang sama-sama mengikuti kutbah tersebut berpartisipasi untuk mengoreksi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Islam mengajarkan umatnya untuk selalu mengedepankan kejujuran. Kejujuran di sini dapat diartikan sebagai apa adanya, tidak neko-neko (tidak macam-macam), dan tidak berbelit-belit. Akan kita lihat bahwa ajaran ini menunjukkan kesederhanaan ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Islam adalah agama yang mudah. Apapun ajaran yang diberikan Islam, semuanya dapat dilakukan dengan mudah. Setiap orang pasti dapat melakukan perintah maupun menghindari larangan. Jikalau pun ada halangan, Islam akan memberikan keringanan. Kalau ada yang merasa berat, bukan didasarkan pada ketidakmampuan fisik tetapi lebih dikarenakan oleh jiwa manusia itu. Artinya, bahwa tidak menjalankan perintah atau menjauhi larangan itu bukan karena tidak mungkin tetapi karena tidak ingin. Bukan tidak mampu, tetapi tidak mau.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Intinya, bahwa tidak ada yang tidak mungkin dalam setiap ajaran Islam. Semuanya pasti dapat dilakukan. Ini dikarenakan karena ajaran Islam memang dari Sang Maha Pencipta, sehingga mengetahui batas-batas kemampuan manusia sebagai makhluk-Nya. Dengan kata lain, karena ajaran yang diberikan Islam itu mudah, dapat dilakukan siapa saja, maka bisa dikatakan bahwa semua ajaran Islam adalah sederhana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istilah sederhana itulah yang muncul dalam makna kejujuran, yaitu tidak neko-neko, melakukan dan bicara apa adanya. Tidak perlu berpikir lama untuk bicara jujur. Karena kejujuran memang tidak perlu memikirkan untung dan rugi. Sampaikan apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tambahan lagi, sifat jujur dalam Islam merupakan sifat wajib bagi seorang Nabi/Rasul. Sifat wajib tersebut adalah shidiq, tabligh dan amanah. Dan tentunya sifat itu juga wajib ditiru oleh umat, karena Rasul umat Islam (Muhammad SAW) adalah uswatun hasanah, suri tauladan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-9114503458046718795?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/9114503458046718795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/9114503458046718795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/03/kejujuran-adalah-cermin-kesederhanaan.html' title='Kejujuran adalah Cermin Kesederhanaan Islam.'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-912653506441225543</id><published>2008-02-15T08:42:00.003+07:00</published><updated>2009-10-16T04:09:10.475+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat umum'/><title type='text'>Telkom ... oh... Telkom</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Pak, ini saya menolong loh karena Bapak minta bantuan ke saya. Bukan saya yang menawarkan bantuan ke Bapak. Karena sifatnya menolong, jangan sampai di kemudian hari ada ribut-ribut masalah biayanya", kira-kira seperti itu apa yang disampaikan oleh Pak Dar (nama samaran) saat kami minta bantuan untuk menguruskan pemasangan telepon rumah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seminggu sebelumnya kami sudah mendaftar pemasangan telepon baru ke Telkom Pakem. Seminggu tidak ada kabarnya, padahal Telkom berjanji 1 hari setelah pendaftaran, rumah kami akan disurvei. Akhirnya kami berinisiatif ke Pak Dar yang beberapa hari sebelumnya menawarkan pemasangan telepon ke 4 tetangga kami. Ternyata Pak Dar sudah diberi tahu oleh Telkom tentang pendaftaran kami. Kok bisa ya? Padahal Pak Dar ini bukan karyawan Telkom.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pak Dar menyampaikan bahwa jaringan terdekat sudah habis. Ada jaringan yang tersisa namun agak jauh dari rumah kami. Kalau mengambil dari jaringan tersebut, biayanya mungkin akan lebih tinggi. Dan Pak Dar akan mengusahakan agar kami tetap bisa mendapatkan telepon.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata memang benar, biayanya lebih mahal Rp. 500ribu dibandingkan dengan tetangga-tetangga yang lain. Biaya tambahan ini diperlukan untuk pembelian tiang telepon karena masalah jarak tadi. Alhamdulillah, masih dalam anggaran yang kami sediakan. Akhirnya kami menyetujui biaya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak lebih dari 1 minggu, telepon pun dipasang. Semua biaya kami lunasi saat itu juga, mumpung uangnya sudah ada. Daripada ditunda-tunda, nanti uangnya malahan akan terpakai yang lain. Tiga hari kemudian telepon sudah bisa berdering.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tibalah saat pembayaran rekening telepon untuk bulan pertama. Jika dihitung dari hari pertama telepon berdering, masa pemakaiannya tidak lebih dari 2 minggu. Lumayan juga nilainya, lebih dari Rp 200ribu. Buat apa saja ya? Mungkin melihat wajah keheranan saya, petugas loket menerangkan komponen rekening. Terdiri dari biaya pemakaian, abonemen, dan biaya pemasangan. Biaya pemasangan ini yang nilai terbesar yaitu sekitar Rp 150ribu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Biaya pemasangan? Bukankah sudah kami lunasi?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampai di rumah, kami menelepon Telkom menanyakan biaya pemasangan yang kami ingat sudah kami lunasi. Kami diminta ke Telkom yang khusus untuk rekening. Sebelum ke sana, kami ke Pak Dar terlebih dahulu untuk menanyakan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak disangka, kami dimarahi. Terutama perihal pertanyaan kami ke Telkom. Menurut Pak Dar, urusan itu seharusnya ditanyakan ke beliau dan tidak seharusnya ke Telkom. Dan kami dilarang melapor ke Telkom.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dulu katanya tidak akan ribut-ribut?", kata Pak Dar. Kami kaget juga. Sebenarnya kami tidak bermaksud ribut-ribut. Hanya bertanya baik-baik. Atau memang definisi ribut-ribut itu adalah 'tidak boleh bertanya'?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya ini yang beliau sampaikan, "Itu kesalahan saya. Kami salah menghitung biaya. Sebagian uang itu juga dipakai buat 'uang rokok' petugas-petugas yang memasang jaringan. Tetapi kalau misalnya Pak Taufiq mau meminta uang itu, akan saya kembalikan dari kantong saya sendiri. Kalau misalnya tidak diminta, saya mengucapkan Alhamdulillah dan terima kasih. Saya doakan juga semoga rejeki Pak Taufiq lancar.".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itu, kami belum memberi kepastian. Kami rundingkan dulu di rumah. Yang kami sesalkan, kenapa tidak disampaikan dari dulu. Kalau tidak kami tanya, sepertinya juga tidak akan dijelaskan. Anehnya, kasus ini juga terjadi pada tetangga yang lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi keesokan harinya, Pak Dar datang ke rumah kami. Tanpa menanyakan kepastian dari kami, beliau langsung menyerahkan amplop berisi uang. Tanpa berpikir panjang, uang langsung kami terima. Beliau bilang agar melupakan kejadian ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Insya Allah, kami akan melupakan. &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-912653506441225543?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/912653506441225543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=912653506441225543' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/912653506441225543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/912653506441225543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2008/02/telkom-oh-telkom.html' title='Telkom ... oh... Telkom'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-7693797462291975234</id><published>2007-12-18T19:57:00.001+07:00</published><updated>2009-10-16T04:10:01.331+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat umum'/><title type='text'>Taksi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ini saya banyak menulis tentang ketidak-jujuran. Kali ini saya akan menulis tentang kejujuran yang saya temui. Hebatnya, kali ini di kota yang terkenal "lebih jahat dari ibu tiri", saya menemukan kejujuran itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Turun dari kereta di Stasiun Gambir, seperti biasa saya nyari taksi yang ngetem. Seperti biasa juga, saya naik taksi yang memang sudah dikenal baik. Akhirnya, saya dapat sebuah taksi yang dipiloti oleh sopir dengan logat daerahnya yang kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tidak biasanya, saya lupa daerah tujuan. Nama gedungnya sih saya ingat, Wisma Aldiron. Tetapi saya lupa daerahnya. Padahal Pak Sopirnya lupa dengan nama gedung itu. "Daerah mana ya?". Karena lupa, jawaban saya seperti ini "Eh, mana ya? Kok saya lupa. Apa Pancoran ya?", masih dengan wajah ragu-ragu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Oh iya. Betul. Pancoran, pak", kata Pak Sopir, jadi ingat dengan gedung itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih dengan ragu-ragu, saya ikuti taksi berjalan. Tambah bingung juga waktu ditanya Pak Sopir, "Mau lewat mana?". "Terserah, Pak, saya juga nggak tahu. Saya nggak buru-buru kok", jawabku. Loh, kok saya bilang begitu. Semakin ketahuan dong, kalau saya benar-benar lupa dengan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama perjalanan, saya benar-benar takut. Apalagi ternyata Pak Sopir mengambil jalan yang berbeda dari biasanya saya lalui. Saya seperti melewati tempat-tempat yang asing. Atau ini akibat saya lupa? Bukan sekali ini saya ke gedung itu dari Stasiun Gambir. Biasanya saya masih tetap bisa mengenali, walaupun saya lupa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat mendekati Tugu Pancoran, saya baru bisa mengenali daerah itu. Dari arah datangnya taksi ke gedung, saya menyadari bahwa memang jalur yang diambil Pak Sopir taksi kali ini berbeda dengan taksi-taksi yang pernah saya pakai. Tidak heran kalau tadi saya tidak mengenali daerah-daerah yang kami lewati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di argo meter, saya baca harga yang harus saya bayar. Oh, segitu. Tidak jauh beda dengan sebelum-sebelumnya. Artinya, Pak Sopir tidak berniat untuk berputar-putar agar argonya bisa menunjukkan angka yang lebih besar. Mungkin maksud Pak Sopir untuk menghindari kemacetan yang sering terjadi di Jakarta. Apalagi waktu itu termasuk jam sibuk karena saatnya  orang-orang berangkat ke kentor dan anak-anak sekolah berangkat ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Terima kasih, Pak Sopir. Meskipun penumpangmu ini tidak tahu jalan, engkau tidak memanfaatkannya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak."&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-7693797462291975234?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/7693797462291975234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=7693797462291975234' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/7693797462291975234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/7693797462291975234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2007/12/taksi.html' title='Taksi'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-5879789644354346812</id><published>2007-12-11T12:34:00.001+07:00</published><updated>2009-10-16T04:11:20.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat umum'/><title type='text'>Oleh-oleh dari Jakarta/Bandung</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Sambil mendengarkan musik lewat &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;earphone&lt;/span&gt;, saya memperhatikan seorang penjual di Stasiun kereta. Mereka menawarkan minuman kaleng buat wisatawan asing, yang hari ini terlihat sangat banyak. Sepintas saya perhatikan jenis minumannya. Sepertinya minuman bir. Wisatawan itupun terlihat menawar harga bir kaleng tersebut. Akhirnya terjadilah transaksi jual-beli. Penjual itu sangat bergembira, terlihat dari senyum lebarnya. "Besar po untungnya?", tanya hati saya dalam logat Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat, penjual itu berjalan ke arah penjual lainnya, yang tadi ikut bergabung dengan penjual itu saat proses tawar menawar. Sambil berjalan, penjual yang beruntung tadi melambaikan uang ribuan sebanyak 2 lembar. Kali ini saya bisa mendengar suara penjual itu karena&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt; &lt;/span&gt;saya melepaskan &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;earphone&lt;/span&gt; yang tadi menemani. "Nih, buat uang dengar", kata penjual tadi. Wah, besar juga untungnya. Dari 2 kaleng bir itu, dia bisa memberi temannya uang dengar sebesar Rp. 2 ribu. Berarti untungnya bisa lebih dari 2 kali uang dengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bukan kisah itu, yang jadi kisah utama tulisan saya ini. Kisah di bawah inilah yang akan jadi cerita utama.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah lama berdiri di stasiun (kurang lebih 1.5 jam), kereta jurusan Yogyakarta, yang akan saya tumpangi (tentunya dengan bayar) tiba. Takut terpeleset karena lantai dan tangga basah oleh air hujan pagi tadi, saya berjalan hati-hati waktu naik kereta. Innalillahi, betul juga, saya terpeleset. Tapi, alhamdulillah.... seorang wisatawan asing, yang berdiri tidak jauh, dengan sigap menangkap saya dan tongkat saya. Dengan dibantu oleh wisatawan itu, saya bisa berdiri lagi dan bisa masuk kereta. "Thank you very much," kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, lebih dari separo penumpang di gerbong yang sama denganku adalah wisatawan asing. Mereka duduk di kursi deretan terdepan. Di belakang wisatawan, ada beberapa orang Indonesia. Sepertinya pemandu wisata. Kursi saya tepat di belakang pemandu-pemandu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa banyak bicara dengan penumpang sebelah, saya langsung tidur. Kira-kira sudah 3 jam berlalu setelah kereta meninggalkan stasiun, saya terbangun karena mendengar suara sendok beradu dengan piring :D. Ternyata wisatawan-wisatawan itu sedang memesan makanan. Loh, kenapa memesan? Biasanya 'kan ada makanan gratis sebagai bagian layanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau nggak ada ya? Kecewa juga, padahal waktu berangkat, saya belum makan. Perut juga sudah memanggil-manggil untuk diisi. Karena sudah tidak tahan, akhirnya saya juga memesan makan, tepatnya nasi goreng. Lebih mahal kalau dibandingkan dengan harga nasi goreng di luar kereta. Tetapi jauh lebih murah dibandingkan saya turun kereta, beli nasi goreng, dan terus beli tiket kereta yang lain lagi karena ketinggalan kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu jam kemudian, tibalah kereta di sebuah stasiun dan berhenti. Kalau tidak salah, Stasiun Gombong. Semua wisatawan asing yang duduk di deretan terdepan turun. Akhirnya, banyak tempat duduk yang kosong, lebih dari separo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru beberapa menit meninggalkan Stasiun Gombong, petugas kereta datang membagi-bagikan nasi goreng, "Nasi goreng.... layanan kereta". Nah, lo. Kenapa baru dibagikan sekarang? Biasanya 'kan dibagikan tidak lama setelah kereta berangkat dari stasiun awal? Berarti wisatawan asing tadi tidak dapat. Padahal mereka membayar tiket dengan harga yang sama dengan penumpang yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pindah ke depan saja, Pak. Akan kosong kok ", begitu kata petugas kereta. "Biasanya kalau hari Sabtu memang seperti ini, banyak wisatawan asing. Mereka selalu turun di Stasiun Gombong", lanjutnya. Sambil menikmati nasi goreng kedua di kereta, saya mendengarkan obrolan seorang petugas kereta dengan penumpang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooohhh, jadi mereka sudah hapal, kalau hari Sabtu selalu ada banyak wisatawan asing yang akan turun di Stasiun Gombong. Kalaupun tidak hapal, petugas kereta pasti tahu hal itu dari tiket. Kalau petugas kereta tahu banyak yang turun di Stasiun Gombong, mengapa mereka tidak segera membagikan nasi gorengnya? Agar mereka tidak perlu beli makan, dan mendapatkan haknya. Malah akhirnya wisatawan asing itu harus mengeluarkan uang untuk beli makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung juga, ya. Pertama, tidak perlu mengeluarkan nasi goreng. Kalau dihitung lumayan juga. Kedua, karena nasi gorengnya tidak diberikan, mereka harus beli makan. Pokoknya dua kali untung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengaja? Nggak tahu. Kok pemandu wisata, yang juga orang Indonesia, diam saja? Nggak tahu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalau itu sengaja, berarti "Dongeng Kancil" berhasil menyampaikan pesannya, "Orang pintar (lebih tahu) sudah seharusnya membodohi (membohongi) orang bodoh (orang yang tidak tahu)". Bukan pesan, "Orang pintar seharusnya memberi tahu orang bodoh agar tahu". &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-5879789644354346812?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/5879789644354346812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=5879789644354346812' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/5879789644354346812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/5879789644354346812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2007/12/oleh-oleh-dari-jakartabandung.html' title='Oleh-oleh dari Jakarta/Bandung'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-8570164169999175770</id><published>2007-10-03T08:05:00.001+07:00</published><updated>2009-10-16T04:12:30.425+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OOT'/><title type='text'>Iklan Sirup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mohon maaf, kalau tulisan ini di luar topik. Nggak tahan saja melihat iklan yang akan saya ceritakan ini, yang sepertinya hanya akan diputar di bulan Ramadhan. Tetapi memang adalah perlu untuk sekali-kali menulis di luar topik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah saya singgung di awal, iklan ini tentang minuman sirup (tidak perlu saya sebutkan mereknya). Diputar di bulan Ramadhan, dan kemungkinan hanya di Bulan Ramadhan karena berdasarkan isi ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cerita iklan diawali dengan seorang pemuda yang sedang menyapu. Saat menyapu, dia melihat anak-anak melempari pohon rambutan milik tetangga si pemuda. Saat itu juga, pemuda tersebut meneriaki anak-anak itu dan mengusir mereka pergi. Pemuda ini termasuk orang tidak punya, sedangkan tetangga pemilik pohon rambutan adalah orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua anak pergi, pemuda tersebut memunguti rambutan yang sudah jatuh dan menaruhnya ke dalam keranjang bambu. Lumayan banyak juga. Selanjutnya rambutan yang sudah terkumpul diantar ke pemilik pohon. Seorang Ibu, pemilik rumah, menerima rambutan itu dengan wajah dingin sambil bilang "oooo.....". Pemuda itu meninggalkan pemilik rumah dengan wajah nyengir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore harinya, ibu tadi mengirim es sirup, tentunya sirup merek iklan tsb, yang dicampur dengan rambutan ke pemuda itu. Tetap dengan wajah tanpa senyum, ibu itu memberikan es sirup tersebut (Episode yang baru, ada senyumnya). Dan tentu si pemuda menyambut dengan senyum ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang perlu dicermati, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pertama&lt;/span&gt; kenapa saat menerima rambutan ibu tadi menerima dengan wajah dingin tanpa ucapan terima kasih. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt; si pemuda juga dengan ekspresi wajah nyengir. Intepretasi terhadap iklan ini tergantung penonton karena memang iklan tsb menggunakan bahasa tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau intepretasi saya tentang ibu tadi, balasan berbentuk materi lebih penting dari non materi. Sirup sebagai simbol materi adalah yang diberikan oleh ibu tersebut. Sedangkan ucapan terima kasih yang tulus dan wajah dengan senyum adalah simbol non materi, yang tidak diberikan. Ibu tersebut lebih suka memberikan sirup daripada senyuman dan ucapan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan intepretasi saya tentang pemuda tadi, saat dia membantu, dia mengharapkan sedikit rambutan diberikan ke dia. Tetapi ternyata ibu tadi tidak memberikan rambutan yang sudah dikumpulkan. Makanya wajahnya jadi nyengir. Mungkin kurang ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang, sepertinya itu yang terjadi di masyarakat kita. Kita lebih suka memberikan balasan materi daripada non-materi terhadap orang lain yang membantu kita. Kalau dua-duanya tidak masalah. Tetapi jangan sampai yang non-materi tidak diberikan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dari sisi orang yang membantu orang lain. Janganlah kecewa kalau orang tidak memberikan penghargaan terhadap apa yang kita lakukan. Kita harus benar-benar ikhlas dalam membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dari sudut pandang saya sendiri, sungguh saya sangat senang jika orang yang saya bantu berhasil. Dan, Insya Allah, tidak ada keinginan untuk mendapatkan balasan materi. Tetap menganggap saya sebagai teman dan tidak segan untuk minta bantuan lagi, sudah merupakan balasan yang sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-8570164169999175770?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/8570164169999175770/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=8570164169999175770' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/8570164169999175770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/8570164169999175770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2007/10/iklan-sirup.html' title='Iklan Sirup'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-6260031800600837262</id><published>2007-09-17T10:13:00.002+07:00</published><updated>2009-10-16T04:13:06.447+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama (Islam)'/><title type='text'>Puasa Melatih Kejujuran</title><content type='html'>&lt;div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tulisan ini saya ambil dari isi kutbah Jum'at di Masjd Ulil Albab, UII, tanggal 14 September 2007. Karena intinya sesuai dengan tema blok ini, maka saya tulis ulang. Tentunya, hanya isinya yang sama, sedangkan kalimat-kalimatnya berbeda dan juga lebih singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, umat Islam sedang menjalankan ibadah wajib, Puasa Ramadhan. Dalam puasa ini, setiap muslim yang berpuasa dilarang makan dan minum mulai dari terbit fajar (Subuh) sampai terbenamnya matahari (Maghrib). Terlepas dari larangan yang lain, dalam kutbah tersebut hanya membahas larangan utama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, orang tidak selamanya berkumpul dengan yang lain. Adakalanya sendiri. Di saat sendiri seperti itu, tidak ada orang yang mengawasi. Demikian juga dengan orang yang sedang berpuasa. Nah, di saat sendiri seperti itu, orang yang berpuasa akan punya kesempatan makan dan minum. Tidak sulit buat orang tersebut untuk makan dan minum sekenyang-kenyangnya, dan setelah itu orang lain juga akan tetap percaya kalau orang tersebut bilang masih sedang puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kenapa tidak ada orang berpuasa yang melakukan demikian? Kalaupun ada, pasti dalam hatinya orang tersebut yakin bahwa dia sebenarnya tidak puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya, karena setiap orang merasa yakin bahwa Allah SWT selalu mengawasi. Tidak ada gunanya mereka berbohong ke orang lain berpuasa, karena mereka sebenarnya tidak bisa bohong ke hati mereka sendiri dan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, jika kita memang benar-benar berpuasa, maka kita dilatih untuk jujur. Dan kita dilatih selama 1 bulan penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya jika setiap saat, di luar bulan Ramadhan, kita juga merasakan hal yang sama. Bahwa setiap langkah dan tindakan selalu ada Allah SWT yang selalu mengawasi. Karena ada yang mengawasi, tidak akan ada kejahatan yang terkait dengan ketidakjujuran seperti korupsi, manipulasi, penipuan, pemalsuan, penggelapan, selingkuh, dll.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-6260031800600837262?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/6260031800600837262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=6260031800600837262' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6260031800600837262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6260031800600837262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2007/09/puasa-melatih-kejujuran.html' title='Puasa Melatih Kejujuran'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-20920225587385882</id><published>2007-08-03T09:45:00.001+07:00</published><updated>2009-10-16T04:16:05.841+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat umum'/><title type='text'>Halo, Ini dengan Pak Taufiq?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Itulah ucapan pertama dari telpon seberang, yang menghubungi handphone saya. Karena memang saya yang menerima, langsung saya jawab, "betul". Meskipun saat itu, saya sedang asyik-asyiknya mendengarkan sebuah presentasi dalam acara Rapat Koordinasi Fakultas. Tambah semangat lagi menerima telpon, saat penelpon bilang, "Nomor hp milik isteri Bapak mendapat hadiah dari XXX (sebuah perusahaan telekomunikasi) sebagai pelanggan teraktif tahun 2006. Hadiah berupa uang Rp. 10 juta dan pulsa sebesar Rp. 1 juta. dst".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai pelanggan teraktif? Rasa-rasanya memang iya, karena saya termasuk rajin membayar nomor dari Kartu Pascabayar tersebut, dan selalu menghabiskan limit penggunaan :). Tetapi, saya 'kan belum setahun menggunakan kartu tersebut. Bahkan bisa dibilang, untuk tahun 2006, kami baru menggunakan 2 bulan.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengabaikan keheranan itu dan cerita dari teman-teman tentang penipuan, saya layani penelpon tadi. Dan penelpon tersebut menyampaikan tujuannya bahwa dia akan mengirim hadiah tersebut lewat transfer antar rekening Bank. Karena sudah sore, waktu itu sudah pukul 16.?? WIB, dia tidak bisa mentransfer ke Bank. Satu-satunya cara adalah lewat ATM.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tambah heran dan saya mulai curiga. Jadi teringat tentang penipuan lewat SMS. Tetap mencoba mengabaikan, karena penipuan biasanya 'kan lewat SMS, tetapi saat ini lewat telpon. Saya cek nomor telpon yang tertera di HP, terbaca 021..... Belum sadar, kalau nomor itu juga bisa nomor HP, saya lanjutkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penelpon tersebut akan mentransfer hadiah dengan cara, saya harus ke mesin ATM membawa kartu ATM saat itu juga karena hari itu adalah hari terakhir pengiriman hadiah. Dan lewat mesin ATM itu, penelpon akan memandu pengiriman uang. He.. he.. he.., kalau ini sih sudah jelas, &lt;strong&gt;penipuan&lt;/strong&gt;. Masak mau dikirimi uang, saya yang harus ke ATM?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun, mendengar kemampuan bicaranya yang meyakinkan, saya sempat bingung bagaimana menutup pembicaraan. Akhirnya, dengan sedikit "menyombongkan diri", saya bilang: "Sepertinya lebih baik saya menolak hadiah ini, Pak. Karena saat ini saya sedang rapat, dan tidak ingin meninggalkannya karena memang rapat penting. ". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan selesailah pembicaraan karena penelpon tersebut bilang bahwa dia tidak memaksa. ....&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-20920225587385882?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/20920225587385882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=20920225587385882' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/20920225587385882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/20920225587385882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2007/08/halo-ini-dengan-pak-taufiq.html' title='Halo, Ini dengan Pak Taufiq?'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-3402277042825081991</id><published>2007-08-02T16:12:00.001+07:00</published><updated>2009-10-16T04:17:08.182+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Kerja'/><title type='text'>Lewat jalan pintas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Untuk memperingati Hari Ulang Tahun berdirinya institusi tempat saya bekerja, diadakan lomba jalan sehat keluarga. Setiap karyawan, baik administratif maupun edukatif, dianjurkan untuk ikut dan membawa keluarga. Bagus, sih, sekaligus bisa mengakrabkan keluarga. Yang menarik adalah saat pelaksanaan lomba.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rute jalan sehat bisa digambarkan dalam bentuk persegipanjang. Lumayan jauh dan bisa bikin kaki pegal-pegal. Dengan semangat tinggi, sebagian besar mengikuti lomba, namun ada beberapa anggota keluarga tidak ikut serta. Ya nggak masalah, karena ada anggota keluarga lain yang sudah menjadi wakilnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang jadi masalah, sebelum melewati satu sisi persegipanjang, beberapa peserta ada yang memotong rute. Mereka melewati jalan pintas, sehingga rutenya menjadi lebih pendek. Karena memang bukan acara formal KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), tidak ada juri yang mengawasi. Tidak ada yang melarang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memang tidak butuh juri untuk mengawasi pelaksanaan lomba. Kita hanya butuh diri-sendiri untuk mengawasi diri kita sendiri agar tetap di jalur yang sebenarnya. Demikian itu jika kita sadar tujuan dari pelaksanaan lomba. Kalau kita tidak menyadari tujuan dari lomba, sah-sah saja kalau mau mengambil jalan pintas. &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-3402277042825081991?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/3402277042825081991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=3402277042825081991' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/3402277042825081991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/3402277042825081991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2007/08/lewat-jalan-pintas.html' title='Lewat jalan pintas'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-2644160257913767020</id><published>2007-04-25T15:30:00.002+07:00</published><updated>2009-10-16T04:21:42.666+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>"Ada penyakit di Eskrim."</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;Cerita tentang anak memang tidak ada habisnya. Ada saja kejadian yang menarik kita, termasuk saya. Dan juga menarik untuk ditulis di blog ini :). Dan inilah ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah jadi kebiasaan kami, bahwa kami sangat selektif terhadap makanan. Karena kami berasumsi bahwa makanan berpengaruh terhadap perkembangan fisik, yang di antaranya adalah perkembangan otak. Sehingga makanan yang mengandung zat-zat yang berbahaya, kami cegah untuk tidak masuk ke tubuh anak-anak kami. Misalnya zat pewarna tekstil, pengawet makanan, dan pemanis buatan. Karena menyesuaikan dengan bahasa anak, kami menggunakan istilah "ada penyakit" untuk menyebutkan makanan yang mengandung zat-zat berbahaya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk makanan yang menyebutkan bahan-bahan pembuatnya, tugas kami menjadi sedikit lebih ringan. Kami cukup menunjukkan bahan-bahan mana yang kami sebut sebagai "ada penyakit" tadi. Karena anak kami sudah bisa membaca, akhirnya anak kami tersebut sudah dapat memilih makanan yang aman. Dia tinggal mengecek apakah ada bahan makanan yang berbahaya, yang sudah kami sebutkan. Kalau ada bahan yang aneh, yang belum dia lihat, biasanya dia langsung menanyakan ke kami. Alhamdulillah, anak kami cukup konsisten dengan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu hari, anak kami dikasih tahu temannya yang bernama Nik. Sambil berteriak dari rumahnya, Nik bilang, "Mas, katanya mamaku, &lt;u&gt;eskrim itu&lt;/u&gt; ada penyakitnya lho", sambil menyebutkan jenis dan merek eskrim tersebut. Anak kami yang sudah sering makan eskrim tersebut menjadi kaget. Juga sambil berteriak dari rumah, anak kami dengan yakin bilang bahwa eskrim tersebut tidak ada penyakitnya karena dia sudah baca sendiri bahan makanan yang terkandung di dalam eskrim tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang istilah "ada penyakit" sudah digunakan anak kami ke teman-temannya. Sehingga istilah tersebut sudah terbiasa dipakai untuk menyatakan bahan makanan berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, adu mulut pun terjadi, mempertahankan pendapatnya. Anak kami tetap pada pendapatnya karena sudah baca sendiri. Sedangkan si Nik mempertahankan pendapatnya karena mamanya yang ngasih tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri saya yang berada di dalam rumah tidak berani keluar karena pada saat itu mama si Nik ada di situ. Padahal anak kami sudah sampai bilang bahwa mama Nik berbohong. Artinya, anak kami berani bilang bahwa mama Nik bohong di depan orang yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingung juga kami menjelaskan. Karena esok harinya, anak kami minta dibelikan eskrim yang dimaksud untuk membuktikan bahwa dia benar. Setelah kami belikan, dengan menyebutkan satu-persatu ke kami, anak kami menanyakan apakah ada bahan yang berbahaya. Dengan yakin pula, kami menjawab, memang tidak ada satupun dari bahan yang disebutkan tadi, terdapat bahan berbahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar bingung, bahan mana sih yang menurut mama Nik adalah berbahaya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-2644160257913767020?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/2644160257913767020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=2644160257913767020' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/2644160257913767020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/2644160257913767020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2007/04/penyakit-di-eskrim.html' title='&amp;quot;Ada penyakit di Eskrim.&amp;quot;'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-1805221886212798773</id><published>2007-04-08T05:40:00.002+07:00</published><updated>2009-10-16T04:25:37.999+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Kerja'/><title type='text'>Rejeki, Amanah, atau Ujian?</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;Beberapa hari ini saya mendapatkan banyak ucapan selamat dari teman-teman, baik dari teman-teman dosen dan peneliti maupun dari rekan-rekan mahasiswa. Ucapan selamat tersebut berkaitan dengan diterimanya proposal penelitian saya, yang selanjutnya akan didanai oleh Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) - Depdiknas. Pendaanaan itu disebut sebagai hibah. Penelitian tersebut saya rencanakan selama 3 tahun, yang tiap tahunnya membutuhkan dana sekitar Rp. 40 jt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, itu yang terucap pertama kali. Ada 2 hal yang memang harus saya syukuri. Pertama, saya mendapatkan kesempatan untuk melakukan penelitian secara resmi. Memang, penelitian tidak resmi sudah sering saya lakukan. Saya sebut tidak resmi karena memang tidak terdaftar di manapun, dan tidak terjadwal. Istilahnya, &lt;i&gt;semau gue lah&lt;/i&gt;. Kalau mau saya lanjutkan, saya lanjutkan. Kalau tidak mau, ya saya tinggalkan. Dan juga bersifat insidentil, misalnya kalau ingin membuat paper atau ada mahasiswa yang mencari judul tugas akhir. Namun untuk penelitian ini, saya tidak bisa berbuat seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ada limpahan rejeki. Sebagian dari dana yang saya ajukan tadi adalah honorarium untuk peneliti, termasuk saya sebagai peneliti utama. Sedikit buka rahasia, sekitar 15% dari dana tersebut akan masuk ke kantong saya. Tidak besar sih, jika dibandingkan dengan penghasilan mengerjakan proyek dari luar institusi. Tetapi kepuasan meneliti memang tidak bisa diganti dengan uang. Apalagi jika hasilnya dapat dimanfaatkan oleh orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada yang tidak boleh dilupakan. Dana hibah tersebut adalah dana bantuan dari pemerintah lewat Dikti, bertujuan untuk membantu peneliti agar dapat melakukan penelitian dan menghasilkan produk yang berguna. Berarti peneliti sudah diberi kepercayaan oleh pemerintah untuk mengelola uang negara  untuk kepentingan penelitian. Karena pemerintah adalah kepanjangan tangan rakyat, berarti saya juga sudah diberi kepercayaan oleh rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah amanah yang tidak ringan. Dengan kepercayaan itu, saya dituntut untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan penelitian sehingga penelitian saya berhasil. Memang keberhasilan penelitian ditentukan oleh Yang Di Atas. Namun, saya punya kewajiban untuk berusaha, tetap konsisten, dan tentunya tidak lupa berdoa agar berhasil. Ada ratusan juta manusia yang akan meminta pertanggung-jawaban ke saya. Kalau tidak bisa di dunia, pasti bisa diminta di alam yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, penggunaan dana juga harus selalu saya ingat. Seperti yang sudah saya sebutkan tadi, dari sekian juta dana yang saya usulkan, 15% adalah gaji saya dan sisanya untuk keperluan penelitian. Berarti 85% bukan uang saya, yang sekarang ada di tangan saya. Jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan dengan honorarium saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat memungkinkan, seandainya saya mengubah proporsi tersebut, tanpa sepengetahuan Dikti. Caranya juga tidak sulit, yaitu dengan memanipulasi laporan akhir tahun, yang setiap tahun akan saya buat. Contohnya adalah memanipulasi pengeluaran. Misalnya, saya membeli sebuah alat dengan harga Rp. 10 jt, tetapi saya minta ke tokonya untuk membuat bon pembelian dengan harga yang lebih tinggi, misal Rp. 14 jt. Artinya, uang yang saya keluarkan Rp. 10 jt, tetapi saya laporkan Rp. 14 jt. Benarkah cara yang demikian? Menurut saya, itu tidak benar. Tidak perlu sulit-sulit untuk mencari alasan bahwa itu tidak benar, yaitu &lt;b&gt;Tidak Jujur&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, manakah yang tepat menggambarkan hibah? Rejeki, amanah, atau ujian?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-1805221886212798773?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/1805221886212798773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=1805221886212798773' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/1805221886212798773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/1805221886212798773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2007/04/rejeki-amanah-atau-ujian_07.html' title='Rejeki, Amanah, atau Ujian?'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-3632822384138166861</id><published>2007-04-05T12:37:00.002+07:00</published><updated>2009-10-16T04:27:01.786+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diri sendiri'/><title type='text'>Masalah Nama Samaran</title><content type='html'>&lt;div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'&gt;&lt;div align='justify'&gt;Kemarin sore, bertemu dengan Pak T. Pak T ini saya singgung pada tulisan saya sebelumnya yang berjudul "Daging Korban". Saat bertemu kemarin, beliau membahas tentang orang-orang yang terkait dalam tulisan, yang nama-namanya selalu saya samarkan, termasuk Pak T. Beliau mempermasalahkan nama-nama yang selalu saya samarkan tersebut. Padahal, masih menurut beliau, blog ini 'kan bicara tentang kejujuran, kok nama-namanya malah tidak jujur.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;Memang benar apa yang Pak T sampaikan. Tetapi, Insya Allah, penyamaran ini hanya masalah privasi. Bahwa tokoh-tokoh yang muncul, harus dilindungi kerahasiannya. Menurut saya memang itu kode etik dalam jurnalisme. Apalagi blog ini bersifat global, dimana setiap orang bisa membaca blog saya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;Blog ini memang saya setting agar semua orang bisa membaca, tanpa perlu saya daftarkan ataupun menjadi anggota blogspot. Resikonya, setiap orang, tanpa perkecualian, akan dapat mengkases. Sebagai bentuk tanggung jawab, adalah kewajiban saya untuk merahasiakan tokoh-tokoh yang saya munculkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;Selain itu, penekanan untuk setiap tulisan saya adalah perbuatannya, bukan pada pelakunya. Dan Insya Allah, kejadian dan pelaku adalah benar-benar ada. Tidak ada yang fiktif.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align='justify'&gt;Namun, saya ucapkan terima kasih atas masukan Pak T. Dan atas masukan itu, akan ada perubahan pada blog ini, yaitu kemungkinan penulisan nama-nama sebenarnya. Tentunya setelah mendapat ijin dari yang bersangkutan. Contohnya adalah Pak T, yang nama sebenarnya adalah Pak Tito Yuwono, Dosen Teknik Elektro, Universitas Islam Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih, Pak Tito. Jazakallahu khairan katsiira...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-3632822384138166861?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/3632822384138166861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=3632822384138166861' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/3632822384138166861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/3632822384138166861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2007/04/masalah-nama-samaran_04.html' title='Masalah Nama Samaran'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-6370907301006545949</id><published>2007-04-04T16:58:00.002+07:00</published><updated>2009-10-16T18:31:43.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat umum'/><title type='text'>Harga-harga Psikologis</title><content type='html'>&lt;div align='justify'&gt;Sebenarnya sudah cukup lama saya ingin menulis ini. Namun, karena kesibukan baru kesempatan kali ini saya bisa menulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ke toko, supermarket, atau pusat-pusat perbelanjaan, tentunya sudah biasa menjumpai harga-harga yang tidak &lt;strong&gt;bulat&lt;/strong&gt;. Harga-harga itu ada kemungkinan tidak bisa dibayar dengan uang pas. Sebagai contoh adalah Rp. 1580. Harga itu tidak mungkin dibayar dengan uang pas karena tidak ada receh Rp 10, misalnya. Demikian juga kalau dibayar Rp. 1600, pasti tidak ada uang kembalian. Untungnya, pihak toko tidak mau dibayar kurang, maunya tetap dibayar lebih, yaitu Rp. 1600. Kalau total belanjaan sedikit, presentasi uang yang kita bayar di luar harga barang yang kita beli, akan besar. Tetapi kalau total belanjaan kita banyak, memang tidak akan terasa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan yang bisa didapatkan pembeli, jika harga setiap barang itu lebih murah dari toko lain maka akan terasa hemat. Namun hal itu berlaku jika belanjaan banyak. Kalau tidak, akan sama saja, karena tidak adanya uang kembalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan buat penjual, dengan harga yang lebih murah, akan menarik pelanggan. Meskipun selisihnya mungkin hanya beberapa rupiah. Sebagai contoh, harga di toko lain Rp. 2000, sedangkan di toko kita adalah Rp. 1980. Sekilas, pembeli akan melihat harga di toko kita lebih murah, yaitu sekitar seribuan. Sedangkan di toko lain, harganya sekitar dua ribuan. Meskipun nanti pada akhirnya, uang yang dibayarkan akan sama, karena tidak adanya uang kembalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain masalah harga tersebut, yang saya sebut sebagai pemanfaatan faktor psikologis, konon katanya harga tersebut juga untuk mengakali pajak. Mungkin benar, mungkin juga tidak. Karena tidak mungkin dengan selisih beberapa rupiah, pajaknya akan beda. Maksud saya dengan perbedaan di sini adalah perbedaan prosentase pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas motivasi di belakang harga-harga itu, konsentrasi pembahasan saya sebenarnya bukan pada 'kita sebagai pembeli', namun lebih ke seandainya 'kita sebagai penjual'. Kalau kita sebagai pembeli, pasti setiap orang setuju tidak akan mempermasalahkan &lt;strong&gt;kelebihan&lt;/strong&gt; yang kita bayarkan karena nilai itu terlalu kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika kita sebagai penjual maka sebenarnya kita telah melakukan kebohongan yang sangat besar, yang kita lakukan terhadap banyak orang. Kita telah melakukan pemaksaan setiap orang untuk membayar di luar dari harga yang seharusnya sudah disepakati. Harga yang sudah disepakati adalah harga yang tertulis di produk. Pada saat pembeli memilih barang yang akan dibeli, sebenarnya pembeli dan penjual sudah sepakat tentang harga. Namun kesepakatan itu kita langgar dengan pembayaran yang lebih karena alasan tidak ada uang kembalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa itu kebohongan? Karena pada saat kita menentukan harga itu, kita sudah tahu bahwa tidak mungkin pembeli akan membayar dengan uang pas. Dan harga itu &lt;strong&gt;harus&lt;/strong&gt; dibulatkan ke atas tergantung uang terkecil yang beredar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena yang lain, pembulatan tidak hanya ke uang terkecil. Sebagai contoh adalah uang Rp. 50 dan Rp. 100. Meskipun uang kecil tersebut masih ada, namun kadang-kadang pembulatan ke atas dilakukan ke ribuan terdekat. Alasannya sama, tidak ada uang kembalian. Seandainya kita penjual, kalau harga kita kemungkinan besar akan memunculkan kembalian dalam recehan tersebut, maka kita wajib menyediakan recehan itu sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat waktu belanja alat elektronik di Jerman. Barang-barang yang mereka jual sebagian berharga ratusan Euro. Karena masalah pajak, ada harga-harga yang memunculkan kembalian hanya 10 sen. Tetapi ternyata mereka juga menyediakan recehan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 hal yang memalukan saya. Sebagian besar dari mereka sebenarnya adalah &lt;strong&gt;atheis&lt;/strong&gt;, sedangkan kita mengaku &lt;strong&gt;beragama&lt;/strong&gt;. Namun ternyata mereka lebih jujur. Mereka memiliki penghasilan yang lebih besar dari kita. Namun ternyata mereka (pembeli dan penjual) lebih perhatian terhadap uang kecil mereka dan tidak meremehkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, seandainya kita penjual, kita tidak seharusnya menjual pulsa Rp. 50.000 dengan harga Rp. 49.500, kalau kita tidak punya uang receh Rp. 500. Karena itu benar-benar kebohongan yang nyata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-6370907301006545949?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/6370907301006545949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=6370907301006545949' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6370907301006545949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6370907301006545949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2007/04/harga-harga-psikologis.html' title='Harga-harga Psikologis'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-7536034847745311522</id><published>2007-01-23T09:28:00.001+07:00</published><updated>2009-10-16T18:33:22.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat umum'/><title type='text'>Daging (lagi) 'Sapi'</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Yang saya ceritakan ini adalah kejadian yang dihadapi isteri saya langsung, bukan dari TV, yang telah memberitakan hal yang sama beberapa waktu lalu. Terjadi di kampung halaman isteri saya, di kota kecil yang bernama Magetan. Kejadian ini sudah berlangsung lama, mulai dari isteri saya masih SD sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang tetangga orang tua isteri saya memiliki profesi sebagai penjual daging, yang sekaligus memiliki tempat pemotongan sendiri. Tetangga itu adalah muslim, dan tinggal di lingkungan muslim juga.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Daging yang biasa mereka jual biasanya tidak dipasarkan di kampung kami, melainkan ke luar kampung. Seluruh tetangga tahu bahwa sebagian besar daging yang dijual adalah daging babi. Karena mereka muslim, tentunya tidak mau membeli daging dari tetangga tersebut, yang selanjutnya saya panggil sebagai Bu X. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu X mencampur daging babi itu dengan daging sapi. Sebelum dicampur, daging-daging babi itu dilumuri dengan darah agar terlihat merah seperti daging sapi. Meskipun begitu, tetangga tetap tahu karena mereka tidak mungkin menyembunyikan babi-babi hidupnya yang belum disembelih. Maka kemungkinannya hanya satu, dijual di luar kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi muslim, sudah &lt;strong&gt;jelas&lt;/strong&gt; tertulis dalam Kitab Suci-nya bahwa memakan daging babi itu dilarang. Dan muslim juga meyakini bahwa ajaran muslim itu sebenarnya untuk semua umat manusia. Artinya, kalau seorang muslim dilarang makan daging babi maka dia juga dilarang memberikan daging babi ke orang lain untuk dikonsumsi, apapun agamanya. Kalau memberi saja dilarang, maka menjual pun dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih parah lagi kalau menjualnya tidak terang-terangan, artinya tidak pernah menyebutkan bahwa daging yang dijual itu adalah daging babi. Dan jauh lebih parah lagi, jika daging itu disebutkan sebagai daging sapi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-7536034847745311522?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/7536034847745311522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=7536034847745311522' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/7536034847745311522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/7536034847745311522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2007/01/daging-lagi-sapi.html' title='Daging (lagi) &apos;Sapi&apos;'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-3987468422191838333</id><published>2007-01-23T08:50:00.001+07:00</published><updated>2009-10-16T18:35:31.773+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat umum'/><title type='text'>Daging Korban</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Rekan kerja, yang juga tetangga beda RT, berkunjung ke tempat saya. Sebut saja Pak T. Seperti biasa, kunjungan ini hanya dalam rangka silaturahmi saja. Meskipun begitu, ternyata obrolan yang terjadi sangat luas, mulai dari masalah di tempat kerja sampai kegiatan di kampung. Kegiatan terakhir di kampung, dengan Pak T ini sebagai salah satu panitianya, adalah mengelola binatang korban. Kegiatan ini sebagai bagian dari acara keagamaan dalam Agama Islam pada hari besar Idul Adha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat isteri saya menghidangkan minuman, Pak T bertanya ke isteri saya, "Daging korbannya dimasak apa, Bu?"&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mendapat pertanyaan seperti itu, kami kaget karena kami merasa tidak mendapat daging korban. Sebelum mendapat pertanyaan dari Pak T ini kami sebenarnya biasa-biasa saja waktu tidak mendapat daging korban. Apalagi pemahaman kami selama ini daging korban hanya diberikan ke keluarga tak mampu. Dan Alhamdulillah, kami sudah cukup mampu sehingga tidak perlu mendapat daging korban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dari Pak T, saya mendapat pemahaman baru bahwa sebenarnya yang berhak mendapat daging korban tidak hanya keluarga yang tidak mampu. Kalau semua keluarga tidak mampu sudah mendapat daging korban, keluarga yang tergolong mampu pun akan mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai panitia, Pak T mengetahui dengan pasti bahwa nama saya terdaftar sebagai penerima daging korban. Pak T sendiri sudah menanyakan ke pelaksana pembagian daging korban apakah saya sudah mengambil daging korban karena sampai sore saya tidak terlihat. Waktu itu kami memang jalan-jalan ke Galeria Mall, memberi kesempatan anak saya untuk main. Pak T mendapat jawaban bahwa daging korban saya sudah diambilkan oleh seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kami bertambah kaget. Kami tidak menerima daging korban tersebut. Tambahan lagi, pagi harinya kami tidak mendapat surat untuk pengambilan daging korban. Kalau kami mendapat surat itu, pasti kami akan mengambilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada keterangan yang berbeda seperti kasus itu, ada 2 kemungkinan, salah satu bohong atau semuanya bohong. Ada 3 kemungkinan pelaku dan kebohongan yang dilakukan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Saya dan isteri, sebenarnya sudah dapat tetapi bilang tidak dapat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang mengambilkan, mengambilkan ternyata diambil sendiri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panitia pelaksana, sebenarnya belum ada yang mengambil&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Dan Alhamdulillah, saya dan isteri saya tidak berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging korbannya sendiri bukan hal yang penting buat saya. Yang menjadi pertanyaan penting buat saya, dalam acara ritual keagamaan saja masih ada yang tidak jujur. Apalagi dalam acara korban seperti itu, yang memegang amanat dari orang-orang yang telah menyerahkan binatang korban. Bagaimana dengan kegiatan-kegiatan yang lain?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-3987468422191838333?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/3987468422191838333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=3987468422191838333' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/3987468422191838333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/3987468422191838333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2007/01/rekan-kerja-yang-juga-tetangga-beda-rt.html' title='Daging Korban'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-3334310231631384995</id><published>2007-01-22T13:25:00.001+07:00</published><updated>2009-10-16T18:36:22.636+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni dan Sastra'/><title type='text'>SIM Buat Spongebob</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sambil menemani anak pertama - yang masih duduk di bangku TK - sedang sarapan pagi, saya ikut menonton TV. Acara yang kami tonton pada pukul 06 pagi adalah film seri kartun berjudul &lt;strong&gt;SPONGEBOB SQUAREPANTS&lt;/strong&gt;. Terjemahan bebas dari judul film tersebut adalah Spongebob Si Celana Kotak. Bagi yang pernah menonton dalam Versi Bahasa Jerman, judulnya diterjemahkan menjadi &lt;strong&gt;SPONGEBOB SCHWAMPKOPF&lt;/strong&gt; (Spongebob Si Otak Cerdas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apakah episode yang saya ceritakan ini memang oleh penulisnya ditujukan untuk memuat pesan moral. Pesan moral yang saya tangkap, yang kebetulan berkaitan dengan blog saya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya berawal dari keinginan Spongebob untuk bisa mengendarai mobil, atau tepatnya kapal, karena Spongebob hidup di dasar laut yang bernama &lt;strong&gt;Bikini Bottom&lt;/strong&gt;. Selanjutnya Spongebob mengikuti kursus milik Nyonya Puff (semoga penulisannya benar). Mungkin sudah aturan di Amerika Serikat, tempat film kartun Spongebob dibuat, bahwa yang mengeluarkan SIM Kapal adalah guru yang mengajar di tempat kursus. Tentunya SIM bisa diberikan setelah lulus test yang diadakan oleh guru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengikuti kursus beberapa kali, yang setiap kursus selalu diakhiri dengan test, Spongebob tidak pernah lulus. Test mengendarai kapal ini terdiri dari 2 jenis test, test tulis dan test praktik mengemudi. Test praktik mengemudi adalah test yang paling berat buat Nyonya Puff. Setiap kali test mengemudi, Nyonya Puff harus duduk di samping pengemudi, dengan pengemudi tentunya adalah Spongebob. Saya sebut berat karena test selalu berakhir dengan kecelakaan yang berat, yang mengakibatkan Nyonya Puff harus dirawat di Rumah Sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena sudah bosan mengalami kecelakaan, Nyonya Puff berusaha untuk meluluskan Spongebob. Agar Spongebob tidak curiga, Nyonya Puff berkata bahwa kelulusan test hanya bisa didasarkan pada test tulis. Test tulisnya pun dibuat sangat mudah dengan 1 pertanyaan, yaitu 'Sebutkan apa yang diperoleh Spongebob selama mengikuti kursus?'. Meskipun Spongebob tidak bisa menjawab, Nyonya Puff tetap meluluskan Spongebob, yang artinya Spongebob mendapatkan SIM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyonya Puff sadar bahwa sebenarnya dia telah berbohong. Yang lebih mengerikan, ia sadar bahwa sebenarnya dia telah menciptakan &lt;strong&gt;monster&lt;/strong&gt; dengan kebohongan itu, monster jalanan. Untuk menutupi rasa bersalah, Nyonya Puff menghibur diri bahwa itu tidak mungkin karena Spongebob tidak punya kapal. Baru saja berpikir seperti itu, orang tua Spongebob datang untuk mengucapkan terima kasih dan sekaligus memberi kabar tentang hadiah kapal baru yang diberikan ke Spongebob.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyonya Puff benar-benar sadar bahwa dia telah menciptakan monster. Agar tidak terjadi, Nyonya Puff berencana untuk mencuri kapal Spongebob. Namun, saat mencuri, Nyonya Puff ketahuan dan tertangkap. Akhir cerita, Nyonya Puff dipenjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bagian yang tidak bisa saya ceritakan di tulisan ini karena sulit digambarkan dengan kata-kata. Lebih seru kalau menonton filmnya langsung. Misalnya, bagaimana bayangan-bayangan jelek yang akan terjadi jika Spongebob berada di jalanan, dan serunya perebutan kapal antara Nyonya Puff dan Spongebob. Semuanya berawal dari ketidak-jujuran Nyonya Puff.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-3334310231631384995?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/3334310231631384995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=3334310231631384995' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/3334310231631384995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/3334310231631384995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2007/01/sim-buat-spongebob.html' title='SIM Buat Spongebob'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-8566701860182235595</id><published>2007-01-22T08:52:00.002+07:00</published><updated>2009-10-16T18:40:23.505+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media Massa'/><title type='text'>Virus Kepalsuan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Tulisan ini saya sadur dari Kolom &lt;strong&gt;Analisis&lt;/strong&gt;, harian &lt;strong&gt;Kedaulatan Rakyat&lt;/strong&gt;, yang dimuat pada tanggal 22 Januari 2007. Tulisan tersebut ditulis oleh Bambang Purwoko, dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fisipol, UGM, Yogyakarta. Kalau apa yang dilansir Pak Bambang ini benar adanya, sudah saatnya kita melakukan introspeksi.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Virus Kepalsuan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Bambang Purwoko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada banyak cara untuk melihat watak dan perilaku masyarakat Indonesia. Film dan sinetron adalah salah satunya. Jika film dan sinetron kita lebih banyak berisi adegan kebohongan, sedangkan penonton pun senang dan menikmatinya, berarti kita hidup di tengah masyarakat penikmat kepalsuan. Atau bahkan diri kita adalah bagian dari kepalsuan itu. Penyakit akut virus kepalsuan sudah menjalar di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kepalsuan dan kebohongan menjadi watak kehidupan di hampir semua bagian. Banyaknya kecelakaan mengerikan pada sarana transportasi massal dalam beberapa tahun terakhir adalah produk dari kepalsuan. Pesawat terbang, kapal laut, kereta api, bus kota, angkutan kota, dan sarana transportasi lain banyak yang sudah tidak layak jalan. Tetapi lembaga-lembaga yang mempunyai otoritas tidak hirau dengan masalah itu. Surat izin kelayakan tetap saja dikeluarkan. Surat izin kelayakan palsu, tentu saja. Negara mengalami impotensi dan tidak mampu melindungi masyarakat dari bobroknya sistem dan sarana tranportasi. Negara juga impoten di bidang yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya hidup modern, pertumbuhan ekonomi, bahkan perilaku religius pun ditampilkan penuh kepalsuan. Di bidang politik, kepalsuan terjadi secara lebih menggila lagi. Pembuatan Undang-undang, Peraturan Pemerintah, sampai ke Peraturan Menteri adalah contoh betapa kepalsuan telah merasuk di level elite sehingga berdampak pada semakin rusaknya kehidupan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bayangan kita sebagai masyarakat awam, UU, PP, atau Peraturan Menteri adalah kebijakan publik yang dibuat berdasarkan norma-norma ideal untuk kepentingan masyarakat. Para pembuat kebijakan diasumsikan adalah mereka yang memiliki kepribadian dan orientasi yang selalu didedikasikan untuk rakyat. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Undang-undang, PP, dan sejenisnya adalah produk permainan dan rebutan kepentingan ekonomi politik para elite. Peraturan perundang-undangan lebih banyak dibuat berdasarkan kepentingan dan kebutuhan para pembuatnya. Bukan untuk kesejahteraan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya isu dan pelicin Rp. 2,5 M dari Asosiasi DPRD untuk memuluskan pasal 'rapelan' dalam penyusunan PP 37/2006 sebenarnya bukanlah hal yang mengagetkan. Selama ini, proses penyusunan UU selalu sarat dengan tudingan jual beli pasal. Masyarakat sudah lama tahu bahwa harga atau biaya pengesahan sebuah pasal dalam UU bisa mencapai jutaan rupiah untuk satu anggota legislatif. Artinya, biaya pembuatan UU mulai dari proses penyusunan, pembahasan sampai pengesahan bisa mencapai puluhan miliar rupiah. Terkatung-katungnya proses penyusunan dan pembahasan RUU Keistimewaan DIY selama bertahun-tahun, bisa jadi, juga disebabkan oleh tidak kuatnya dukungan anggaran bagi RUU tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya yang besar dalam pembuatan Undang-undang mengindikasikan dua hal penting. &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, para pembuat kebijakan menganggap bahwa pembuatan UU adalah sebuah proyek yang bisa dimanipulir untuk meraup keuntungan finansial, baik untuk pribadi maupun kelompok politiknya. &lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, karena titik berat orientasi pembuatan UU lebih pada keuntungan finansial, perhatian terhadap substansi materi dan kebutuhan masyarakat sebagai subjek yang diatur tidak dianggap sebagai hal penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah keliru kalau kita membayangkan bahwa mereka yang berada di pusat kekuasaaan (baik eksekutif maupun legislatif) adalah mereka yang peduli kepada rakyat. Juga keliru kalau orang daerah berharap bahwa pejabat-pejabat di Jakarta adalah meereka yang selalu memikirkan dan bekerja untuk memajukan daerah. Walaupun bekerja di Departemen atau Direktorat yang mengurusi daerah, mereka bahkan tidak sepenuhnya paham berbagai persoalan di daerah. Apalagi berpikir dan bertindak untuk memajukan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota legislatif di pusat kebanyakan hanya sibuk mengurusi masalah-masalah yang sekiranya membawa keuntungan bagi dirinya selama masa kerjanya yang lima tahun, atau membawa keuntungan jangka panjang bagi partainya. Beberapa teman anggota DPR mengeluhkan kinerja koleganya secara umum. Baik karena alasan sistemik ataupun karena keterbatasan individu. Sebagian besar anggota DPR tidaklah bekerja untuk rakyat. Mereka sibuk dengan urusan-urusan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita harus menyikapi masalah-masalah ini? Pastilah kita sepakat bahwa virus kepalsuan harus diberantas tuntas. Tetapi, darimana harus mulai? Tidak ada solusi yang mudah untuk jangka pendek. Penguatan kesadaran politik rakyat menjadi salah satu aspek penting. Kalau politisi-politisi kita di lembaga legislatif tidak berpihak kepada rakyat, solusinya ya jangan pilih partainya. Bagaimana dengan mereka yang duduk sebagai pejabat di departemen-departemen pemerintah? Kita hanya berharap bahwa presiden (dan para stafnya yang kompeten dan berdedikasi pada semua level) bisa segera merealisir janjinya untuk bersikap lebih tegas lagi dalam manajemen pemerintahan dan pelayanan publik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-8566701860182235595?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/8566701860182235595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=8566701860182235595' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/8566701860182235595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/8566701860182235595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2007/01/virus-kepalsuan.html' title='Virus Kepalsuan'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-6431664446364891689</id><published>2007-01-19T11:47:00.003+07:00</published><updated>2009-10-16T18:45:41.350+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan Kerja'/><title type='text'>Politisi, Peneliti, dan Dosen</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Apa sih perbedaan antara &lt;strong&gt;Politisi&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Peneliti&lt;/strong&gt;, dan &lt;strong&gt;Dosen&lt;/strong&gt;? Salah satu dosen saya, waktu masih kuliah S1, menjawab dengan tegas. Menurut beliau, perbedaan antara ketiga profesi itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Politisi : boleh salah dan boleh bohong &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peneliti : boleh salah, tetapi tidak boleh bohong &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dosen : tidak boleh salah, dan tidak boleh bohong.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; Yang dimaksud oleh dosen saya tadi, tentunya berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukan, bukan pada individu-individunya. Di luar pekerjaannya, sah-sah saja setiap individu melanggar jawaban dosen saya tadi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak akan mengulas tentang politisi lebih detail karena saya tidak kenal profesi tersebut. Tetapi kalau dipikir-pikir, ada benarnya juga. Sebagai contoh dalam kondisi perpecahan antar golongan. Agar bisa mendamaikan, besar kemungkinan seorang politisi harus berbohong. Istilah &lt;em&gt;politis&lt;/em&gt;-nya bermuka 12. Pada satu golongan, dia harus berpura-pura seolah-olah mendukung, atau setidak-tidaknya simpati agar bisa diterima. Kalau tidak, pasti akan ditolak mentah-mentah. Demikian juga pada golongan lain. Setelah semua golongan menerima, proses pendamaian baru bisa dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal berbuat salah, politisi pun diperbolehkan. Sering kita dengar istilah salah kebijakan. Seorang politisi, sesuai dengan posisinya, memang bisa salah dalam membuat kebijakan. Kesalahan itu tidak bisa dianggap sebagai kesalahan hukum sehingga tidak bisa dihukum. Dan politisi berhak untuk bilang 'bisa diperbaiki tahun depan' atau 'jangan serahkan posisi yang sama ke saya lagi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu, atau dalam kapasitas yang sesuai, untuk menilai apakah kedua sifat itu &lt;strong&gt;baik&lt;/strong&gt;. Yang bisa saya pastikan hanyalah bahwa sifat itu &lt;strong&gt;jelek&lt;/strong&gt; jika selalu dibawa politisi di mana pun dia berada, di luar aktifitas sebagai politisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dibahas lebih jauh, perlu saya tekankan bahwa kata yang digunakan untuk membedakan ketiga profesi tersebut adalah &lt;strong&gt;boleh&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;tidak boleh&lt;/strong&gt;. &lt;strong&gt;Boleh&lt;/strong&gt; bukan berarti harus. &lt;strong&gt;Boleh berbohong&lt;/strong&gt;, misalnya, bukan berarti &lt;strong&gt;harus selalu berbohong&lt;/strong&gt;. Sedangkan &lt;strong&gt;tidak boleh&lt;/strong&gt; berarti &lt;strong&gt;harus dihindari&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesi beriktunya adalah peneliti. Buat peneliti memang bisa saja berbuat salah. Misalnya karena kesalahan prediksi (hipotesa) atau teori yang dipakai. Namun, seorang peneliti dituntut untuk menyampaikan hasil penelitiannya apa adanya, tidak boleh bohong dan tidak ada yang disembunyikan, meskipun hasilnya salah. Apapun hasil penelitian, baik salah maupun benar, pasti ada manfaatnya, terutama buat penelitian selanjutnya atau penelitian lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang akan saya sampaikan adalah contoh yang berkaitan dengan hal itu. Seorang mahasiswa meneliti hubungan antara lama kerja polisi dengan kadar karbonmonoksida dalam darah. Karbonmonoksida adalah gas buangan dari kendaraan bermotor. Dugaan awal, memang ada kaitan positif antara kedua variabel, dengan asumsi karena sudah lama bekerja, polisi banyak menghirup udara yang terpolusi dengan karbonmonoksida. Asumsi yang logis. Namun, setelah dilakukan penelitian, ternyata tidak selalu demikian. Artinya, dugaan awal adalah salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun salah, tetapi kalau disampaikan apa adanya, penelitian berikutnya dapat memperbaiki kesalahan tersebut. Misalnya menambah variabel yang lain. Atau justeru dapat meneliti adanya kemungkinan penetralisir karbonmonoksida dalam darah, misalnya dari makanan/minuman yang dikonsumsi atau olahraga/gerak yang dilakukan oleh polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling berat, adalah profesi dosen. Seorang dosen memang tidak diperbolehkan memberikan materi yang salah. Alasannya sederhana, jika materi yang disampaikan salah maka kesalahan tersebut akan dapat melekat terus ke anak didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah saja tidak boleh, apalagi berbohong karena berbohong akan menghasilkan materi yang salah. Misalnya, materi yang benar bilang bahwa 'binatang sapi memiliki 4 kaki'. Sebenarnya dosen menguasai materi tersebut, tetapi kemudian dosen berbohong dan bilang bahwa 'binatang sapi memiliki 3 kaki'. Jelas hasilnya akan berbeda dan salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang lain, dosen sebenarnya tidak tahu, baik dari buku maupun pengamatan langsung tentang jumlah kaki binatang &lt;strong&gt;kaki seribu&lt;/strong&gt;. Kemudian ditanya anak didik. Karena malu dianggap tidak bisa, dosen tersebut menjawab sekenanya. Ada 2 kemungkinan, jawaban dosen tersebut benar atau salah. Kalau benar, bisa jadi tidak apa-apa. Kalau salah, bisa memalukan anak didiknya kalau ditanya orang lain. Bahkan kemungkinan salahnya lebih besar dari kemungkinan benarnya. Bukankah lebih baik kalau dijawab 'tidak tahu' atau 'belum menemukan referensi'?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun paling berat, ternyata dosenlah yang paling beruntung. Dalam profesinya, seorang dosen bisa dipastikan juga seorang peneliti. Dan kedua profesi tersebut menuntut untuk tidak berbohong. Artinya, sebagian besar waktu dosen diharuskan untuk berkata sejujurnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh saya perinci, keuntungan yang dimiliki oleh dosen adalah&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mempunyai kesempatan yang lebih banyak untuk tidak berbohong karena waktu luang di luar kerja (setelah dikurangi waktu tidur) &lt;strong&gt;lebih sedikit&lt;/strong&gt; dibandingkan waktu kerja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempunyai kesempatan berlatih berkata jujur. Latihan apapun jika dilakukan dengan benar akan membuat penguasaannya menjadi sempurna. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, saya ucapkan selamat buat orang-orang yang memiliki profesi sebagai dosen, termasuk bapak dan ibu guru. Semoga kesempatan latihan yang diberikan benar-benar bisa meningkatkan penguasaan, yang pada akhirnya dapat diterapkan di kehidupan di luar waktu kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, itu berlaku jika dosen (guru) menyadari sepenuhnya tentang &lt;strong&gt;profesi dosen&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-6431664446364891689?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/6431664446364891689/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=6431664446364891689' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6431664446364891689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6431664446364891689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2007/01/politisi-peneliti-dan-dosen.html' title='Politisi, Peneliti, dan Dosen'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-6319004890430275305</id><published>2007-01-10T10:37:00.001+07:00</published><updated>2009-10-16T18:47:27.501+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni dan Sastra'/><title type='text'>Kancil dan Anjing</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Barusan anak pertama saya menunjukkan buku-buku yang dia beli di sekolah. Kalau bisa disebut sebagai 'beli' karena anak saya belum bayar. Memang kadang-kadang anak saya membeli buku di &lt;em&gt;counter&lt;/em&gt; buku sebuah penerbit yang ditempatkan di sekolah. Mereka mengijinkan anak-anak untuk membeli buku dengan pembayaran ditunda keesokan harinya. Contohnya adalah anak saya yang memang tidak mungkin kami beri uang saku, yang besarnya cukup untuk membeli sebuah buku sekalipun. Kami biarkan anak saya melakukan itu, dengan tujuan agar senang membaca buku, apalagi jika dia sendiri yang memilih dan membelinya. Dan juga kalau misalnya kami tidak cocok, buku tersebut bisa dikembalikan keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu buku yang dia beli berjudul "Dongeng sebelum tidur". Sesuai dengan judulnya buku ini berisi dongeng-dongeng untuk pengantar tidur. Sebagian dongeng-dongeng tersebut pernah dibacakan ayah saya waktu saya masih kecil. Yang menarik perhatian saya saat ini adalah dongeng fabel tentang kancil, khususnya yang berjudul Kancil dan Anjing.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan dari cerita tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pak Tani berhasil menangkap kancil, yang beberapa hari ini telah mencuri mentimun-mentimun di kebunnya. Kancil itu dikurung di sebuah sangkar, dan rencananya akan disembelih untuk dimasak sate. Maka pergilah Pak Tani ke pasar untuk membeli bumbu-bumbu.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Saat Pak Tani pergi, datanglah anjing ke tempat kancil dikurung. Karena heran, si anjing bertanya kepada kancil kenapa dia berada di sangkar. Maka berkatalah si kancil: &lt;/em&gt;&lt;em&gt;"&lt;strong&gt;Apakah engkau tidak tahu bahwa saya akan dijadikan menantu Pak Tani. Dan saat ini Pak Tani sedang mempersiapkan pesta perkawinan saya dengan anaknya itu&lt;/strong&gt;".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Selanjutnya terjadilah percakapan yang seru akibat perkataan si kancil tersebut. Si anjing merasa bahwa dia lebih berhak menjadi menantu Pak Tani karena sudah lama bekerja membantu di situ, dan meminta si kancil agar dia dapat memberikan posisinya. Tentunya si kancil tidak akan mudah melepaskan posisinya. Tetapi karena terus didesak, akhirnya si kancil merelakan tempatnya. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;S&lt;/em&gt;&lt;em&gt;i kancil dilepas oleh si anjing, sedangkan si anjing masuk sangkar. Saat Pak Tani pulang, terkejutlah dia melihat bahwa si kancil telah hilang dan digantikan oleh si anjing. Akhir cerita, si kancil gembira karena terbebas dari kematian, sedangkan si anjing mendapat hukuman dari Pak Tani.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang banyak nasehat yang diberikan oleh dongeng tersebut, yang diharapkan dapat diserap oleh anak-anak yang mendengar dan membacanya. Namun, jika tanpa diarahkan oleh buku/orang tua, mana yang akan ditiru oleh anak-anak, kancil atau anjing? Dilihat dari akhir cerita, pasti anak-anak akan meniru kancil karena hanya kancil yang bahagia. Namun, tindakan kancil yang manakah sebenarnya pantas untuk ditiru? Mencurinya? Tentunya tidak. Jelas-jelas mencuri itu tidak baik. Tanpa memandang agama, semua orang pasti setuju. Atau kecerdikannya? Mungkin ini jawaban yang benar. Tetapi kalau kecerdikan itu digunakan untuk membohongi orang lain? Menurut saya, lebih baik jangan ditiru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-6319004890430275305?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/6319004890430275305/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=6319004890430275305' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6319004890430275305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/6319004890430275305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2007/01/kancil-dan-anjing.html' title='Kancil dan Anjing'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-237747732224996863</id><published>2007-01-08T15:50:00.001+07:00</published><updated>2009-10-16T18:48:55.854+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>"Mama N bohong"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pulang dari kantor memang sudah terlalu sore. Atau lebih tepatnya sudah petang. Capek, sih. Namun biasanya, masih saya sempatkan untuk bermain dengan anak pertama saya sambil ngobrol. Namun saat itu, bukan anak saya yang cerita, tetapi isteri saya. Isteri saya cerita tentang anak saya, tentang apa yang disampaikan anak saya tadi siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang tadi, anak saya bermain dengan anak tetangga. Sebut saja bernama N. N ini lebih muda 1.5 tahun dibandingkan dengan anak saya. Siang itu mereka bermain dengan riang. Berbagai permainan sudah mereka lakukan sampai waktu lewat jam 12 siang. Datanglah mama N mau mengajak anaknya pulang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"N, pulang yuk. Kita mau pergi ke rumah Eyang (kakek/nenek)". Begitulah apa yg disampaikan mama N, mungkin bertujuan untuk membuat anaknya mau pulang. Maka pulanglah si N.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinggal temannya, anak saya agak sedikit kecewa, belum puas dengan permainan mereka. Dia pun berdiri dekat jendela yang menghadap jalan. Karena rumah saya dan rumah keluarga N dekat, kami bisa melihat keluarga N jika keluar dari rumah lewat jendela tersebut. Mungkin anak saya ingin memastikan bahwa keluarga N akan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama ditunggu, ternyata keluarga N tidak keluar. Anak saya tahu pasti bahwa N tidak pergi ke rumah Eyangnya. Sambil uring-uringan, anak saya bilang ke mamanya. Kira-kira seperti ini apa yang disampaikan:&lt;br /&gt;"Ma, ternyata mama N bohong. Katanya mau pergi. Ternyata mereka tidak kemana-mana. Mama N bohong. Wong sudah besar, kok bohong ya, Ma? Anak kecil saja tidak boleh bohong. Tetapi kalau orang besar boleh bohong. ".&lt;br /&gt;Isteri saya kaget juga mendengar ungkapan hati tersebut. Ungkapan dari seorang anak yang berumur 5 tahun. Dan isteri saya tidak bisa berucap apa-apa untuk membela "orang besar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, memang kami berusaha untuk mengajarkan kejujuran terhadap anak saya. Dan kami sendiri berusaha untuk jujur dan menepati janji. Jangan heran kalau kami lebih suka membiarkan anak saya menangis meminta sesuatu yang tidak bisa kami penuhi, daripada berjanji memenuhi yang kami sendiri tidak merasa yakin mampu memenuhi permintaanya. Meskipun janji yang kemungkinan kosong tersebut bisa membikin anak saya berhenti menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kami tidak memenuhi janji, yang terbayang di anak saya bukan masalah janjinya, tetapi kebohongan kami. Itulah masalah terbesarnya, yang pada akhirnya hilanglah kepercayaan anak saya terhadap kami sebagai orang tua. Kalau anak saya tidak percaya ke kami, siapa lagi yang bisa dia percaya selain orang-orang di luar rumah kami tentunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-237747732224996863?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/237747732224996863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=237747732224996863' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/237747732224996863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/237747732224996863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2007/01/mama-n-bohong.html' title='&quot;Mama N bohong&quot;'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4641359993183896403.post-4764529654753508516</id><published>2006-12-21T09:47:00.001+07:00</published><updated>2009-10-16T18:50:33.703+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat umum'/><title type='text'>Mengapa saya membuat blog ini?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saat itu saya baru saja pulang dari LN. Selama di LN tempat saya studi itu, saya merasakan hidup yg justeru sederhana. Sederhana dalam bertingkah laku, dan berbicara. Satu hal yang begitu menarik perhatian saya adalah berbicara. Semua orang bicara apa adanya, tidak berbunga-bunga, dan tidak berdalih macam-macam. Saat itulah saya mengenal makna kejujuran. Efek yang ditimbulkan ternyata begitu luar biasa, hidup terasa nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda 180 derajat, saat saya menginjakkan kaki ke negeri sendiri. Baru turun dari pesawat, belum keluar dari bandara, ketidak-jujuran terpampang di depan saya. Para TKI yang tadi bersama naik pesawat 'digiring' ke tempat penukaran uang dengan kata-kata 'harus'. Kenapa harus? Tidak bolehkah punya pilihan lain?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu membuat saya teringat dengan kejadian saya sendiri waktu mengurus passport sebelum berangkat studi. Jelas-jelas, tertulis di papan, biaya yang harus saya bayar. Ternyata saya ditarik biaya yang jauh lebih besar. Bohongkah? Saya belum bisa menarik kesimpulan. Tapi itu menjadi pelajaran buat saya, saat mengurus passport buat isteri dan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk urusan kedua, saya menyarankan isteri untuk meminta kuitansi. Awalnya sih nggak boleh. Namun saya berbohong untuk menuntut hak saya, kuitansi pembayaran, dengan alasan untuk kepentingan insitusi tempat saya bekerja. Ajaib. Biaya yang harus kami bayar diturunkan. Berarti benar, mereka berbohong tentang biaya yang kemarin harus saya bayar. Masih menyisakan satu pertanyaan lagi di benak saya dengan kejadian itu. Haruskah saya berbohong hanya untuk menuntut hak saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, 1 tahun lewat 7 bulan dari kejadian di bandara itu, saya sudah berada di negeri saya ini. Dan semakin banyak ketidak-jujuran yang saya temui, baik dalam kehidupan keseharian di masyarakat dan tempat saya bekerja, maupun berita-berita yang disampaikan media massa dan media massa itu sendiri. Pengalaman itulah, terutama yang saya temui langsung, yang akan saya tulis dalam blog ini. Pengalaman itu akan saya tulis dalam sudut pandang saya tentang kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak berani mengatakan bahwa saya termasuk orang yang jujur. Saya hanya berani berkata bahwa saya manusia yang berusaha untuk menghindari ketidak-jujuran. Apalagi jika ketidak-jujuran itu akan merugikan:&lt;br /&gt;a. orang lain utk keuntungan saya,&lt;br /&gt;b. keluarga lain utk keuntungan keluarga saya,&lt;br /&gt;c. institusi lain utk keuntungan institusi saya,&lt;br /&gt;d. organisasi lain utk keuntungan organisasi saya, dan&lt;br /&gt;e. maupun negara lain utk keuntungan negara saya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4641359993183896403-4764529654753508516?l=die-ehrlichkeit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/feeds/4764529654753508516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4641359993183896403&amp;postID=4764529654753508516' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/4764529654753508516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4641359993183896403/posts/default/4764529654753508516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://die-ehrlichkeit.blogspot.com/2006/12/mengapa-saya-membuat-blog-ini_20.html' title='Mengapa saya membuat blog ini?'/><author><name>توفيق هداية</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03024836783531515265</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
