Malam memang sudah larut, bahkan bisa dibilang sudah menjelang pagi karena sudah berganti hari. Tetapi setelah terbangun, saya tidak bisa tidur lagi. Ada yang mengganggu pikiran, yang munculnya dari hati. Jadi ingat dengan orang-orang tercinta. Muncul begitu saja, sebuah pertanyaan, "apakah selama ini saya sudah menjalankan amanah dari orang-orang tercinta yang berada di sekelilingku?". Amanah yang sesuai dengan posisi di hadapan mereka atau posisi yang mereka anggap. Amanah sebagai seorang suami, seorang ayah, seorang anak, seorang saudara, seorang sahabat, ataupun seseorang-seseorang yang lain. Apakah yang saya lakukan sudah sesuai dengan amanah itu? Atau justeru saya telah menyimpang darinya? Karena munculnya dari hati, datangnya juga tiba-tiba, tidak terduga dan tidak direncanakan. Mungkin ini akibat nonton wawancara Aa' Gym hari Minggu kemarin, yang dikenal dengan konsep Menejemen Hati(Qolbu)nya.
Mungkin memang ada yang salah dengan tindakan saya. "Tanyalah hati maka engkau akan menemukan kebenaran", begitu kata teman. Karena saya tetap tidak menemukan jawaban, akhirnya kupasrahkan kepada Pemilik Kebenaran. Saya hanya mencoba melakukan sesuai dengan apa yang dibolehkan oleh-Nya, tentunya sepengetahuan saya. Setelah memasrahkan semuanya, akhirnya kunyalakan televisi, menonton sendirian karena sebagian orang-orang tercinta terlihat masih terlelap. Menonton 2 film, yang judulnya tidak saya ketahui, yang dua-duanya adalah film import.
Film 1 (Film China)
Film ini mengambil tema tentang hantu, atau lebih tepatnya mayat hidup. Semoga pembaca blog tidak takut, apalagi cuma film. Meskipun tentang hantu, film ini justeru membuat saya tersenyum.
Alkisah, ada 3 hantu. Semasa hidupnya, 3 hantu adalah sebuah keluarga, yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak kecil. Karena suatu hal, hantu anak terpisah dari kedua orang tuanya (yang juga hantu). Hantu orang tua berusaha mencari anaknya itu, yang akhirnya ditemukan di sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ayah dan 2 anak kecil, sebaya dengan hantu anak.
Meskipun sudah menjadi hantu (sudah mati), ternyata mereka masih punya hati dan memegang amanah. Berikut ini adalah kesimpulan yang saya buat:
1. Amanah sebagai orang tua
Hantu orang tua tetap berusaha menemukan anaknya yang terpisah. Meskipun itu harus mengorbankan nyawanya (eh, ngggak punya nyawa lagi ya?). Lebih tepatnya mengorbankan badannya. Karena untuk menemukan anaknya itu, hantu orang tua harus berhadapan dengan manusia yang memburunya.
2. Hati Orang tua
Suatu saat, si ibu sedang mendapatkan manusia untuk dimakan (maaf, red). Di saat yang bersamaan, dia mendengar hantu anak menjerit. Spontan dia lepaskan manusia itu, dan mencari anaknya ke arah sumber suara. Betapa dia lebih mementingkan anaknya daripada kesenangannya.
3. Hati seorang sahabat
Selama berpisah dengan orang tuanya, hantu anak bersahabat dengan 2 orang anak kecil dari sebuah keluarga dan tinggal dengan mereka. Saat orang tuanya menemukan, justeru mereka mau mencelakai kedua anak kecil itu. Hantu anak berusaha melindungi kedua sahabatnya. Kalau bisa ngomong, mungkin hantu anak ingin memberi pengertian kepada orang tuanya.
Meskipun sebagian orang menilai itu adalah film horor, tetapi buat saya film itu adalah sindiran buat manusia (termasuk saya), "Sebuah benda mati saja masih punya hati dan memegang amanah, apalagi dengan manusia sebagai makhluk yang hidup?".
Film 2 (Film Amerika)
Film kedua ini bercerita tentang pembangunan sebuah dam di sebuah kota kecil. Pembangunan dipasrahkan ke seorang pemborong. Namun sayang, pemborong tersebut melakukan kecurangan dalam hal biaya sehingga kualitas dam jadi tidak kuat. Untungnya ada karyawan pemborong yang mengetahui dan menyimpan bukti-bukti kecurangan itu.
Hingga suatu saat, debit sungai yang dibendung cukup tinggi. Akibatnya air dalam dam juga cukup tinggi. Sebenarnya dam masih bisa menampung. Tetapi karena kualitas dam tidak bagus, dam tidak kuat menahan tekanan air dalam dam. Hal ini sudah diperkirakan oleh karyawan yang mengetahui kecurangan saat pembangunan. Akhirnya karyawan ini memberitahu arsitek perancang dam tersebut. Mereka berdua, dibantu anaknya arsitektur itu, berusaha memecahkan problem yang timbul.
Besar resiko yang akan ditanggung jika kejadian itu dibiarkan. Jika air dibiarkan penuh maka dam tidak akan kuat dan jebol. Akibatnya banjir besar akan menenggelamkan kota kecil itu. Salah satu caranya adalah membuka pintu dam. Namun, sebelum itu dapat dilakukan, kunci tempat pembuka pintu dam sudah jebol terlebih dahulu sehingga pembukaan pintu dam tidak dapat dilakukan. Jebolnya sebagian dinding ini juga mengakibatkan tewasnya salah seorang dari mereka, yaitu karyawan pemborong.
Akhirnya, tidak ada yang bisa dilakukan oleh mereka berdua untuk menghindari jebolnya dam. Dam itu akan jebol juga. Yang bisa mereka lakukan hanya menundanya sehingga penduduk kota punya cukup waktu untuk mengungsi. Meskipun, hal itu harus mengorbankan jiwa mereka.
Dan akhirnya penduduk kota bisa diungsikan kecuali pemborong yang membangun dam. Meskipun sudah diperingatkan, pemborong ini tidak langsung mengungsi. Namun dia berusaha menyelematkan uang (tentunya keuntungan hasil kecurangan) dan bukti-bukti kecurangan yang berhasil dia rebut dari sang arsitek. Tetapi karena waktunya memang sempit, sang pemborong tidak punya cukup waktu untuk menyelamatkan diri.
Kerugian yang dialami oleh kecurangan ini sebenarnya bukan hanya si pemborong yang menjadi korban jiwa, tetapi semua penduduk kota yang harus kehilangan beberapa harta benda mereka. Selain itu mereka juga harus tinggal di luar rumah sementara waktu, menunggu sampai air surut.
Untuk film kedua ini, ada hal lain yang bisa dijadikan pelajaran, terutama buat arsitek (termasuk arsitek software). Saat menunda waktu jebolnya dam, arsitek itu dan anaknya terjebak air dalam dinding dam. Tetapi karena arsitek itu yang merancang, dan anaknya hafal dengan rancangan itu, mereka dapat menemukan jalan keluar. Ternyata rancangan juga bisa menyelamatkan "nyawa" arsiteknya.
------------------------------------------------
Itu hanya film, hasil karangan manusia. Mungkin kita juga bisa membikin film-film yang bisa memuat pesan moral seperti itu. Banyak kasus yang kita temui di sekitar kita yang bisa dijadikan inspirasi.
Selengkapnya...