Membohongi Hati
Kategori:
Diri sendiri
Acara 2 hari terakhir ini adalah kegiatan yang cukup berat buat saya. Karena yang terjadi selama 2 hari tersebut adalah membohongi hati. Sebagian orang mungkin memang pintar membohongi orang lain (mengutip teman saya, butuh bakat untuk berbohong). Tetapi saya yakin mereka pasti kesulitan membohongi hati. Demikian juga saya. Insya Allah, saya adalah orang yang berusaha untuk jadi orang yang tidak berbakat. Kalau yang berbakat saja kesulitan membohongi hati, apalagi buat orang yang berusaha untuk tidak jadi berbakat.
Dan memang benar. Sangat dan sangat sulit untuk membohongi hati. Otak saya bisa saja bilang "ayo kamu harus gembira" sehingga anggota tubuh yang lain berusaha untuk gembira. Tetapi tetap hati saya tidak bisa ikut gembira.
Otak saya bisa saja bilang "kamu tidak butuh melihat pemandangan itu" sehingga mata saya bisa menghindari. Tetapi hati saya bisa berkata lain, dan memberontak. Dan itu sangat menyakitkan.
Itulah yang saya sebut sebagai membohongi hati. Dan itulah yang terjadi dengan saya selama 2 hari terakhir ini. Sangat berat dan menyakitkan. Namun, saya belum bisa cerita sekarang. Lain kali, kalau saya sudah siap, saya akan cerita.
(Bersambung, kalau sudah siap)
(Bersambung, kalau sudah siap)
0 komentar:
Post a Comment